Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep. 21 Lubang Masuk



"Apakah kau akan membuat lubang untuk jalan keluar....? tapi kalau tidak salah ini berada di tengah, tidak.... ini, tempat ini berada di bawah puncak gunung bersalju yang tinggi" ucap Laidly. "Tidak apa apa, bukankah kau tau aku bisa berjalan di udara dengaj mudah...." ucap Hito. "Benar juga" ucap Laidly.


"Jadi bagaimana....? apakah boleh aku membuat nya....?" ucap Hito. "Tidak apa apa, kau bisa lakukan apa saja" ucap Laidly. "Oke.... terima kasih banyak" ucap Hito. "Ya.... kalau kau membuat tempat keluar aku juga bisa mengetahui bagaimana keadaan di luar" ucap Laidly. "Eh.... tunggu sebentar.... bagaimana kau bisa ada di dalam sini kalau tidak ada jalan masuk.....?" ucap Hito.


"Hmm.... aku juga tidak tau, kalau tidak salah di pinggiran sana ada lubang sebelumnya tapi sekarang aku bingung kenapa tidak ada" ucap Laidly. "Tuan.... apakah tempat ini di tutup oleh seorang penyihir.....?" ucap Shannara. "Hmm.... tidak aku tidak merasakan ada sihir yang di gunakan di sini" ucap Hito. "Lah terus apa.....? aku yang menutupnya.....? jangan ngaco, mana mungkin aku membuat tempat untuk mati" ucap Laidly.


"Dari awal aku tidak berpikir begitu, dan kenapa kau berpikir seperti itu.....?" ucap Hito. "Ya.... ya.... mungkin saja ada hewan yang menutup tempat ini" ucap Laidly. "Mana ada....? lihat ini...." ucap Hito yang menyentuh bagian dinding. "Wush.... duakk...." hito memukul dinding yang ia sentuh tadi dan membuat lubang. "Lihat ada lubang sebesar ini dan tertutup karena salju" ucap Hito.


"Wah.... itu lubang aku masuk ke sini...." ucap Laidly. "Hmm..... walau begitu ini cukup tinggi...." ucap Hito yang melihat dari lubang tersebut. "Ya.... bagaimana lagi ini gunung tertinggi yang ada di pegunungan ini" ucap Laidly. "Oh.... begitukah......" ucap Hito. "Kruyuk... kruyuk....." suara kering Hito yang keroncongan. "Ah.... sekarang aku lapar, dan makan apa enaknya....?" ucap Hito yang sambil berpikir dan ia pun mengeluarkan sebuah daging.


"Enaknya di masak seperti apa ya.....? oh ya.... aku hanya bisa membakarnya saja" ucap Hito yang kemudian menyiapkan tempat untuk membakar daging yang baru ia keluarkan tersebut. Dan setelah menyiapkan tempat untuk membakar daging ia pun membakar daging itu. "Hmm.... kalau di pikir pikir, aku dapat daging ini dari mana ya....?" ucap Hito.


"Seperti enak, aku juga ingin makan hito...." ucap Laidly. "Ya.... kau ke sinilah" ucap Hito. "Baik....." ucap Laidly yang kemudian mendekat ke Hito. "Kalau kau Shannara.....? apakah kau tidak.....?" ucap Hito. "Tidak perlu tuan, saya lebih efisien kalau menyerap mana yang ada di sekitar" ucap Shannara. "Oh.... begitukah, baiklah kalau ingin tinggal bilang ya...." ucap Hito.


Dan setelah matang hito pun memberikan satu potong daging ke Laidly dan ia makan satu potong lagi. "Nyam....." mereka makan dengan lahap. "Hmm..... aku ingat daging ini, ini dari monster yang ada di hutan" ucap Hito. "Daging monster....? bukankah daging monster itu beracun....?" ucap Laidly. "Ya... memang" ucap Hito sambil makan.


"Lah.... ini kok gak ada racunnya sama sekali....?" ucap Laidly. "Ya.... aku sudah menggunakan racun itu" ucap Hito. "Ah.... ya baik baik.... aku mengerti" ucap Laidly yang tidak ingin bertanya lagi. Dan setelah mereka selesai makan hito langsung berdiri. "Mau kemana kau....?" ucap Laidly. "Aku akan pergi sebentar" ucap Hito.


"Apakah kau akan kembali....?" ucap Laidly. "Tentu saja, aku tadi bilang kalau aku akan pergi besok, dan kalau pergi sekarang berarti aku berbohong, bodoh...." ucap Hito. "Ya.... hati hati di jalan, yah... sepertinya tidak perlu" ucap Laidly. "Ya.... sampai jumpa dan bertemu lagi nanti" ucap Hito.


"Tap.... tap....tap...." hito langsung berlari ke arah lubang masuk goa tersebut. "Wush...." hito langsung melompat keluar dari lubang tersebut. "Hey.... apa yang kau lakukan bodoh....!!!" ucap Laidly yang terkejut melihat kelakuan Hito dan ia langsung melihat ke arah lubang. Hito yang terjun keluar itu melakukan posisi terjun bebas.


Hito yang terjun dan sudah mencapai ketinggian sepuluh meter dari tanah itu langsung berganti posisi jatuh. Yang awalnya kepalanya yang berada di bawah sekarang ia berganti dengan kaki lurus ke bawah. "Duuaarrrr....." suara jatuh yang sangat keras terdengar dan membuat tanah di sekitar sedikit bergetar.


"Ah.... apakah aku salah melakukan pendaratan....?" ucap Hito yang kedua kakinya masuk ke dalam tanah akibat jatuh dari gunung yang memiliki tinggi puluhan ribu kilometer. "Hup...." hito pun mengeluarkan kakinya dari dalam tanah dan ia melihat ke sekitar. "Hmm.... cukup bagus untuk di gunakan mencari makanan" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan pedang kayunya.


Hito pun berjalan ke area sekuat pegunungan tersebut yang hanya ada sedikit pepohonan dan juga tidak banyak makhluk hidup di sana. "Ah.... apa karena ini di area pegunungan dan hampir tidak ada makhluk hidup....?" ucap Hito. tak lama ada sesosok makhluk hidup yang menghampiri giro.



"Anjir.... kadal hijau....." ucap Hito yang melihat monster tersebut. "Shhhaaaa.....!!!" Monster terakhir langsung berlari menerjang ke arah hito. "Sriing....." dengan cepat hito menebas monster tersebut dan ia langsung berada di belakang monster tersebut. "Cruuaat.....!!" monster tersebut terbelah menjadi dua.


"Hmm.... apakah ini enak....? darahnya berwarna hijau aku tidak yakin ini enak...." ucap Hito yang kemudian mengambil sedikit daging monster itu. "Nyam...." hito langsung makan secuil daging yang ia ambil tersebut. "Hmm.... hijau ini adalah darah dan campuran racunnya tapi untuk daging tidak masalah" ucap Hito. Dan Hito pun mulai menguliti dan mengambil berbagai bagian dari monster tersebut.


Setelah mengambil dan hanya tersisa bagian yang tidak bisa di olah. "Yosh.... sudah selesai" ucap Hito. Dan bagian yang tidak berguna itu berubah menjadi kristal monster tersebut. "Yosh... aku dapat ini lagi" ucap Hito yang mengambil kristal tersebut dan setelah itu Hito menyimpan semua yang ia dapat. "Dan kita lanjutkan mencari bahan....." ucap Hito dengan nada senang.


Hito berjalan di tempat yang isinya bebatuan tanpa ada hal lain. "Hah.... isinya batu tidak berguna dan juga batu tidak bisa di makan" ucap Hito. "Oh.... aku baru ingat kalau untuk membuat alat masak harus menggunakan bahan yang bagus mumpung di sini aku sekalian cari bahan untuk alat memasak nanti" ucap Hito yang mencari berbagai hal di sana.


[Note: Druid bisa makan makanan akan tetapi makanan itu akan di transfer menjadi mana untuk di serap tubuh, akan tetapi menggunakan makanan tidak efektif untuk para Druid. Dan mereka bisa menyerap mana yang ada di sekitarnya, menyerap lebih efektif daripada makan makanan untuk menunjang kehidupan para Druid].