Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.87 Pernyataan Alef



"Sriing....." Sierra memotong batang pohon itu dengan mudah dan kemudian pohon kelapa itu pun terjatuh. "Mantap...... " ucap hito yang kemudian hito memungut semua buah kelapa. "Baiklah, kita coba rasanya" ucap hito. "Tapi hito itu keras sekali" ucap Sierra.


"Kalau keras di buka dulu, kemudian bisa merasakannya" ucap hito yang kemudian mengambil satu dan membuat lubang untuk bisa mencicipi air kelapa muda. "Sruup...." hito mencicipi air kelapa muda itu. "Ah.... segar sekali, kalian mau coba.....?" ucap hito. "Boleh, kalau itu enak" ucap Sierra. Hito kemudian membuka beberapa kelapa muda dan memberikan kepada Katla, Sierra, Alef dan Felicia.


"Kau mau juga tidak.....?" ucap hito kepada lich. "Tidak terima kasih, aku tidak memiliki keinginan duniawi" ucap lich. "Ya terserah saja, kalau kau mau kau bisa bilang saja" ucap hito. "Ya.... terima kasih atas perhatiannya" ucap lich. "Baiklah, sekarang waktu membuat minyak....." ucap hito yang kemudian mengambil semua kelapa yang ada.


Hito mengupas kulit kelapa dan kemudian mengambil buahnya saja. "Itu apa hito.....? apakah itu juga enak......?" ucap Sierra. "Ya enak sekali, kalau kau makan bisa membersihkan usus mu, kemudian beberapa saat kemudian kau akan merasakan ada yang bergerak gerak di pantat mu" ucap hito. "Iuh.... tak jadi lah, tapi itu mau kau gunakan untuk ala hito.....?" ucap Sierra.


"Aku mau membuat minyak, dan nanti bisa membuat beberapa makanan yang lebih bervariasi" ucap hito. "Oh..... akan aku nantikan apa yang akan kau masak" ucap Sierra. "Sialan kau, kalau bisa bantu juga" ucap hito. "Ada yang bilang kalau berganti tangan akan mengubah rasa" ucap sierra. "Terserah saja" ucap hito yang kemudian menyiapkan kayu dan tempurung kura kura.


Hito kemudian memasukkan air kelapa pada tempurung kura kura dan kemudian memasukkan kelapa yang sudah di haluskan dengan sihir ke dalam tempurung kura kura. "Yosh, ini akan ku simpan untuk memasak dan yang lainnya" ucap hito yang kemudian memasukkan beberapa kelapa ke sihir dimensi miliknya. "Yosh.... waktunya memasak" ucap hito.


Hito mengaduk air kelapa dan kelapa parut itu, dan kemudian memerasnya hingga menjadi santan. Setelah itu hito memasak santan itu hingga menjadi minyak. Setelah beberapa saat, minyak pun jadi dan hito membiarkan minyak itu hingga dingin, setelah dingin hito memasukkan minyak itu ke beberapa botol. "Apakah itu minuman.....?" ucap Felicia. "Bukan, ini cuma bahan untuk memasak, oh ya, mumpung ada sisa yang masih melekat di tempurung kura kura ini, aku akan memasak beberapa masakan" ucap hito.


Hito kemudian mengeluarkan satu tentakel gurita raksasa yang ia dapat berbeda waktu lalu. Kemudian hito memanaskan tempurung kura kura kemudian memasukkan beberapa bumbu dan mengaduk beberapa saat. Hito kemudian memotong motong tentakel gurita itu hingga kecil kecil. Dan kemudian hito mengaduk tentakel gurita itu hingga berwarna merah.


Setelah itu hito menabahkan air dan juga menambah saus tiram. Setelah itu hito biarkan hingga kuah mengental, setelah mengental hito menyajikan dalam sebuah mangkuk. "Baiklah, silahkan coba" ucap hito. "Hmm..... kenyal dan enak, Bumbunya juga sangat meresap" ucap Sierra. "Hahaha..... siapa yang masak" ucap hito. "Iya memang enak, sekali tapi ada rasanya gurih dan unik" ucap Felicia.


"Ah.... maksud anda ini, aku paham sekarang" ucap Alef. "Ya.... dan kau beri kau nasehat, kalau kau ingin berhubungan ehem ehem dengan perempuan, kau makan gurita dulu dan kau bisa melakukan hingga semalaman atau lebih" ucap hito. "Hahaha..... terima kasih atas nasehatnya, akan aku ingat selalu" ucap Alef. "Hahaha..... tapi jangan berlebihan" ucap hito. "Mereka berbicara tentang apa.....?" ucap Sierra yang tak tau apa yang sedang hito dan Alef bahas.


"Biarlah, laki laki ada waktu mereka berdiskusi sendiri, dan kita jangan mencampurinya" ucap Felicia. "Hahaha..... bagaimana kau bisa tau" ucap hito. "Oh ya, bagaimana aku bisa dekat dengan perempuan......" ucap Alef. "Dekat cuma tinggal dekat saja, di party kita juga ada cewe" ucap hito. "Dari kalian apakah ada yang mau jadi pasangan ku.....?" ucap Alef.


"Huh.....?!! apakah kau bercanda......!!" ucap Sierra dengan tatapan merendahkan. "Ugh.... kata katanya lebih menusuk daripada pisau" ucap Alef. "Maaf, tapi aku tidak tertarik pada mu" ucap katla. "Ugh..... ini juga sangat sakit....." ucap Alef. "Sebaiknya kau pikir pikir dulu sebelum menyatakan hal itu pada perempuan yang baru di temui" ucap Felicia.


"Ah.... rasa sakit ini kenapa bisa begitu terasa nikmat....." ucap Alef yang sambil jongkok di pojokan dan meneteskan air mata. "Puft.... hahahaha..... kasihan sekali hidup mu, tapi tak apa, biarkan aku membantu mu tentang masalah asmara" ucap hito. "Ta-tapi bagaimana.....? bukankah kau tau barusan aku di tolak dengan telak.....?" ucap Alef.


"Ya.... aku tau, tapi aku akan membantu mu di kota nanti" ucap hito yang sambil menyembunyikan tawanya. "Beneran....? baiklah kalau begitu aku akan memegang kata-kata mu" ucap Alef. "Ya.... tenang saja, meski aku tak terlalu berpengalaman tentang asmara cinta" ucap hito. "Sekarang aku meragukan mu" ucap Alef. "Meski begitu aku tau beberapa trik yang bisa dengan mudah untuk di gunakan" ucap hito.


"Ah.... semakin mendengar mereka aku juga ikut penasaran" ucap Sierra. "Ya.... aku juga sama, kita ikuti saja dan lihat nanti apa yang akan mereka lakukan" ucap Felicia. "Ya.... benar juga....." ucap katla. "Oh ya, kek kota terdekat kira kira akan sampai berapa lama kalau dari sini.....?" ucap hito. "Hmm.... kalau ke kota terdekat harus melewati satu desa dulu, desa pinggir Padang pasir, dan setelah itu bisa sampai ke kota seminggu kalau pakai juga" ucap Alef.


Suasa yang tadinya terkesan bercanda dan ringan berubah menjadi lebih serius. "Baiklah, besok kita akan ke desa itu...." ucap hito. "Buat apa....? desa itu cuma desa yang akan hancur, tapi ya hebatnya bisa bertahan sampai sekarang" ucap Alef. "Menarik, kita akan ke sana, bagaimana dengan kalian.....?" ucap hito.


"Saya akan mengikuti anda, kalau anda ingin ke sana saya juga akan ke sana" ucap katla. "Aku sih ngikut aja, aku juga ada di sini gara gara kau" ucap Sierra. "Aku akan mengikuti kalian sepenuh hati....." ucap Felicia. "Tuan putri, anda memang akan mengikuti mereka.....?" ucap lich. "Ya... ini adalah keinginan ku" ucap Felicia. "Baiklah kalau itu adalah keinginan anda, saya tidak akan menghentikan anda" lich.