
"Kalau bisa di masak akan aku tangkap dan nanti di masak" ucap Hito yang cukup senang melihat ubur ubur tersebut. "Tunggu dulu, tapi bagaimana cara membunuh ubur ubur itu.....? tubuhnya lunak dan lembek seperti itu" ucap Hito.
Dan keberadaan Hito pun di sadari oleh ubur ubur tersebut di saat Hito sedang berpikir. "Zzzzztttt....." dari semua tentakel yang di miliki ubur ubur itu muncul kilatan listrik. Dan ubur ubur itu melancarkan listrik, listrik itu pun menyebar di air. "Zzzzzttt......" listrik menyambar di air.
"Eh.....? apa itu barusan.....? apakah ada sesuatu yang melewati diriku.....?" ucap hito yang sedikit bingung karena ia tidak tau kalau ubur ubur itu menyerang dirinya. Barier yang di miliki Hito itu membuat dirinya tak bisa terkena serangan fisik maupun sihir, karena itu, saat ia di serang tanpa sepengetahuan dirinya ia hanya akan bingung apa yang barusan terjadi.
"Yosh..... aku sudah membulatkan tekat untuk memotong menjadi dua dan masak nya nanti" ucap Hito. "Style, Slash in Water" Hito pun melakukan tebasan menggunakan telapak tangannya yang di luruskan. Tebasan itu menciptakan tekanan air yang berbentuk tebasan mengarah ke ubur ubur itu.
".......!!!" ubur ubur itu terkejut melihat sebuah serangan tebasan mengarah ke arah dirinya akan tetapi ubur ubur itu tidak sempat untuk menghindari serangan itu. "Slash.......!!" ubur ubur itu pun tertebas menjadi dua, bagian bawah dan bagian atas bagian kepala. "Yeah.... streak......!!!" ucap hito dan Hito pun mendekati ke arah ubur ubur yang tertebas menjadi dua itu.
Setelah mendekat Hito pun memasukkan ubur ubur itu ke dalam sihir penyimpanan miliknya dan ia pun melanjutkan untuk pergi ke dasar laut. Karena beberapa bulan lalu hito mengalahkan keong raksasa yang merupakan penguasa yang menempati perairan itu mengakibatkan ekosistem di perairan itu berubah dengan cukup signifikan.
Tak lama ia pun sampai di dasar laut, Hito pun menginjakkan kakinya di dasar laut dan ia mulai berjalan menyusuri dasar laut. Tak lama ia berjalan ia langsung bertemu dengan sebuah ikan yang berbetuk panjang dan berwarna hitam. Ikan itu juga memiliki mulut yang sangat lebar dan di bawah tubuhnya bisa memunculkan cahaya, di ujung ekornya terlihat seperti hampir transparan.
"Grrroooooo........!!!" monster itu mengaum melihat Hito yang berjalan di dasar laut. Dan monster itu pun melesat ke arah Hito dengan kecepatan yang cukup cepat. "Hmm..... menarik, datanglah dan aku akan mengalahkan dirimu dan menggoreng mu" ucap hito.
Saat ikan semakin dekat Hito pun bersiap untuk melesatkan pukulan yang akan membunuh ikan itu dalam satu pukulan. ""Wush....." Saat Hito memukul monster ikan itu, pukulannya hanya menembus ikan itu dan juga tubuh Hito juga melewati tubuh ikan itu hingga ekor.
"What the hell......!! apa apaan itu.....? kenapa bisa menembus, jangan jangan black ghost fish....." ucap hito yang menyebutkan jenis ikan itu. "Kalau black ghost fish, lain ceritanya, akan aku kalahkan dan akan ku masak karena daging ikan itu sangat enak dan berkualitas" ucap Hito.
"Wush....." serangan telapak tangan itu mengarah ke arah monster itu. "Buuuuaaakkk......!! grrrooooooaaa......!!!" monster itu menjerit ketika serangan Hito mengenai monster itu. "Uh.... kekuatannya kurang, aku kira dengan kekuatan segitu bisa membunuh ikan itu" ucap Hito. "Grooo.......!!" monster ikan itu pun langsung melesat ke arah Hito.
"Oh.... kau mendekat dengan sendirinya, aku jadi lebih mudah untuk membunuhmu" ucap Hito. "Sihir, Death Wave" Hito menggunakan sihir yang berupa gelombang suara yang ia arahkan ke arah monster ikan itu. Dan di saat monster ikan itu menerima gelombang sihir, ikan itu pun langsung tak sadarkan diri dan mati seketika.
"Kuahahahaha.......!! rasakan, kau tau akibatnya jika melawan diriku....." ucap hito dengan senang. Dan Hito pun berenang ke arah monster ikan itu dan kemudian memasukkan tubuh ikan itu ke dalam sihir penyimpanan miliknya. "Yosh..... sekarang kita lanjutkan mencari bahan makanan" ucap Hito yang melanjutkan berjalan di dasar laut.
Ia berjalan dengan santai dengan sambil melihat ke arah sekeliling. "Hmm..... hanya beberapa bulan sudah banyak yang berubah, kira kira apa yang terjadi ya.....?" ucap hito. Dan Hito yang berjalan pun melihat seekor monyet yang berbentuk panjang seperti belut dan dengan antena di kepalanya yang bercahaya di ujungnya. Gigi tajam dan banyak, monster itu juga memiliki banyak sirip di tubuhnya.
"Wooaaahhh,..... apa itu......? apakah itu belut laut......? kalau di masak apakah rasanya enak......?" ucap Hito yang penasaran dengan rasanya. "Kkkyyyyyyaaaaaaaggggghhh......." monster itu mengeluarkan suara dan kemudian melihat tajam ke arah Hito. "Ho ho.... maju sini lu, aku tak takut dengan belut laut......" ucap hito. "Wush....." belut itu langsung melesat ke arah Hito dengan menggunakan ekornya yang seperti torpedo.
"Hahahaha...... cukup cepat juga kau, kalau begitu aku akan sedikit keluarkan kekuatan ku...." ucap hito. "Style, Ice Punch" seketika di kepalan tangan Hito di selimuti oleh hawa dingin dan air yang berada di dekatnya berubah menjadi kristal es. Hito pun melesat ke arah monster belut itu.
"Hahahaha..... mari kita lihat, siapa yang lebih cepat, apakah aku akan di makan atau kau terkena pukulan ku dan mati" ucap Hito. Dan saat monster belut itu membuka mulut, Hito melesatkan pukulan ke arah rahang atas monster belut itu. "Buuuaakk......" pukulan Hito mengenai dengan tepat di rahang atas monster itu.
"Kratak..... krak..... krak....." secara perlahan kepala monster itu dari rahang membeku dan menjadi es. "Hmm..... Aku menang, meski sudah aku duga kalau aku yang pasti menang" ucap Hito. Dan Hito pun memasukkan monster belut itu ke dalam sihir penyimpanan. "Hmm.... sepertinya segini sudah cukup, sekarang waktunya kembali....." ucap hito. Dan Hito pun berenang ke permukaan laut.
Saat ia berada di permukaan laut, ia melihat kalau ia sudah berada di tengah tengah perairan. "Waduh.... jauh sekali aku berjalan jalan tadi" ucap Hito. Dan Hito pun berenang untuk menuju ke tepi pantai. Saat Hito berenang ke arah tepi pantai, matahari secara perlahan muncul. "Hmm..... sudah pagi kah, berarti aku berada di dasar laut cukup lama...." ucap hito.