Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.26 Latihan Martial Art



"Itulah serangan milikku, meski hampir semua menggunakan kecepatan, tapi ada yang beberapa tidak menggunakan" ucap hito. "Hito.. bagaimana caramu melakukan ini tadi....?" ucap Laidly dengan mata yang berbinar. "Bagaimana, ya aku melakukan seperti biasa" ucap Hito.


"Bagaimana mungkin, itu tadi sangat kuat dan juga sangat bagus sekali" ucap Laidly. "Hmm.... aku bisa memberikan beberapa martial art yang aku miliki, apakah kau mau memiliknya.....?" ucap Hito. "Ya.... kalau bisa aku ingin" ucap Laidly. "Ya.... tapi aku katakan kekuatan yang besar memiliki tanggung jawab yang besar pula, apakah kau siap....?" ucap Hito.


"Ya.... tentu saja, aku siap dengan apapun" ucap Laidly yang sudah menguatkan tekad. "Ya.... karena kalau martial art yang menggunakan kecepatan kau tidak akan bisa menguasai dengan cepat berati yang bisa hanya martial art yang menggunakan kekuatan dan gabungan dengan sihir" ucap Hito. "Ya.... apapun boleh, aku sudah lama tidak bersemangat seperti ini" ucap Laidly.


"Sihir, Three Ice Sculptures" Hito menggunakan sihir es dan menciptakan tiga patung es. "Yosh, sudah siap target dan aku akan contohkan dan kemudian memberi penjelasan kemudian kau praktikan" ucap Hiro. "Ya.... aku akan melihat dan mendengar dengan seksama" ucap Laidly. "Style #300, Three Ice Swords" Hito melakukan sebuah kuda kuda.


Setelah melakukan kuda kuda, Hito menatap target tanpa terganggu oleh sekitarnya. "Wush... wush.... wush....." tiga pedang es muncul di belakang Hito dan langsung meluncur ke target yang hito incar. "Jleb.... jelb.... jleb....." tiga pedang es yang melesat itu langsung menusuk salah satu patung es. "Sriing....." dengan cepat hito langsung melakukan tebasan dan ia langsung berada di belakang patung tersebut.


"Sudah selesai, apakah kau melihat tadi.....?" ucap Hito. "Sreeet..... bruuak....." kepala patung yang di incar itu itu langsung terjatuh ke tanah. "Wow.... sangat hebat sekali" ucap Laidly yang terkagum. "Jadi apakah aku paham.....?" ucap Hito. "Tidak sama sekali" ucap Laidly. "Hah.... jadi kau gunakan sihir untuk membuat beberapa pedang dan gunakan pedang itu terbang dan mengalihkan perhatian musuh, dan setelah perhatian musuh teralihkan serang menggunakan pedang terbang, terkena atau tidak terserah" ucap Hiro.


"Bukankah kalau tidak kena hanya membuang buang saja....?" ucap Laidly. "Bukankah sudah aku bilang hanya di gunakan untuk peralihan, dan terakhir tebas langsung mengenai area fital musuh seperti leher, kepala, atau jantung agar musuh langsung mati di tempat" ucap Hito. "Oh.... jadi begitu, sekarang aku akan mencobanya" ucap Laidly.


"Ya.... dan targetmu ada dua di sana, tebas area fital target" ucap Hito. "Ya.... akan aku mulai" ucap Laidly yang bersiap. "Wrush....." Laidly membuat satu pedang lagi di tangan kirinya, sekarang ia menggunakan dua pedang di tangan kanan dan kiri. "Style, First Skill" Laidly mencipta martial art miliknya sendiri meski dasar dasar sama seperti martial art milik hito yang baru di perlihatkan.


"Wush.... wush.... wush... wush.... wush...." Laidly menciptakan lima pedang yang terbang di belakangnya. "Wush...." lima pedang yang terbang di belakang Laidly itu langsung melesat maju ke arah dua patung es. Sedangkan Laidly langsung menguatkan pijakan dan bersiap untuk melesat ke depan.


"Wush......" dengan cepat Laidly melesat menyusul pedang terbangnya. "Sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring...." dengan kecepatan tebasan yang cukup cepat ke ara patung es itu membuat beberapa bagian patung es terpotong secara bersamaan. "Bruaakkkk......!!" suara bagian bagian dari patung es yang jatuh.


"Sepertinya ucapanmu benar, aku dulu pernah berkata hal yang hampir sama dan tak lama aku langsung kalah oleh musuh yang ku remehkan" ucap Laidly. "Saat melawan musuh jangan memandang remeh musuhmu, kalau bisa kau bayangkan musuhmu selalu lebih kuat darimu, semua aspek musuh melebihi milik mu" ucap Hito.


"Ya.... terima kasih Hito, kau sudah mengajari ku" ucap Laidly. "Tidak apa apa, kau juga harus meningkatkan akurasi dan pengendalian untuk semua pedang terbang mu" ucap Hito. "Ya....." ucap Laidly. "Kruyuk.... kruyuk...." suara perut hito yang kelaparan. "Ugh.... sekarang aku lapar, aku akan bakar beberapa makanan" ucap Hito yang kemudian sedikit menjauh untuk menyalakan api.


Saat hito sedang menyalakan api, Laidly sedang berpikir bagaimana meningkatkan pengendalian untuk pedang terbangnya. Di saat hito sedang membakar beberapa daging, Laidly membuat sebuah pedang terbang dan mengendalikan secara penuh. "Hmm... aku bisa mengendalikan satu secara penuh, kalau dua bagaimana....?" ucap Laidly yang menambah pedang terbang yang akan ia kendalikan.


Setelah menciptakan dua pedang, Laidly mengendalikan dua pedang tersebut dengan mudah. "Hmm.... kalau dua juga bukan masalah, kalau begitu kita tambah jadi tiga" ucap Laidly yang menambah pedang yang akan ia kendalikan. Dengan jumlah pedang terbang yang di miliki Laidly, ia sedikit kesulitan untuk mengendalikan secara bersamaan.


"Ugh.... yang dua bisa meluncur bersamaan dan yang satu tertinggal di belakang, jadi ini yang di maksud Hito" ucap Laidly. "Hoy... Laidly kau mau atau tidak....? lebih baik makan dulu baru kau lakukan itu kembali" ucap Hito. "Ya... baiklah, aku akan ikut kau makan" ucap Laidly. Dan mereka pun makan bersama.


"Oh ya, Hito bagaimana dengan Shannara....? dia belum bangun" ucap Laidly. "Saat matahari masih terasa dingin dia akan tetap tidur dan saat suhu sudah sedikit hangat dia akan bangun" ucap Hito. "Kenapa aku baru tau.....? kapan dia membicarakan itu.....?" ucap Laidly. "Hmm.... sudah beberapa hari lalu, tapi aku juga tidak tau kapan lebih tepatnya" ucap Hito.


"Oh ya, Hito kau akan pergi hari ini ya" ucap Laidly. "Ya.... emangnya ada apa....? apakah kau tidak ingin aku pergi....?" ucap Hito. "Mana mungkin, kalau kau ingin pergi ya pergi sana kalau bisa pergi yang jauh, tapi sebelum pergi kau masih ingat janjimu" ucap Laidly. "Janji....? apa yang aku janjikan....? dan kapan aku berjanji....?" ucap Hito. "Jangan berlagak tidak ingat kau, apakah kau ingin ku pukul sampai ingat....?" ucap Laidly.


"Hmm.... membakar daging naga mu.....? atau apa....?" ucap Hito yang benar benar lupa tentang janjinya dengan Laidly. "Cih, nih anak beneran lupa, kemarin kau janji akan bertarung denganku sebelum pergi kan....." ucap Laidly yang mengingatkan Hito. "Hmm.... hmm.... hmm.... hmm...." hito berpikir sangat keras untuk mengingat ingat.


[Note: Dragon lord adalah ras naga tertinggi, saat naga mencapai Dragon lord naga tersebut tidak akan berevolusi lagi, melainkan hanya bisa menambah level yang tanpa batas, akan tetapi tidak banyak naga yang bisa mencapai Dragon lord].