
Penglihatan dewa penghancur pun menjadi hitam gelap gulita. Tak lama ia pun membuka matanya secara perlahan. "Duh.... aduh..... silau sekali....." ucap dewa penghancur yang baru saja membuka matanya. Dan dewa penghancur berbaring di atas rerumputan dan memandang ke arah langit.
"Hup...." dewa penghancur pun mengangkat badannya dan duduk di di atas rerumputan. "Hmm.... sepertinya aku sudah bereinkarnasi dan kenapa aku ada di dalam hutan....?!" ucap dewa penghancur yang bingung kenapa dia ada di tengah hutan. "Hup...." dewa penghancur pun berdiri.
"Hmm..... karena aku bereinkarnasi kembali, aku harus mencari nama yang bagus, tapi apa ya....." ucap dewa penghancur yang sambil berpikir. "Hmm......Hitohito, ah.... Kasha Hitohito, mulai sekarang namaku Kasha Hitohito" ucap Hito. "Yosh.... sekarang saat untuk keluar dari hutan ini" ucap hito. Hito pun berjalan lurus menyusuri tanah yang terlihat seperti jalan.
Tanpa sadar Hitohito berjalan ke arah tengah hutan. "Hmm.... apakah masih jauh....? yang penting aku berjalan lurus dan nanti akan keluar dari hutan ini" ucap Hito. Hito pun berjalan lurus dan ia pun berhenti.
"Eh..... aku bertemu dengan danau, minum dulu sebentar baru melanjutkan perjalanan" ucap Hito. Dan pun mendekat ke arah danau itu dan jongkok di pinggir danau. "Wah.... ternyata seperti ini tubuhku" ucap Hito yang mengetahui wujudnya.
"Wah.... aku terlihat sangat keren, rambut putih dengan jubah" ucap Hito yang membanggakan diri sendiri. "Ng.....!!!" seketika kepala hito merasa sangat sakit. "Arg.... apa apaan ini.....?! kenapa kepalaku sangat sakit....?!" ucap Hito yang kesakitan. "Byur.....!!!" Hito pun tercebur ke dalam danau. Beberapa saat kemudian hito pun tersadar dan naik ke permukaan.
"Hah.... hah.... hah.... ternyata hanya pengetahuan tentang dunia ini, sekarang aku tidak akan merasakannya lagi, meski akan ada pengetahuan yang datang aku tidak akan merasa sakit kepala lagi" ucap Hito. Dan Hito pun naik ke pinggiran danau. "Yah.... karena barusan jubahku jadi basah" ucap Hito. Hito pun melepas jubah dan pakaiannya, ia hanya menyisakan celana panjangnya.
"Yosh.... kalau aku jemur di sini tidak apa apa kan...." ucap Hito yang sambil menjemur jubah dan bajunya sebuah dahan pohon yang jatuh. "Tidak apa apa kalinya" ucap Hito. "Kruyuk.... kruyuk..... kruyuk...." suara perut Hito yang keroncongan. "Ah.... aku lapar, kalau tidak salah saat aku tercebur aku melihat ada berbagai macam ikan di danau" ucap Hito.
"Yosh.... waktunya menyelam mencari ikan" ucap Hito. "Byur....." Hito melompat dan menceburkan diri ke danau. Beberapa menit Hito menyelam ke dalam danau dan akhirnya dia muncul di permukaan sambil membawa beberapa ikan. "Plak.... plak.... plak...." Hito menaruh beberapa ikan tersebut di atas tanah yang berjarak lumayan jauh dari danau.
"Hmm.... kalau tidak salah seperti ini, aku pernah melihatnya saat menjadi dewa" ucap Hito. Saat menjadi dewa, ia sering mengintip kehidupan berbagai macam makhluk hidup dari berbagai dunia. "Yosh.... sekarang tinggal menggesekkan ranting ini dengan ranting lain" ucap Hito. Hito pun menggesekkan ranting itu dengan kekuatan penuh hingga menciptakan api.
Dan Hito pun berhasil membuat api unggun untuk pertama kalinya. "Yosh.... tinggal membakar ikannya" ucap Hito. Hito pun segera menusuk ikannya dari mulut ke dalam tubuh ikan dan setelah itu ia membakar semua ikan yang ia dapat. Dan juga ia menjemur jubah dan pakaiannya di samping api unggun tak lupa ia juga duduk di samping api unggun dan menunggu ikan matang dan pakaiannya kering.
Tak lama ikannya pun matang. "Yosh.... sudah matang, sekarang waktunya makan" ucap Hito. Dan Hito pun pengambilan satu ikan bakar dan mulai memakannya. "Nyam.... nyam...." hito makan ikan bakar dengan lahap karena ia sangat kelaparan. "Hmm.... dari yang kudapat, dunia ini adalah Dunia yang baru di buat beberapa ribuan tahun lalu dan juga di sini ada namanya Sihir, Martial Art dan level" batin hito sambil makan ikan bakar.
"Ya.... karena aku tidak tau bagaimana melihat itu, untuk sekarang aku akan memperkuat otot agar terlihat seperti, apa itu namanya.....? kalau tidak salah at..... atlit, yang memiliki otot kuat dan sangat kerena, perutnya terlihat sangat bagus dan sangat kokoh, aku jadi menginginkan nya" ucap Hito. Hito pun segera menghabiskan ikan bakar dan setelah ikan bakarnya habis, jubah dan pakaiannya sudah kering, ia menyiram api unggun yang ia buat agar tidak membakar area sekitar.
"Yosh.... waktunya keluar dai hutan ini dan menjadi atlit dan otot, tunggu saja aku akan memiliki nya....!!" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan ke arah kanan dari danau dan berjalan lurus. Beberapa saat Hito berjalan, dan ia berhenti, di depannya terdapat sebuah danau. "Hmm.... sepertinya aku mengingat danau ini" ucap Hito.
"Palingan hanya perasaanku saja" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan ke arah kiri danau dan ia berakhir berhenti di danau yang sama akan tetapi ia lewat jalan kanan. "Apakah ada banyak danau yang seperti ini....?" ucap Hito. "Ya.... hutan kan luar, bisa jadi seperti ini kan.... hahaha...." ucap Hito. Dan Hito kembali berjalan dan berhenti di danau yang sama.
"Tidak mungkin ada danau yang sama untuk ketiga kalinya.....!!" ucap Hito. Dan Hito menancapkan sebuah ranting pohon di pinggiran danau. "Yosh.... kalau dengan tanda seperti ini tidak mungkin bisa di kenali" ucap Hito. Dan Hito kembali berjalan kembali dan ia pun berhenti di danau yang sama, di danau tersebut tertancap ranting yang Hito tancapkan tadi.
"Arg.....!!! dari tadi aku hanya sampai di sini, kalau begini bagaimana aku bisa keluar....." ucap Hito. Dan hito berjalan terus tanpa patah semangat. Dan untuk ke lima puluh ia berjalan dan sampai di tempat yang sama yaitu danau. "Arg.....!! aku sudah muak, dan sekarang waktu sudah sore bagaimana ini.....? apakah aku harus tinggal di dalam hutan ini....?" ucap Hito.
"Ya.... seperti begitu, mau tidak mau aku harus lakukan" ucap Hito. Dan Hito pun mengumpulkan dedaunan yang sangat banyak dan ranting pohon. Waktu sudah mulai gelap hito membuat sebuah api unggun dan menggunakan dedaunan yang ia dapat untuk alas tempat ia tidur. "Yosh.....aku akan latihan di sini sampai aku bisa keluar" ucap Hito. Dan Hito pun mulai beristirahat di tempat yang ia buat sendiri tadi. Dan Hito pun melewati malam yang begitu panjang di dalam hutan.