
"A-apa apaan ini.....?!! apa yang baru saja terjadi, padahal cuma beberapa saat, dan bagaimana pemandangan ini bisa terjadi......?" ucap Sierra yang sangat terkejut. "Hup....." Katla menutup mulutnya sambil menahan agar tak muntah.
"Kalau kau tak bisa menahan nya, kau bisa keluar saja daripada menahan seperti itu" ucap Sierra. "Ga.... udah tidak sekarang" ucap Katla yang sudah tak merasa ingin muntah. "Hmm.... baiklah kalau begitu" ucap Sierra. "Kehehehe.... lumayan, dapat banyak aku...." ucap Hito yang keluar dari tenda bandit dan sudah mengambil semua jarahan.
"Hito.....?! apakah kau baik baik saja.....?" ucap Sierra. "Ya.... aku baik baik saja, lawannya sangat lemah" ucap Hito. "Apa yang kau bilang.....?!" ucap Sierra. "Sudah ku bilang, lawannya sangat lemah, aku bahkan cuma butuh satu serangan untuk mengalahkan mereka" ucap Hito. "Hah....?! cuma satu serangan......? yang benar saja....." ucap Sierra yang tak menyangka.
"Ya, terserah kau saja kalau percaya atau tidak, tapi kalau kau ingin percaya aku bisa meladeni mu" ucap Hito. "Baiklah..... aku juga penasaran" ucap Sierra yang kemudian mengangkat pedang nya. "Ya ... majulah kapan pun kau mau" ucap Hito. "Jangan menyesal......!!" ucap Sierra yang kemudian menerjang ke arah Hito.
"Ssrriing......!!" Sierra melancarkan serangan ke arah Hito. "Tiiingg......!!" Hito dengan mudah menangkis serangan itu dengan sebuah pedang besar.

"A-apa....? dari mana pedang itu berasal.....?" ucap Sierra yang terkejut melihat Hito mengeluarkan sebuah pedang besar. "Hmm.... aku punya kekuatan untuk mengeluarkan dan memasukkan pedang milikku" ucap Hito. "Semakin besar pedang, akan semakin lambat serangan nya" ucap Sierra. "Tap....." Sierra melompat ke belakang dan mengambil jarak.
"Ya.... kata kata mu tak salah, tapi aku beda, kau bisa menggunakan semua senjata dengan mudah tanpa terkendala apapun" ucap Hito. "Jangan sombong dulu......!! kita buktikan di sini" ucap Sierra yang kemudian melesat ke arah Hito. ""Ting.... tingg.... tingg.... tiiing.... tinnngg" Hito menangkis semua serangan milik Sierra dengan mudah.
"Tap....." Sierra kembali mengambil jarak. "Style, Demonic Slash......" Sierra menggunakan teknik sebuah tebasan berwarna merah kehitaman ke arah Hito. "Hmm... lumayan, tapi kekuatan seperti itu tak akan berpengaruh padaku....." ucap Hito. "Jleb...." Hito menancapkan pedangnya ke tanah.
"Style, Absolute Defense" Hito menggunakan sebuah teknik sambil berdiri dan kedua tangannya memegang gagang pedang yang tertancap itu. "Hahaha.... kau berdiri saja seperti itu, kau hanya akan menerima kematian....." ucap Sierra. "Ya.... kalau kau lancarkan ke orang lain" ucap Hito.
Dan saat serangan Sierra akan mengenai Hito, serangan itu langsung menghilang. "Sringg....." Hito mencabut pedang yang tertancap itu. "Jadi bagaimana.....? apakah sudah selesai.....?" ucap Hito. "B-bagaimana itu bisa terjadi.....?!" ucap Sierra. "Ya tentu saja bisa, ini pedang tipe pertahanan, kalau pedang lainnya aku tak tau" ucap Hito.
"Baiklah.... aku kalah" ucap Sierra sambil mengangkat dua tangannya. "Yosh.... kalau begitu kita kembali ke guild untuk mencairkan uang" ucap Hito. "Yeah.... ayo......!!" ucap Katla. "Ya.... aku mengakui mu, untuk sekarang aku akan mengikuti mu" ucap Sierra. "Yosh..... sebelum pergi, kita akan makan dulu" ucap Hito.
"Ya.... ambil saja, buat diri mu kenyang" ucap Hito. "Terima kasih, tuan....." ucap Katla yang sambil mengambil sebuah daging dan mulai makan. "Hmm..... rasanya enak sekali, dagingnya sangat kebut dan rasanya sangat enak....." ucap Katla. "Hahaha.... benar kan, kau tak makan juga Sierra.....?" ucap Hito.
"Ga.... aku ga akan makan....." ucap Sierra. "Sudahlah, jangan menahan, ambil saja enak loh, daripada nanti ku habiskan sendiri" ucap Hito. "Hmm.... apa boleh buat, aku juga akan makan...." ucap Sierra yang juga ikut makan. "Bagaimana rasanya.....? enak bukan.....?" ucap Hito. "Rasanya biasa saja....." ucap Sierra.
"Ya..... rasanya memang biasa saja....." ucap Hito. Dan mereka pun pergi setelah makan, mereka menunju ke guild. Tak lama mereka berjalan, mereka pun sampai di kita dan mereka menuju ke guild. Di guild mereka mengambil upah yang di dapat di guild. Mereka mendapatkan beberapa koin perak, dan setelah itu, mereka keluar dari guild.
"Setelah ini kita mau kemana tuan.....?" ucap Katla. "Hmm.... aku mau membeli beliung" ucap Hito. "Beliung......? kau ingin menambang......?" ucap Sierra. "Ya.... aku mau menambang" ucap Hito. Dan mereka pun pergi ke sebuah tempat pandai besi. "Permisi......" ucap Hito yang sambil masuk ke dalam tempat padai besi.
"Ya.... ada keperluan apa kau ke sini.....?" ucap pemilik pandai besi. "Aku ingin menggunakan tempat mu, aku ingin membuat sebuah beliung" ucap Hito. "Apakah kau pandai besi.....? kalau di lihat lihat, kau tak seperti pandai besi" ucap pemilik pandai besi itu. "Hoho.... pinjam kan aku tempat mu, akan ku membuktikan nya padamu" ucap Hito.
"Ya.... baiklah, kalau kau cuma amatiran akan ku usir kau dari sini" ucap pemilik pandai besi. "Ya.... baiklah kalau begitu....." ucap Hito. Dan Hito pun pergi untuk membuat sebuah beliung. "Pertama siapkan bahan, dan panaskan api, buat apinya stabil" ucap Hito yang sambil menyalakan api dan membuat api itu memiliki suhu stabil.
"Setelah itu panaskan besi" ucap Hito sambil membuat besi itu menyala warna merah ke orenan. "Ting.... Ting ... Ting.... Ting....." Hito memukul besi itu di atas anvil dengan palu. Hito membentuk basi itu menjadi beliung. Setelah berbetuk, Hito pun kembali memanaskan besi itu kembali dan setelah panas, ia masukkan ke dalam air.
Setelah itu, Hito mempertajam beliung itu menggunakan sebuah alat yang terbuat dari batu. Tak lama, beliung pun jadi, Hito membuat tiga beliung. Beberapa jam kemudian, beliung pun jadi. Setel beliung itu jadi, Hito mengeluarkan anti materi yang di sebut sebagai materi terkuat.
Hito menyatukan beliung itu dengan anti materi. Setelah beberapa saat, beliung pun jadi. "Yeah.... akhirnya, jadi....." ucap Hito sambil mengangkat beliung yang berhasil ia buat. 
"Woah...... sangat menakjubkan.... ini pertama kali aku melihat benda seindah itu....." ucap pemilik pandai besi. "Hehehe...... hebat bukan diriku.....?" ucap Hito. "Ya.... bahkan bukan hebat lagi....." ucap pemilik pandai besi. "Ya.... terima kasih telah membuat ku menggunakan tempat mu" ucap Hito. "Tak apa.... aku juga beruntung melihat seorang membuat sebuah benda yang sangat hebat seperti ini" ucap pemilik pandai besi. Dan setelah itu, Hito dan yang lainnya pun keluar dari tempat pandai besi.