Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.56 Perjalanan Part 2



"Hmm.... kalau soal itu, karena aku mengeluarkan banyak energi untuk melakukan berbagai hal. "Eh.....? tapi kenapa.....?" ucap Melisa.


"Hmm.... bisa di bilang aku menahan kekuatan ku agar tidak terlalu banyak menggunakan kekuatan yang ku miliki, jadi karena menahan itu membuat ku menghabiskan banyak energi, kira kira seperti itu" ucap Hito. "Menahan katamu.....!! kalau tak menahan diri seberapa kuat dirimu Hito......?!" ucap Melisa.


"Hmm.... kira kira bisa menghancurkan tubuhmu hingga tak berbetuk lagi hanya dengan sentilan jari" ucap Hito. "Eh.....!! apakah ada trik agar bisa kuat seperti itu.....?" ucap Melisa. "Tidak ada, manusia itu memiliki batas, jadi tidak mungkin" ucap Hito. "Tapi kenapa kau bisa,......? bukankah kau juga manusia.....?" ucap Melisa.


"Aku.....? manusia.....? siapa yang bilang kalau aku manusia.....? sepertinya aku tidak pernah bilang" ucap Hito. "Jadi kau bukan manusia.....? terus kau itu apa.....? Tunggu dulu....." ucap Melisa yang kemudian berpikir. "Kau memikirkan apa.....? jangan berpikir terlalu keras, nanti kepala mu pecah" ucap Hito.


"Kau bisa menjinakkan naga, dan bahkan ratu laba laba kau jadikan bawahan, jangan jangan kau adalah....." ucap Melisa. "Adalah apa.....? Kalau bicara jangan di putus putus membuat pembaca penasaran" ucap Hito. "Maaf.... maaf..... Hito jangan jangan kau itu adalah raja iblis yang sedang menyamar, ya.... sudah pasti kau adalah raja iblis yang ada di buku dongeng" ucap Melisa.


"Raja iblis pala kau.....!! mana mungkin aku setara dengan raja iblis, raja iblis dunia fisik lebih lemah bahkan hanya seperempat kekuatan dari raja iblis dunia bawah" ucap Hito. "Raja iblis dunia bawah.....? apa yang kau maksud Hito.....?" ucap Melisa. "Tidak, lupakan saja, itu belum waktunya kau untuk tau" ucap Hito.


"Ayolah Hito..... katakan saja, kenapa menunggu waktu aku tau sendiri.....?" ucap Melisa. "Ogah.... sekarang aku mau makan, daging yang aku bakar sudah matang" ucap Hito. Dan Hito pun makan daging yang ia bakar itu sambil di tambahkan garam sedikit.


"Nyam.... nyam.... nyam...." Hito makan daging itu dengan lahap dan sudah berada di dunianya sendiri. "Eh.....? kalau lagi makan Hito langsung berada di dunianya sendiri" ucap Melisa. Dan tak lama daging yang di dinamakan Hito pun habis hanya dalam beberapa menit. "Njir, habis dalam waktu yang cepat, padahal yang kau makan itu tadi daging yang cukup banyak loh....." ucap Melisa.


"Agh...... daging barusan hanya akan mengganjal perut dalam waktu dekat tidak lama, nanti makan lagi kalau sudah lapar" ucap Hito. Dan mereka pun melanjutkan perjalanan, saat di perjalanan Melisa melihat ada sebuah pohon dengan buah yang lebat. "Wah.... buah apa itu.....? lebat sekali dan juga buahnya berwarna Oren seperti matang" ucap Melisa.


"Ya kau panjat saja dan coba makan apakah buahnya beracun atau tidak" ucap Hito. "Ngapain harus repot repot memanjat pohon ini, kalau aku bisa memetik dari bawah dengan pedang ini" ucap Melisa. "Style, Cutter Slash" Melisa mengerahkan sebuah serangan tebasan di udara yang mengarah ke


sebuah dahan yang memiliki buah yang sangat cukup banyak.


"Sriiing..... wush....." serangan melisa memotong dahan itu dan menjatuhkan dahan itu. "Bruuak......" dahan itu jatuh ke tanah, setelah jatuh Melisa memetik semua buah yang ada di dahan itu. "Hmm..... apakah ini beracun atau tidak.....? Hito cobalah makan apakah ini beracun atau tidak,....." ucap Melisa yang melempar sebuah buah dari dahan itu.


"Jadi bagaimana Hito.....? apakah beracun atau tidak.....?" ucap Melisa. "Rasanya manis dan enak sekali, tidak ada racun sama sekali di buah itu, jadi kau bisa makan dengan bebas" ucap Hito. Dan Melisa pun ikut makan buah itu, Melisa sangat senang karena buah yang ia petik sangat enak sekali dan sangat manis.


Tak lama mereka pun melanjutkan perjalanan ke sebuah desa atau kota terdekat. Saat mereka berjalan mereka pun di cegat oleh seekor monster.



"Groowww.......!!!" Monster itu mengaum dengan cukup keras. "Hmm.... Melisa kalahkan dia" ucap Hito yang memerintahkan Melisa agar mengalahkan monster itu. "Lah kok aku.....?! kok ga kau saja yang mengalahkan nya.....?" ucap Melisa. "Ogah, aku males sekali untuk berhadapan dengan makhluk yang tidak enak di buat bahan makanan" ucap Hito.


"Ugh...... baiklah kau akan mengalahkan monster itu...." ucap Melisa yang pasrah harus mengalahkan monster itu. "Krauk..... krauk..... semangat mengalahkan monster itu, anggap saja seperti pelatihan" ucap Hito yang sambil makan buah yang sama seperti yang di petik Melisa. "Sejak kapan kau memetik buah itu.....?!" ucap Melisa yang terkejut melihat Hito makan buah itu tapi tidak merasa kalau Hito memanjat dan memetik buah itu.


"Kau tak perlu di pikirkan hal yang tak berguna, untuk sekarang aku fokus saja pada mahkluk di depanmu" ucap Hito. "Ya..... baiklah, akan aku kalahkan dia dengan mudah....." ucap Melisa yang percaya diri. "Jangan sombong dan jangan merendahkan lawan yang kau hadapi sebelum kau tau kekuatan penuh dari lawan mu" ucap Hito.


"Halah.... dia kan cuman Goblin yang biasa, mana mungkin aku akan kalah dengan Goblin seperti ini" ucap Melisa. "Burn......!!" seketika bilah pedang yang di bawa Melisa pun terbakar oleh api Oren. "Hehehe..... akan ku bakar kau mahkluk botak......!!" ucap Melisa. "Kyaaaaggghhh......!!!" monster itu menjerit kembali. "Wush....." dengan cepat Goblin itu melesat ke arah Melisa.


"Style, Flames" Melisa menyerang dengan sebuah tebasan api seperti biasa akan tetapi jarak yang di miliki menjadi kebun panjang karena api yang ada di pedangnya. "Burn.....!!" tebasan itu memancarkan api ke arah Goblin itu. Akan tetapi karena Goblin itu sangat cepat, Goblin itu bisa langsung berada di belakang Melisa.


"Kekekeke....." ucap Goblin itu yang sangat senang dan melesat ke arah Melisa dan berniat menusuk Melisa menggunakan tangannya. "Cih.... dia bisa menghindar, aku tidak menyangka Goblin bisa seperti itu" ucap Melisa. "Style, Ring of Fire" Melisa dengan cepat melesatkan serangan dengan cara berputar satu kali.


Putaran itu menciptakan sebuah bentuk cincin dari atas, serang itu di selimuti oleh api. Goblin yang sangat dekat dengan Melisa langsung terpenggal di lehernya. "Tuk..... bruuakk,......!!" kepala Goblin jatuh ke tanah dan tubuhnya juga jatuh. "Prok.... prok.... prok....." Hito menepuk tangan ke arah Melisa. "Ada apa hito,......?'' ucap Melisa. "Tidak ada apa apa, cuma mau melakukan tepuk tangan saja" ucap Hito.