Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.62 Budak



"Srett......" bos itu pun membuka kain yang menutupi jeruji. "......!!" bos itu langsung terkejut melihat apa yang ada di dalam jeruji.


"Sialan......!! siapa kau......?! semuanya bersiap......!!" ucap bos itu dan kemudian semua orang yang ada di sana langsung bersiap dan memegang senjata. "Kukukuku..... kau tanya siapa aku......?" ucap hito. "Ya.... siapa kau sebenarnya sialan.......!! kau bukan anggota kami......" ucap bos itu.


"Ya tentu saja aku bukan anggota kalian, karena aku membenci perdagangan manusia, dan akan aku perkenalkan diriku karena kalian akan mati di tangan ku....." ucap hito. "Srett......" Hito langsung membuka jubahnya dan melemparkannya ke belakang. "Namaku Hito, Kasha Hitohito....." ucap hito.


Dan kemudian Hito mengangkat pedangnya di tangan kanan. "Sihir, Binding Chain" Hito menggunakan sihir yang berupa rantai dan rantai itu mengikat semua orang yang ada di sana. "Kekekeke..... akan aku habisi kalian dengan mudah....." ucap hito. "Sialan......!!" ucap bos mereka. "Sihir: Remove....." bos itu menggunakan sihir untuk menghilangkan efek sihir milik Hito, akan tetapi tidak bisa karena kekuatan sihir nya sangat beda jauh dengan hito.


"Hahahaha...... sihir mu tidak berguna ......? kau tau kenapa......? karena kau lemah....." ucap Hito. "Sialan.....!!" ucap bos itu yang marah. "Puft..... buat apa kau berteriak......? apakah dengan berteriak kau bisa membalikkan keadaan......? tentu saja tidak bodoh....." ucap Hito. "Style......" ucap Hito mengeluarkan pedangnya sepanjang sepuluh centimeter dari sarung pedangnya.


"Death Petals......" ucap Hito sambil memasukkan kembali pedangnya sambil membalikkan badannya. "Cruuuat......." Darah muncrat dari orang orang yang terjerat sihir milik Hito. "Yosh.... sudah selesai, sekarang tinggal mengambil jarahan" ucap Hito yang berjalan sambil mencari jarahan.


Saat berjalan cukup jauh, Hito melihat ada goa yang di buat sebagai kurungan. "Hey.... apakah ada orang di dalam.....?" ucap Hito. "Sriiing....." Hito memotong gembok di jeruji itu dan membuka jeruji. "Hmm.... masih banyak lagi" ucap Hito yang kemudian membuka semua jeruji yang ada di sana.


Setelah membuka semua jeruji, Hito berkeliling tempat itu, akan tetapi tidak menemukan barang atau hal yang berharga. "Cok...... sialan......!! kenapa tidak ada rampasan,.......? aku kira bakal dapet hal yang berharga tapi nyatanya ga...... sialan, aku sia sia saja mengeluarkan jurus yang keren tadi....." ucap Hito.


Dan di saat Hito mengumpat karena tak mendapat hal berharga, ia di hampir oleh para gadis yang kebanyakan berusaha masih sepuluh tahun sampai lima belas tahun. "Kenapa kalian menghampiri ku,.....?" ucap Hito. "Anu..... aku.... aku ingin berterima kasih....." ucap salah satu gadis sebagai perwakilan.


"Hah..... hak seperti itu tak perlu berterima kasih, aku tidak berniat untuk menyelamatkan kalian....." ucap Hito. "Ta-Tapi.... kami ingin berterima kasih....." ucap gadis itu. "Ya... ya terserah saja, dan juga apakah kalian memiliki tempat tinggal......?" ucap Hito. "Kami adalah budak ilegal, kami tak memiliki tempat tinggal lagi....." ucap gadis itu. "Budak ilegal......? apa itu.....?" ucap Hito.


"Baiklah, aku paham sekarang, dan sekarang kalian mau bagaimana.....?" ucap Hito. "Jadilah tuan kami....." ucap para gadis bersamaan. "Gundul mu..... mana mungkin aku mau membawa kalian, aku memiliki kehidupan ku sendiri" ucap Hito. "Terus kami bagaimana......? apa sebaiknya kami saja.....? kalau begitu bunuh saja kami...." ucap salah satu gadis.


"Jangan bilang untuk mati dan bunuh dengan mudah, hargailah nyawa mu, nyawa orang lain...... nyawa tidak bisa di beli menggunakan uang, kalian bisa belajar hidup sendiri, akan aku berikan uang, tapi uang yang ku berikan tidak bisa membiayai kalian semua hidup" ucap Hito dan Hito memberikan uang masing masing lima koin emas. "Baiklah, sekarang ikuti aku untuk kembali ke desa yang ku tinggali sementara" ucap Hito.


Dan mereka pun berjalan untuk keluar dari goa itu dan waktu sudah subuh. "Hmm..... sepertinya, akan jauh kalau jalan kaki, aku akan mengambil kereta yang ada di dalam goa" ucap Hito. Dan Hito masuk ke dalam dan untuk mengambil kereta kuda. Tak lama ia menemukan kereta kuda yang ia naiki untuk berjalan pergi tadi. "Wow.... ternyata masih ada di sini, aku kira kudanya akan mati dengan sendirinya atau kudanya membawa lari" ucap Hito. Dan Hito pun segera mengendarai kereta kuda itu.


Hito membawa kereta kuda itu keluar dari goa dan ia hentikan kereta itu di depan gadis gadis itu. "Yosh.... ayo naik" ucap Hito dan para gadis itu pun naik ke kereta. "Yosh.... apakah semuanya sudah naik.....?" ucap Hito. "Ya.... semua nya sudah naik...." ucap para gadis secara bersamaan. "Yeah.... kalau begitu pegangan yang erat" ucap Hito.


Setelah mengatakan itu, Hito pun menjalankan kereta dengan kecepatan yang sangat cepat. "Hahahaha.....dengan kecepatan seperti ini sangat menyenangkan dan seru......" ucap Hito yang ambil tertawa lepas. "Aku tidak percaya kalau tadi dia mengatakan untuk menghargai nyawa, tapi sekarang dia seperti tidak menghargai nyawa sama sekali" batin salah satu gadis.


Dan di saat Hito mengendarai kereta dengan kecepatan yang sangat cepat, dan berjalan di jalan yang banyak pohon dan tanah yang tidak rata. "Hmm.... sepertinya tak lama kita akan sampai" ucap Hito yang kemudian mereka keluar dari hutan. Di saat akan hampir Sampai, hanya perlu belok kanan dan akan sampai pada gerbang masuk desa.


Di saat Hito membelokkan arah, kuda yang menarik tiba tiba terbelah menjadi dua. Bruuakk......!!!" kereta yang di tunggangi itu langsung terpental dan jatuh dengan sangat keras. Di saat sebelum Hito menjalankan kereta, ia sudah memberikan sihir untuk melindungi gadis gadis itu.


Kereta yang di kendaraan itu langsung hancur, Hito dan para gadis terpental dan terjatuh ke tanah tak jauh dari kereta yang hancur. "Ugh..... hahahaha...... tak ku sangka akan terjatuh dan hancur seperti ini" ucap Hito. "Lucu dari mananya......? kita hampir mati gara gara kau...." ucap para gadis. "Maaf maaf..... tapi nyatanya kalian tak apa apa kan.....?" ucap Hito.


"Iya.... tapi kenapa.....?" ucap para gadis. "Hahaha..... daripada itu, kita masih harus berjalan, tapi tak jauh lagi" ucap Hito. Dan mereka pun berjalan sekitar seratus meter agar mereka sampai di gerbang desa, saat mereka sampai di gerbang desa, mereka di hentikan oleh penjaga.