
"Aku harus cepat untuk membuat penawar dari jamur ini" ucap Hito. Dan Hito mencoba beberapa dedaunan yang ada d sekitar sana, masih ada waktu sekitar lima menit sebelum gadis itu mengalami gejala bengkak.
Tak lama hito mencari, ia menemukan sebuah tanaman yang bisa menyembuhkan racun dari jamur yang di makan gadis itu. Hito pun mengambil beberapa dedaunan itu dan membawa ke tempat gadis yang berbaring di atas tanah.
Hito membuka mulut gadis tersebut. Kemudian ia memeras seluruh daun itu dengan tangan kanan yang berada di atas kepala gadis tersebut. Sedangkan tangan kiri membuka mulut gadis tersebut. Seluruh daun itu hanya meneteskan lima tetes air dan lima tetes air dari daun itu di minum gadis tersebut.
"Wah.... sudah habis air nya, sedikit sekali padahal daunnya banyak" ucap Hito. Tak lama gejala yang di alami gadis itu pun memudar sedikit demi sedikit dan pada akhirnya kembali seperti semula. "Syukurlah ini bekerja dengan baik, dan bocah ini sudah lebih baikan daripada tadi" ucap Hito. Dan tak lama gadis yang tak sadarkan diri itu pun sadar dan membuka matanya perlahan.
"Yo.... apakah kau sudah sadar bocah.....?" ucap Hito. "Siapa yang kau panggil bocah.....?! dan juga kalau di lihat kita berdua memiliki umur yang hampir sama" ucap gadis itu yang sambil duduk di atas tanah. "Hmm.... kalau menurut tubuh ini, memang memiliki umur yang sama tapi kalau masalah umur untuk jiwa aku lebih tua" ucap Hito. "Apa itu.....? aku tidak paham sama sekali" ucap gadis tersebut.
"Semakin sedikit yang kau tau semakin bagus, tapi kenapa kau ada di sini.....?" ucap Hito. "Dan kau sendiri kenapa ada di sini....?" ucap gadis tersebut. "Jangan jawab pertanyaan dengan pertanyaan lain" ucap Hito. "Maaf.... maaf.... aku Minggu kemarin di buang oleh keluarga ku dan berakhir di sini" ucap gadis itu. "Dan saking bodohnya kau makan jamur beracun yang ada di sini, begitu....?" ucap Hito.
"Berarti tadi aku keracunan bukan tertidur....?" ucap gadis itu. "Ya... kau keracunan dan hampir mati dalam lima menit, kalau aku terlambat sedikit kau akan mati mengenaskan" ucap Hito. "Eh....?! jadi kau yang menyelamatkan ku, terima kasih banyak, tapi apakah kau benar menyelamatkan ku....?" ucap gadis itu. "Terserah kau saja, aku tidak terlalu peduli" ucap Hito.
"Oh.... ya aku tadi bertanya kenapa aku ada di sini dan belum kau jawab" ucap gadis itu. "Kau di sini kerena mencari bahan makanan, dan juga aku akan berkeliling ke berbagai tempat" ucap Hito. "Bisa di bilang kalau kau itu pengelana, dan kenapa kau ada di hutan yang sangat berbahaya ini....?" ucap gadis itu. "Ya.... bukankah sudah ku bilang kalau aku mencari bahan makanan" ucap Hito.
Tak lama kemudian di saat mereka berbincang bincang muncul seekor monster di hadapan mereka berdua.
"Awal bukanlah akhir, dan kalau aku tetap seperti itu kau hanya akan berakhir" ucap Hito. "Hey.... kenapa kau bisa tetap tenang di saat saat seperti ini....?" ucap gadis itu. "Buat apa panik, panik tidak ada gunanya, dan juga aku sudah lapar" ucap Hito. "Hah....?! lapar.....?! itu yang lebih kau khawatirkan....?" ucap gadis tersebut. "Tap..." hito mengeluarkan pedang kayu miliknya.
Hito mengeluarkan sedikit pedangnya dari sarung pedang. "Style 901, Double Normal Slash" Hito melakukan tebasan ke arah monster tersebut dengan kecepatan yang sangat cepat bahkan tidak bisa di lihat oleh mata telanjang. "Sriing.... sriing..... Cruuatt.....!!" dua tebasan langsung melukai monster itu dan langsung membunuh monster itu. "Yosh.... sudah selesai, tunggal mengambil dagingnya" ucap Hito.
"Eh....? apa yang terjadi barusan....? dia mengeluarkan pedang kayu dan kemudian tiba tiba saja monster itu langsung tertebas dan mati seketika" ucap gadis itu yang bingung dengan apa yang di lihatnya. Sedangkan Hito sedang mengambil kulit, tulang, daging setelah hito mengambil semua itu, sisa sisa yang tidak bisa di gunakan berubah menjadi kristal.
"Yosh.... sudah selesai, Sekarang bagaimana....?" ucap Hito. "Bagiamana apanya....?" ucap gadis tersebut. "Ya... kau mau bagaimana sekarang....? apakah kau mau ikut denganku atau kau pergi sendiri dan bisa mati makan tanaman beracun atau mati dengan monster" ucap Hito. "Apakah aku boleh ikut dengan mu.....?" ucap gadis tersebut. "Aku tidak masalah, kalau kau mau ikut ya tidak apa apa" ucap Hito.
Dan mereka pun berjalan menyusuri hutan untuk keluar dari hutan. Setelah mereka keluar mereka berada di tempat yang tidak jauh dari tambak yang di miliki Hito. "Wah ternyata jalan keluarnya di sini" ucap Hito. "Apakah kau tau tempat ini....?" ucap gadis itu. "Ya... di sini ada tempat untuk berteduh dan untuk tidur" ucap Hito.
"Apakah sebuah rumah.....?" ucap gadis itu. "Jangan ngaco kau, mana ada di sini terdapat rumah, kalau mau bangun rumah harus di tempat yang lebih baik, di sini sama sekali tidak cocok untuk membuat rumah" ucap Hito. "Oh.... begitukah, berarti seperti gubuk....?" ucap gadis itu. "Bukan gubuk, tapi sebuah goa besar" ucap Hito. "Goa.....? apakah tidak ada monster di dalamnya....?" ucap gadis itu.
"Tidak mungkin ada monster di sana, karena ada penjaganya" ucap Hito. "Penjaga....?" ucap gadis itu. "Nanti juga kau tau kalau melihatnya sendiri" ucap Hito. "Ya.... Baiklah" ucap gadis itu, dan kemudian hito pun berjalan ke arah tambak yang ia buat. "Hey.... kau mau kemana...?" ucap gadis itu. "Aku mau lihat apakah garam yang aku buat sudah jadi" ucap Hito.
Dan Hito yang melihat tambak yang ia buat itu, di bagian pinggirnya beberapa sudah menjadi batu garam, tapi sebagian besar masih menjadi air. "Apa ini....? apakah kau yang membuatnya ....?" ucap gadis itu. "Ya.... ada apa memangnya.....? kau tidak suka....?" ucap Hito. "Bukan itu, tapi ini apa....?" ucap gadis itu. "Ini adalah tempat pembuatan bumbu paling mudah" ucap Hito.
"Bumbu....? seperti bawang merah, bawang putih, lada dan sebagainya.....?" ucap gadis itu. "Ya.... tapi ini hanya memberikan rasa asin, tapi apakah barang yang kau sebutkan tadi bisa di beli....?" ucap Hito. "Hmm.... sepertinya akan sangat mahal, karena hanya keluarga kerajaan dan bangsawan yang memiliknya" ucap gadis itu. "Siapa kau....? dan sebutkan namamu" ucap Hito.
[Note: Tanaman yang hito temukan untuk menyembuhkan racun gadis yang hito temukan adalah obat dari segala obat, tanaman itu bisa di gunakan untuk menyembuhkan apapun seperti penyakit, racun, dan luka. Akan tetapi untuk mendapatkannya sangat sulit bahkan harganya mencapai selangit].