Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.57 Selancar Udara



"Sial.....!! kira kira beri semangat atau kasih ucapan selamat atau kasih kata 'wah.... kamu hebat sekali, tak sia sia aku melatih mu menjadi murid ku' kira kira begitu" ucap Melisa.


"Buat apa.....? bahkan serangan pertama saja udah melesat, masih ingin mendapatkan pujian, kira kira kalau mau mendapatkan pujian bisa mengalahkan tanpa menyerang secara fisik" ucap Hito. "Mana mungkin bisa kah bodoh....! mana mungkin ada yang bisa mengalahkan tanpa menyentuh musuhnya" ucap Melisa.


"Itu karena kau masih amatiran, nanti kalau ada monster lihat saja yang bisa ku lakukan" ucap Hito. Dan tak lama kemudian mereka bertemu dengan seekor monster yang sama seperti yang di lawan Melisa. "Hmm..... lihat itu monster nya mirip dengan yang kau lawan tadi" ucap Hito.


"Ya.... kalau begitu tunjukkan seperti apa yang seperti yang kau katakan tadi" ucao melisa. "Ya..... jangan sampai terkejut, akan aku tunjukkan kehebatan ku" ucap Hito. Hito oun menatap monster itu dengan tatapan tajam. "Matilah....." ucap hito sambil mengeluarkan aura miliknya. "Groo~" ucap monster itu yang lemas dan tak lama monster itu langsung tumbang.


"Yup.... sudah selesai, monster itu mati bukan....?" ucap hito. "W..... waw....!!! apakah kau bisa mengajari aku bagaimana melakukan hal seperti itu....?" ucap Melisa. "Hmm.... kalau melatih aura itu tergantung pada dirimu sendiri" ucap Hito. "Pada diriku.....? bagaimana maksudnya....?" ucap Melisa.


"Ya begitu, latihlah aliran mana hingga mencapai tahap ke empat, kalau sudah kau akan bisa merasakan aura, kalau sudah merasakan aura kau juga bisa mengerahkan aura" ucap Hito. "Apakah aura bisa sejauh itu.....?" ucap Melisa. "Ya tentu saja tidak, kalau kau tidak melatih kira kira jarak pertama sekitar tiga puluh centimeter dari dirimu" ucap Hito.


"Pendek kali..... apakah benar cuma segitu....?" ucap Melisa. "Ya.... mau sejauh mana lagi....? Maka dari itu, latihan keras tidak akan mengkhianati hasil" ucap Hito. "Ya.... ya.... yang penting kerja keras" ucap Melisa. "Oh ya, apakah kau bisa memadatkan mana di udara.....?" ucap hito. "Mana mungkin ada hal seperti itu lah, sepertinya kau berimajinasi terlalu jauh Hito" ucap Melisa.


"Aku bisa melakukannya, kalau kau tidak bisa melakukannya akan ku gendong bagaimana.....?" ucap hito. "Apakah kau melakukan modus.....? aku tidak akan ikut dalam trik yang akan kau lakukan" ucap Melisa. "Di depan ada tebing bodoh, apakah kau bisa memanjat tebing yang curam....?" ucap hito.


"Jangan bohong.... kau mengaitkan modus mu dengan tebing yang curam...." ucap Melisa. "Ya.... terserah kau kalau kau tidak percaya padaku" ucap Hito. Dan tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di depan tebing yang sangat curam bahkan mustahil untuk di panjat. "Eh....? benar kata mu Hito, maaf aku tadi tak percaya" ucap Melisa.


"Sekarang bagaimana.....? apakah kita akan mencari jalan lain....?" ucap Melisa. "Kau mau aku gendong atau kau memilih pergi mencari jalan lain yang belum tentu tujuannya sama" ucap Hito. "Gendong aku Hito......" ucap Melisa. Dan Hito pun menggendong Melisa di punggung nya.


Setelah menggendong Melisa, Hito pun memadatkan mana di bawah telapak kakinya agar ia bisa melompat hingga sampai atas tebing. "Tap.... tap... tap.... tap....." Hito dengan cepat melompat hingga sampai di atas tebing. "Tap...." Hito mendarat di atas tebing yang curam itu. "Woah......!! bagus sekali pemandangan di atas sini, ternyata kau bisa memadatkan mana dia menggunakannya sebagai pijakan untuk melompat" ucap Melisa.


"Ya.... tentu saja, biar kau lebih berkembang lebih baik lagi" Ucap Hito. "Tapi bagaimana,....? aku tidak bisa memadatkan mana di udara seperti mu" ucap Melisa. "Buat apa memadatkan mana, kita akan meluncur ke sana, kalau kau lihat secara jeli kau akan melihat ada desa kecil" ucap Hito yang sambil menunjuk sebuah desa kecil yang berada di pinggir perbatasan kerajaan Al'Saderaan.


"Hmm.... tak terlalu terlihat jelas, tapi sepertinya memang ada desa kecil" ucap Melisa. "Yosh.... sekarang kita meluncurkan ke sana" ucap Hito. "Aku bagaimana.....? aku tidak tau caranya" ucap Melisa. "Eh.... aku hampir saja lupa, kalau begitu kau letakkan pedang mu di atas tanah" ucap Hito.


Melisa pun meletakkan pedangnya di atas tanah. "Sekarang apa.....? apakah hanya begini saja.....?" ucap Melisa. "Ya.... sekarang kau berdirilah di atas pedang mu itu" ucap Hito. melisa pun menuruti apa yang di katakan Hito. Setelah Melisa berdiri di atas pedangnya, Hito pun mengambang di udara.


Hito mengambang tidak stabil seperti dia saat memadatkan mana di udara. "Yosh.... apakah kau siap.....? jagalah keseimbangan agar kau tidak jatuh" ucap Hito. Dan secara perlahan pedang yang di injak Melisa itu pun terangkat. "Eh...... ah.... aw....." ucap Melisa yang menjaga keseimbangan.


"Yosh.... sekarang kita akan pergi" ucap Hito, dan angin yang di injak Hito pun meluncur dari atas tebing menuju ke tempat paling dekat dengan desa. Tak lama setelah Hito terjun Melisa yang menaiki pedangnya pun ikut terjun. "Uuuwwwaaaaaa......!!! aku takut jatuh.....!!" ucap Melisa.


"Santai saja, buat rileks tubuh mu agar kau mudah menyeimbangkan tubuh mu" ucap Hito. Dan Melisa pun merilekskan tubuh nya dan pedang yang di injak Melisa terbang lebih stabil dari sebelumnya. "Kalau kau gunakan sihir api pada pedang mu, itu akan bisa meluncur lebih cepat" ucap Hito.


"Burn.....!" pedang yang di injak Melisa pun terbakar, meski pedangnya terbakar Melisa sama sekali tidak menerima luka sedikitpun. Setelah pedangnya mengeluarkan api, melisa bisa mengatur kecepatan terjunnya. "Hehehe.... Hito.... bagaimana kalau kita balapan siapa yang lebih cepat sampai gerbang desa dia yang menang" ucap Melisa.


"Ya..... biar lebih seru lagi, siapa yang kalah tidak bisa memasuki desa di depan sana" ucap Hito. "Hmm..... menarik, baiklah aku terima" ucap Melisa yang sambil tersenyum. "Burn....!!!" pedang Melisa yang tadinya terbakar dengan api kuning sekarang berubah menjadi api biru. Kecepatan Melisa meluncurkan juga meningkatkan secara signifikan.


"Hahaha.... aku yang akan menang, sekarang bagaimana dengan Hito.....?" ucap Melisa yang sambil menoleh ke arah belakang. "Sihir, Falling Star" Hito menggunakan sihir yang memunculkan sebuah papan dari cahaya yang di gunakan Hito sebagai alas untuk meluncurkan. "Falling Star go.....!!" ucap hito yang dengan sengaja mengatakan dengan suara yang lantang. Hito melesat dengan sangat cepat karena menggunakan alas berupa cahaya.