Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.25 Martial art



"Hmm... jadi begitu, tapi ada yang membuatku penasaran seperti apa latihan ekstrim yang kau sebut tadi....?" ucap Laidly. "Kapan kapan saja, Sekarang aku lapar dan otak sulit bekerja kalau perut kosong" ucap Hito. "Ah.... ya baiklah, dan hari ini kau akan masak apa....?" ucap Laidly.


"Hmm.... entah aku tadi hanya dapat daging kadal saat keluar" ucap Hito. "Kadal....? bukankah di bawah bisa ada hal yang lebih besar....?" ucap Laidly. "Lah ya itu, aku hanya dapat kadal yang ukurannya setengah dari dirimu saat dalam wujud naga" ucap Hito. "Ah..... ya terserah kau menyebut apa" ucap Laidly.


"Mau ku masak hanya di bakar seperti biasa atau dengan cara yang lain....?" ucap Hito. "Dengan cara lain....? seperti apa saja....?" ucap Laidly. "Ada banyak, seperti di asap tapi butuh waktu lama atau di goreng untuk menggoreng butuh bahan yang sulit atau entah bisa atau tidak di dapatkan di sini" ucap Hito.


"Kalau pakai cara asap berapa lama.....? aku sedikit penasaran bagaimana rasa daging yang di asap" ucap Laidly. "Kalau menggunakan asap, kalau dagingnya tebal butuh waktu berjam jam, ya kalau aku tidak lapar bisa tapi kalau lapar sulit untuk membuatnya, jadi aku akan membakar seperti biasa" ucap Hito. Kemudian hito menyiapkan perapian untuk memasak sebuah daging.


Setelah ia menyiapkan tempat untuk api dan menyalakan api, Hito pun membakar beberapa daging sekaligus. Setelah beberapa saat, daging yang di masak Hito pun matang. "Yey.... matang, dan sekarang waktunya makan...." ucap Hito. Hito menodongkan sebuah daging ke Laidly. "Apa....? apakah kau memberikan ini kepada ku.....?" ucap Laidly.


"Ya.... makan bersama sama, kau juga ikut Shannara, aku merasa kurang enak kalau kau tidak ikut" ucap Hito. "Ya..... baiklah, kalau itu keinginan tuan saya akan ikut" ucap Shannara. "Ya.... baguslah kalau begitu" ucap Hito. dan mereka bertiga pun makan daging yang di masak Hito bersama sama.


Dan setelah makan hito masih tetap menyalahkan api agar tempat di dalam terang. "Whooam..... aku akan tidur, jadi selamat malam" ucap Hito. "Kau beneran akan tidur....? tidak melakukan apapun lagi....?" ucap Laidly. "Mau apa malam hari....? di luar gelap dan juga aku terlalu malas untuk melakukan hal di malam hari, lebih baik aku tidur saja" ucap Hito.


"Err.... ya baiklah, silahkan tidur selamat malam Hito" ucap Laidly. "Ya.... selamat malam" ucap Hito yang kemudian berbaring di atas lantai dan ia pun tertidur. "Eh....? apakah dia sangat mudah untuk tidur....? hanya dalam beberapa saat ia langsung tidur" ucap Laidly yang melihat hito untuk memastikan apakah dia tidur atau tidak.


Kemudian Laidly pun ikut tidur, tak hanya Laidly Shannara pun juga ikut. Malam pun berlalu dengan sangat hening tanpa ada yang mengganggu. Di saat waktu hampir mendekati waktu matahari terbit, Laidly terbangun dari tidurnya. "Hmm.... hito belum bangun....? kenapa aku jadi lebih cepat bangun.....? apakah karena aku sudah tidur hampir seribu tahun....?" ucap Laidly.


"Tidak, seperti bukan itu" ucap Laidly yang menjawab pertanyaannya sendiri. kemudian Laidly pun berdiri dan fokus untuk mengalirkan mana yang ada di tubuhnya. "Huh....." Laidly menarik nafas dalam dalam dan membuangnya. "Yosh, aku sudah kembali ke kondisi semula" ucap Laidly.


"Wush......" seketika di telapak tangan Laidly mengumpul partikel es kecil kecil dan membentuk sebuah pedang es.



"Hmm.... bagaimana Hito melakukan itu, saat aku bertemu dengannya....?" ucap Laidly yang mengingat ingat serangan hito dan ia berusaha untuk meniru serangan yang hito lancarkan ke Laidly. "Wush.... wush.... wush.... wush....." Laidly melakukan serangan yang terlihat seperti berdansa akan tetapi banyak gerakan yang salah dan terlihat sangat kaku.


"Ck.... Ck... Ck.... banyak gerakan yang salah dan sangat kaku, tidak pantas di sebut dengan martial art" ucap Hito yang sambil melakukan push up dengan tubuh terbalik. "Hi.... hito....?!! sejak kapan kau bangun....? dan aku tidak tau kalau kau sudah bangun" ucap Laidly. "Sudah dari tadi, setelah kau bangun, kau pasti tidak tau karena kau terlalu fokus, apakah kau ingin ku ajarin dasar dasar martial art.....?" ucap Hito yang masih melakukan push up.


"Tidak perlu, aku tidak tertarik sama sekali dengan hal yang di lakukan manusia" ucap Laidly. "Ya.... terserah, tapi dasar dari martial art itu kau harus tetap tenang dalam situasi apapun jangan pernah tegang atau emosi melawan musuh mu, tetaplah tenang kemudian kekuatan fisik memperbaharui daya kerusakan dan yang terakhir kau harus menguasai beberapa gerakan tidak semua gerakan dalam martial art sama, ada yang menggunakan banyak gerakan dan mengharuskan kau memiliki tubuh lentur" ucap Hito.


"Hup...." Hiro pun selesai melakukan push up dan kemudian ia berdiri. "Salah satu gaya milikku yang paling mudah di pahami, akan aku perlihatkan" ucap Hito. Dan Hito pun mengeluarkan sebuah pedang dari library of weapons.



"Wush.... wush.... wush....wush...." hito menebas ke kanan dan kiri. "Jadi itu....? aku juga bisa kalau hanya seperti itu" ucap Laidly. "Tidak, aku hanya mengecek apakan pedang ini masih bagus atau tidak, kalau sudah buruk aku akan buang" ucap Hito. "Itu pedang yang sangat bagus dan terlihat sangat kuat loh, yakin akan di buang kalau menurutmu buruk....?" ucap Laidly.


"Ya.... tapi ternyata masih bagus, meski gak sebagus pedang kayu milikku itu" ucap hito. "Dia lebih membanggakan pedang kayu miliknya daripada pedang ini.....?" batin Laidly yang sedikit bingung dengan pikiran Hiro. "Yosh.... aku akan mulai, kau bisa liat secara seksama" ucap Hito. dan Hito pun menghadap ke arah tembok.


"Style #300, Consecutive Stabs" dan sangat cepat hito mendekat lebih dekat ke tembok, yang tadinya berjarak sekitar sepuluh meter menjadi satu setengah meter. "Wush.... wush.... wush.... wush ... wush.... wush.... wush.... wush...." hito melakukan tusukan ke arah tembok menggunakan pedangnya dengan cepat, akan tetapi tidak secepat sampai tidak bisa di lihat mata.


"Tuk.... tuk... tuk.... tuk... tuk .... tuk.... tuk.... tuk...." suara pedang yang menabrak tembok terdengar cukup keras. "Yosh.... sudah selesai' ucap Hito yang berhenti melakukan serangan dan kemudian ia mengangkat pedangnya dan menaruh di atas pundaknya. "Hanya itu saja....? bukankah terlihat tidak terlalu memberikan kerusakan....?" ucap Laidly. "Apa yang kau bilang, lihat lebih cermat lagi'' ucap Hiro. "Kratak..... bruuuakk....!!!" tembok yang terkena serangan hito itu pun langsung membentuk cekungan yang cukup dalam.


[Note: Mana adalah sebuah zat yang di miliki oleh semua makhluk hidup di dunia itu. meski ada yang bisa menggunakan dan ada yang tidak bisa, semua orang memerlukan mana tanpa mana mereka tidak bisa hidup. peran mana sama seperti oksigen].