Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Eps. 76 Sand Worm



"Ah..... apa apaan itu......?" ucap Katla dengan tubuh yang gemetar. "Bruukkk....." Katla pun jatuh terduduk setelah melihat sand worm itu.


"Woah..... besar sekali, sepertinya bisa di buat sebagai makan siang" ucap hito yang kemudian bersiap. "Ups, sebelum itu" ucap Hito yang kemudian memanggul Sierra yang tak sadarkan diri. "Wush......!!" Hito dengan sangat cepat melesat ke arah Katla yang sedang terduduk di atas pasir.


"Tap.....!!" Hito berhenti di depan katla. "Yo.... kau kenapa......? kenapa kau bisa bisanya terjatuh hanya dengan cacing ini.......?" ucap Hito. "Ta-Tapi ukurannya sangat besar...." ucap Katla. "Hah....?! cuma ukuran saja loh, apa yang perlu di takuti" ucap Hito yang kemudian memanggul Katla yang terduduk itu. "Wush.....!!" Hito melesat kembali ke pinggiran sungai.


"Bruuukk......!!" Hito langsung menurunkan Katla dan Sierra di atas pasir. "Duduk diam di sini saja kalau tak bisa melakukan sesuatu" ucap Hito. "Ba-baik..... tuan....." ucap Katla yang dengan terpatah patah. Hito kemudian memegang pedang kayu miliknya dan menyapa ke arah cacing itu.


"Woy.....!! cacing besar, lawan mu adalah aku..... kalau bisa kalahkan aku, kau bisa menjadi yang terkuat kalau bisa mengalahkan diriku" ucap Hito. "Wrrooroaaaaa.......!!!" Sand worm itu mengaum dengan sangat keras. "Wush..... tap... tap.... tap.... tap....." Hito melesat dengan cepat dan kemudian memadatkan mana di udara untuknya berpijak di udara.


"Tap....." Hito berdiri di udara dan berada di atas sand worm. "Style, Falling Down......" ucap Hito yang kemudian jatuh ke bawah sambil menghunuskan pedangnya ke bawah. "Wrrooroaaaaa......!!!" sand worm itu mengaum dan kemudian membuka mulutnya dan mendekati Hito yang sedang terjatuh. "Wuass......" sebuah pedang besar yang ukurannya melebihi sand worm itu muncul dari pedang yang Hito gunakan.


"Jleeebbb......." pedang itu langsung memotong sand worm itu menjadi dua bagian dan Seketika mati. "Wusss..... tap....." Hito pun jatuh dan mendarat dengan mulus di tengah tengah monster yang terbelah menjadi dua. "Peraturan selesai, dengan sekali serang" Ucap Hito. "Woooahhh.......!!" ucap Katla yang terkesan melihat Hito bisa dengan mudah mengalahkan sand worm itu.


"Bagaimana......? apakah kau terkesan......? bagaimana kalau kau belajar dari ku.....?" ucap Hito yang sambil menghampiri Katla. "Yeah.... aku akan mengajari kalau kau mau" ucap Hito. "Baiklah, tuan..... apakah anda bisa mengajari saya.....?" ucap Katla. "Ya.... dengan senang hati, tapi untuk sekarang diam sebentar" ucap Hito.


"Ada apa.....?" ucap Katla yang bingung. "Lihat saja apa yang akan terjadi......" ucap Hito. Dan beberapa saat kemudian, beberapa manusia setengah ular muncul dari pasir. "Hmm.... siapa yang telah mengalahkan, sand worm ini......?" ucap salah satu manusia setengah ular itu. "Siapa kalian.....? kalian kawan atau lawan.....?" ucap Hito. "Siapa kau.....? apakah kau yang mengalahkan sand worm itu.....?" ucap manusia setengah ular itu.


"Ya.... ada apa.....? kalian tak menyukai itu.....? sini majulah......" ucap Hito. "Tidak bukan itu, dengan tampang seperti itu.... sulit mempercayai bahwa kau yang telah mengalahkan sand worm ini" ucap manusia setengah ular itu. "Si...... sialan.......!! berani sekali kalian meremehkan diriku......." ucap Hito dengan sedikit emosi, dan tak sengaja ia mengeluarkan sedikit Hawa membunuh yang ia miliki.


Hawa membunuh yang hito keluarkan sangat pekat dan bahkan membuat udara di sekitar menjadi sangat berat bahkan ada beberapa manusia setengah ular yang langsung tak sadarkan diri setelah merasakan hawa membunuh milik Hito. "Tu-tuan..... tolong kendalikan diri anda, jangan marah hanya karena kebodohan salah satu dari kami,......" ucap manusia setengah ular yang lain.


Hito pun mengeluarkan sebuah buah yang bisa meningkatkan mana hingga ke titik tertinggi. "Katla, aku berikan ini dan kau makan" ucap Hito yang sambil memberikan buah tersebut. "Ya..... terima kasih tuan....." ucap Katla yang sambil menerima buah tersebut. "Krauk.... krauk......" Katla pun langsung makan tanpa ragu ragu.


Setelah makan, Katla pun merasakan kalau di tubuhnya ada sesuatu yang mengalir dan sangat menyegarkan. "Kau merasakannya bukan,......?" ucap Hito. "Iya.... aku merasakan ada yang mengalir ke tubuh ku" ucap Katla. "Apa apaan itu.....? tidak mungkin,......" ucap salah satu manusia setengah ular. "Apakah kau terkejut, orang yang awalnya tak bisa kau rasakan mananya bisa memiliki mana yang melimpah......?" ucap Hito.


"Iya.... Buah apa itu .....?" ucap manusia setengah ular. "Ini adalah buah rahasia yang hanya aku yang memilikinya" ucap Hito. "Apakah anda bisa memberikan itu pada kami.....?" ucap manusia setengah ular itu. "Ogah.... takkan aku berikan pada kalian" ucap Hito. "Ugh..... ya baiklah kalau begitu" ucap manusia setengah ular yang pasrah.


"Tuan.... apakah yang aku rasakan itu adalah mana......?" ucap Katla. "Ya.... itu adalah mana, dan sekarang kau berlatihlah menggunakan mana, dan aku akan pergi, kau berlatihlah sendiri hingga aku kembali" ucap Hito. "Baiklah, saya akan berlatih sendiri tuan....." ucap Katla. "Ya.... kalau begitu aku akan pergi, ayo ambil barang kalian" ucap Hito.


Hito dan para manusia ular itu pun pergi ke pinggiran mayat sand worm. "Hmm..... tempat ini sangat tidak solid" ucap Hito. "Ya.... ini adalah jalan agar bisa mencapai tempat kami" ucap manusia setengah ular itu. "Hmm.... gimana masuknya,.......?" ucap Hito. "Mudah saja, tinggal seperti ini......" ucap manusia setengah ular itu yang kemudian masuk ke dalam pasir.


"Sialan.....!!! dari mana aku bisa kalau di contohkan cuma 'tinggal seperti itu' sialan.....!!" ucap Hito yang sambil menggerutu. "Tap..... tap.... tap..... tap..... tap....." Hito menghentakkan kakinya di pasir itu. "Wush......!!" Hito pun masuk ke dalam pasir secara tak sengaja karena menghentakkan kakinya ke pasir. "Bruuukk.....!!" Hito terjatuh di sebuah tempat setelah masuk ke dalam pasir.



"Tempat apa ini,........?" ucap Hito. "Ini adalah rumah kami, apakah anda terkejut......?" ucap manusia setengah ular. "Hmm.... ya, lumayan..... tapi di mana harta kalian ......?" ucap Hito. "Hmm.... apakah bisa di ganti dengan beberapa barang.....?" ucap manusia setengah ular. "Hmm..... ga bisa, bagaimana kalau kita lakukan pertukaran.....?" ucap Hito.


"Pertukaran dengan apa......?" ucap manusia setengah ular. "Hmm.... kalian ingin buah yang aku berikan pada bawahan ku bukan.....?" ucap Hito. "Ya.... kami menginginkan buah itu, apakah anda mau memberikan buah itu.....?" ucap manusia setengah ular. "Ya..... itu tergantung pada harga harta kalian, harga harta kalian akan aku tukarkan dengan beberapa buah yang harganya cukup sama" ucap Hito.