
Hito meluncurkan dengan menaiki sebuah cahaya. Hito meluncur dengan sangat cepat bahkan dalam sekejap ia bisa menyusul Melisa.
"Hehehe..... ini bukan kecepatan penuh loh.... kalau kecepatan penuh aku bisa sampai di sana hanya dalam waktu di bawah satu detik" ucap Hito. "Sialan kau......" ucap Melisa dan Melisa pun berniat untuk meluncurkan sihir kepada Hito. "Sihir, Flame Burst" Melisa pun menggunakan sihir sebuah semburan api ke arah Hito.
"Cih.... kau melakukan kecurangan Melisa" ucap Hito. "Sihir, Yami no Kuro" Hito pun menggunakan sihir yang berupa asap hitam pekat yang menyerap api milik Melisa. "Hmm.... bagaimana kalau aku tambahkan ke api yang kau naiki itu Melisa.....?" ucap hito. Dan Hito pun memberikan sedikit api hutan ke arah api yang ada di pedang Melisa.
Asap hitam itu menyatu dengan api dan membuat api berwarna lebih gelap. Api yang ada di pedang Melisa berwarna lebih gelap dan kemudian kecepatan dari pedangnya pun bertambah. "UUwwwaaa.....!! Hito apa yang barusan kau lakukan......! dan bagaimana menghentikan ini......!!" ucap Melisa yang seluncur dengan sangat cepat.
"Hahahaha..... ayo berusahalah lebih keras agar kau bisa menghentikan nya" ucap Hito. "Sialan kau......!!" ucap Melisa yang meluncur dan hampir mencapai tanah. "Hmm.... aku tak menyangka buff yang di berikan dari sihir itu sangat besar, aku harus kurangi penggunaan sihir itu" ucap Hito. "Wush..... duuuakkk.....!!" dengan sangat keras Melisa pun menabrak tanah di depan desa.
Pedang miliknya menancap di tanah dan dirinya jatuh tersungkur di tanah. "Hahaha.... padahal aku bisa menggerakkan mengalirkan mana ke pedang mu" ucap Hito yang kemudian turun dengan perlahan. "Sialan kau....!! apakah kau tidak kasihan padaku yang jatuh, punggung ku rasanya sakit sekali" ucap Melisa.
"Maaf... maaf.... aku juga tak menyangka kalau akan terjadi seperti ini" ucap Hito. "Sihir, Recovery" Hito menggunakan sihir dan menyembuhkan Melisa yang habis terjatuh. "Baiklah, sekarang bagaimana.....? apakah kau merasa lebih baik....?" ucap hito. "Hah..... lumayan baikan, tapi untuk mental tidak bisa sembuh dengan secepat ini" ucap Melisa.
"Ya..... ya.... jangan banyak bicara, ayo kita pergi ke desa itu, dan aku akan traktir makanan atau apapun itu" ucap Hito. "Hah....?! kau punya uang.....? dari mana kau punya uang, kerjaan mu cuma gitu gitu aja, jangan jangan kau mau menjual ku.....?!" ucap Melisa yang meragukan Hito memiliki uang.
"Cih.... anak ini, selalu saja..... " ucap hito yang sudah capek dengan Melisa. "Ting....." Hito melemparkan satu koin emas ke arah Melisa. "Tap...." Melisa menangkap koin yang di lemparkan Hito itu, dan setelah ia tangkap ia melihat koin itu. "Eh......!!! dari mana kau dapat koin ini......?! apakah kau mencuri......?! jangan jangan kau merampok dari seseorang.....?!" ucap melisa.
"Sudahlah jangan banyak bicara.....!! lama lama kau akan ku lempar jauh jauh, capek aku menuruti mu" ucap Hito. "Ya.... ya.... ayo pergi ke desa" ucap Melisa. Dan mereka pun masuk ke dalam desa. Saat mau masuk ke dalam desa, mereka di hentikan oleh seorang penjaga desa itu.
"Berhenti....!! katakan siapa kalian.....? dan tujuan apa kalian datang ke sini" ucap penjaga itu. "Namaku Kasha Hitohito, Dia Melisa, aku ke sini untuk mencari sebuah Blacksmith, dan aku adalah seorang pedagang keliling, kalau dia itu seorang yang baru saja selesai dari latihan" ucap Hito.
"Ya.... baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu, kau jangan lupa menyusul ya....." ucap Melisa. "Ya.... pergilah sana, aku masih ada urusan di sini" ucap Hito. Dan Melisa pun masuk ke dalam desa sendirian. "Hmm.... tadi kau bilang aku jual apa saja.....?" ucap hito. "Ya..... kau jual apa saja....?" ucap penjaga itu.
"Hmm.... aku jual banyak, apa yang kau kau inginkan....?" ucap hito. "Hmm.... tapi kau tak terlihat seperti orang jualan.....? biasanya orang jualan membawa gerobak atau tas super besar" ucap penjaga itu. "Gerobak dan tas besar itu sudah tidak jaman, aku bisa menggunakan sihir penyimpanan jadi bisa membawa barang tanpa terlihat seperti membawa barang" ucap Hito.
"Di sini aku mempunyai sabun, daging, dan berbagai macam lainnya, apakah yang mau butuhkan untuk makan.....? atau untuk di jual kembali.....? atau untuk menarik perhatian wanita.....?" ucap hito. "Hmm.... kalau untuk menarik perhatian wanita apa saja.....?" ucap penjaga itu.
"Hmm.... aku punya sabun, parfum atau cincin bahkan pedang juga punya aku" ucap Hito. "Sabun.....? apa itu.....?" ucap penjaga itu yang tak tau apa itu sabun. "Sabun itu adalah alat untuk membersihkan diri, kalau kau habis bekerja badanmu pasti bau keringat bukan.....?" ucap hito. "Ya.... tentu saja, karena itu aku selalu mandi setiap habis bekerja" ucap penjaga itu.
"Apakah bau keringat itu langsung hilang setelah kau mandi.....?" ucap hito. "Tidak, baunya sulit untuk hilang" ucap penjaga itu. "Maka dari itu ini solusinya.... sabun, sabun ini bisa kau gunakan untuk menggosok tubuh mu setelah mandi, badan mu akan bau harum" ucap Hito.
"Apakah benar....? apakah kau tidak bercanda bahkan membohongi ku,.....?" ucap penjaga itu. "Tentu saja tidak, kau bisa mengembalikan benda yang aku jual dan aku akan mengembalikan uang mu" ucap Hito. "Hmm.... jadi berapa harga satu sabun.....? pasti mahal hal seperti itu.....?" ucap penjaga itu.
"Satu sabun aku hargai dengan harga tiga koin perunggu" ucap Hito. "Eh.....?! tiga koin perunggu.....? jangan bercanda......? apakah benar benar tiga koin perunggu.....?" ucap penjaga itu. "Ya......? apakah kau ingin membelinya.....?" ucap hito. "Ya.... aku akan membelinya" ucap penjaga itu. "Apakah tidak sekalian dengan parfum jadi harga lima koin perunggu.....?" ucap hito.
"Lima koin perunggu bisa dapat parfum dan sabun.....?" ucap penjaga itu. "Ya.... kau bisa mendapatkan keduanya......? jadi bagaimana......?" ucap hito. "Baiklah, sekalian dengan parfum" ucap penjaga itu. Dan Hito pun mengambil sebuah sabun yang sudah dipotong seukuran seperti sabun biasa dan juga parfum.
Hito memberikan itu kepada penjaga itu, dan setelah itu penjaga memberikan lima koin perunggu kepada Hito. "Hahaha.... hanya dengan bahan yang aku temukan di hutan bisa menjadi uang, jadi ini rasanya menjual barang tanpa mengeluarkan modal" ucap Hito.
"Baiklah, nanti kau coba, kalau kau tidak puas kau bisa kembalikan padaku, aku akan ada di desa ini dua atau tiga hari kedepannya" ucap Hito. "Ya.... kalau tidak salah namamu Hito kan.....? perkenalkan namaku Carver" ucap penjaga itu bernama Carver. Dan setelah itu Hito pun pergi memasuki desa itu.