Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.14 Ice Werewolves



"Yosh aku akan menyimpan yang ku dapat ini" ucap Hito yang kemudian memasukkan berbagai hal yang ia dapat barusan ke dalam saku miliknya. "Hmm.... ada sedikit yang membuatku penasaran, itu author itu apa....? apakah yang membuat sistem seperti ini....?" ucap Hito. Dan hito pun berpikir tentang author dan tidak menemukan jawaban, akhirnya ia pun menyerah.


"Ah.... aku menyerah, dari pada memikirkan tentang author yang tidak tau asalnya, mending aku mencari jalan keluar dari sini" ucap Hito dan hito pun berdiri dan berjalan lurus ke depan. Tak lama hito berjalan ia langsung bertemu dengan monster.



"What the Fuc* padahal tadi udah bertemu dengan monster sekarang bertemu dengan monster lainnya" ucap Hito. "Wrooo......!!!" monster itu mengaum sengat keras saat melihat hito yang berada di depannya. "Sssttthhh..... jangan berisik" ucap Hito sambil jari telunjuknya berada di depan bibirnya. "Wush...." dengan sangat cepat monster tersebut melesatkan cakaran ke arah hito.


"Hup....." hito menghindari serangan monster tersebut dengan melompat tinggi dan ke depan monster tersebut. "Tu.... wa..... tendangan super hito" ucap Hito yang kemudian menendang monster tersebut ke arah samping. "Buuuak.... kratak...... Wush......" setelah terkena tendangan hito terdengar suara tulang yang patah dan kemudian langsung terlempar ke samping dan langsung terkapar di atas tanah.


"Tap....." hito mendarat di atas tanah dengan satu kaki kirinya dan kaki kanan menekuk, dan pahanya lurus dengan pinggangnya. Sementara itu tangan kanan dan kirinya meregang. "Eh....? aku sedang melakukan apa....?" ucap Hito yang kemudian menurunkan kaki dan tangannya. Dan kemudian hito pun berjalan ke arah monster yang terkapar tersebut.


"Hmm.... banyak kali taring ini monster, hampir seluruh tubuhnya memiiki, hmm.... kalau nanti aku keluar dari hutan dan juga kalau taring ini bisa di jual aku akan mendapatkan banyak uang" ucap Hito dengan mata yang berbinar binar. Dan kemudian hito pun mengambil taring, cakar, daging dan tulang monster tersebut.


Setelah mengambil bagian dari monster, sisa sisa Monster tersebut berubah menjadi kristal. Hito pun menyimpan beberapa hal yang ia dalam barusan. "Yosh.... Sekarang kita akan kemana ya.....?" ucap Hito dan hito berjalan lurus ke depan tanpa tau dia mengarah ke mana. Tak lama hito berjalan ia pun bertemu dengan sebuah goa kecil, meski terlihat kecil ia bisa masuk ke dalamnya.


"Hmm.... goa ini terlihat sangat misterius dan aku tidak tau kenapa arahnya, jiwa jiwa petualangan ku muncul dan aku jadi penasaran kemana aku akan sampai jika masuk ke dalam" ucap Hito. Dan Hito pun masuk ke dalam goa kecil tersebut. "Sihir, Torch fire" hito menggunakan sihir api dan menggunakan itu sebagai penerangan karena di dalam goa gelap gulita. Hito berjalan lurus di dalam goa gelap gulita dan tidak ada apa apa di dalam goa.


"Cih, aku membuang buang waktu hanya untuk goa tanpa ada apa apa, tidak hanya gelap tapi juga membosankan" ucap Hito sambil berjalan. Dan tak lama di depan terlihat ada lubang yang memancarkan cahaya. "Wah.... apakah di depan sana jalan keluar....?" ucap Hito yang kemudian sedikit mempercepat jalannya, dan sesampai di mulut lubang tersebut.



"Woah..... apakah ini benar benar di goa yang sama....? bukankah sangat berbeda.....? ini sangat indah dan juga ada penerangan alami di sini" ucap Hito. Dan Hito pun memastikan sihir api miliknya. Hito mengambil beberapa batu kristal yang ada di dalam sana. "Hehehe.... sepertinya kalau aku mengambil beberapa tidak masalah kan...." ucap Hito. Dan Hito pun melanjutkan perjalanannya.


Hito pun mencium bau di pinggiran jamur tersebut. "Hmm.... tidak ada yang aneh seperti spora jamur yang seperti parasit atau racun, berarti ini aman" ucap Hito dan hito pun mencabut jamur tersebut.



"Eh..... jamur ini tumbuh di atas sebuah kristal....? berarti ini yang membuat jamur ini terlihat berbeda" ucap Hito. "Nyam....." hito makan satu gigit jamur setelah. "Hmm.... tidak ada tanda racun sana sekali, malahan tubuhku seperti lebih ringan dari biasanya" ucap Hito yang setelah makan satu jamur tersebut. "Kalau tidak beracun berarti ini aku bisa mengolah jamur ini dengan mudah" ucap Hito. Dan Hito pun melanjutkan perjalanan menyusuri tempat itu sambil mencari jamur yang sama.


Beberapa saat kemudian, hito berhenti di tengah jalan, ia berhenti karena ia sedang memasukkan jamur terakhir yang ia petik. "Jamur itu tumbuh secara berkelompok, setiap kelompok ada lima jamur, aku hanya mengambil empat dari lima agar jamur tersebut tetap hidup dan tidak punah" ucap Hito. Dan Hito berjalan maju ke depan.


"Wush....." terasa sebuah angin berhembus dari ujung goa yang jaraknya sekitar satu kilo meter dari hito berada. "Angin...? berarti tidak lama aku bisa keluar dari sini, meski begitu aku akan merindukan tempat ini dan juga jamur yang ada di sini enak, nyam....." ucap Hito sambil makan sebuah jamur mentah. Dan Hito pun berjalan untuk menuju keluar dari tempat tersebut.


"Kenapa rasanya semakin dekat dengan jalan keluar suhu tepat ini semakin dingin....? tapi itu tidak berpengaruh kepada ku" ucap Hito yang melanjutkan perjalanannya menuju keluar. Saat hito sudah setengah jalan untuk keluar, ia langsung berhadapan dengan monster.



"Ice Werewolves.....? ice..... es...... es.... sepertinya membuat minuman dingin dengan es enak" ucap Hito. "Ggrrr....." ice werewolves itu pun menggeram dan kemudian melesat ke arah hito. "Wush...." ice werewolves itu melesat dengan sangat cepat ke arah hito. Saat ice werewolves itu akan mencakar hito, hito menghindar ke arah samping. "Hah.... hampir saja, apakah kau mau adu kecepatan denganku....? kau bukanlah lawan yang cocok denganku kalau masalah kecepatan" ucap Hito.


"Wush...." dengan sangat cepat bahkan tidak terlihat kapan hito bergerak ia sudah berada di atas ice werewolves itu. "Style #105, Courtesy Punch" hito langsung mengarahkan pukulan secara langsung ke kepala monster tersebut. "Buuuak......!!! kratak..... cruuatt.....!!" sekali pukul hito langsung menghancurkan tengkorak kepala monster tersebut dari atas hingga bawah. Setelah terkena pukulan tersebut monster itu langsung terkapar.


"Yosh.... waktunya mengambil bagian yang bisa di makan dan yang bisa di gunakan" ucap Hito. Dan Hito pun mengambil kulit, cakar, tulang, taring dan es yang ada di punggung ice werewolves. Setelah itu di ambil sisa sisa yang tidak berguna berubah menjadi kristal. Hito pun memasukkan semua itu ke dalam sakunya dan ia pun melanjutkan perjalanan untuk keluar.


[Note: Semua hanya dingin, panas, dan yang lainnya tidak akan berpengaruh terhadap hito, akan tetapi hito bisa tau hawa di tempat itu].