Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep. 23 Empat Dunia



"Tuan dan Laidly jangan bertengkar, bukankah sudah biasa perbedaan saat menyebutkan makhluk lain....?" ucap Shannara. "Hmm.... kalau di pikir pikir ada benarnya juga" ucap Laidly. "Ya... aku akan akhiri tapi ini karena permintaan dari Shannara" ucap Hito. "Uh.... kenapa kau sangat keras kepala....?" ucap Laidly.


"Ini karena perutku lapar, jadi untuk berpikir cukup sulit saat perut tidak terisi" ucap Hito. "Apa.....?!! bukankah tadi kau makan....? dan sekarang kau sudah lapar.....? apakah kau tempat pembuangan makanan....?" ucap Laidly. "Terserah saja kau menyebutnya apa, yang penting aku akan makan...." ucap Hito yang mengeluarkan sebuah daging.


"Nyam....." Hito langsung makan satu potong daging dengan sekali lahap. "Bukankah lebih baik di masak lebih dulu....?" ucap Laidly. "Di masak atau tidak, itu tidak terlalu masalah bagiku, meski perbedaan rasanya sangat terasa" ucap Hito. "Baiklah, aku tidak terlalu peduli dengan hal itu" ucap Laidly. hito makan beberapa dan perut hito sedikit kenyang.


"Hah..... sekarang perut ku kenyang dan tak terasa hari sudah sore, enaknya melakukan apa.....?" ucap Hito kepada Laidly. "Melakukan apa....? aku juga tidak tau apa yang sering di lakukan manusia" ucap Laidly. "Hah.... sekarang aku kecewa telah bertanya kepadamu, Laidly....." ucap Hito. "Ya.... maaf kalau aku tidak bisa memenuhi harapanmu" ucap Laidly.


"Siapa juga yang berharap lebih kepada naga" ucap Hito. "Ya.... tidak perlu berharap kepadaku, berharaplah kepada dewa atau dewi sana.....' ucap Laidly. "Dewa dan Dewi kah.....? bagaimana kehidupan mereka sekarang.....?" ucap Hito. "Ada apa kau.....? apakah kau sangat ingin melihat dewa atau dewi.....?" ucap Laidly.


"Tidak, sama sekali tidak, aku bisa bosan kalau melihat apa yang mereka lakukan" ucap Hito. "Njir, kenapa setiap aku mendengar saat kau membicarakan orang lain, aku merasa kalau kau terkadang merendahkan baik itu hewan, manusia, berbagai makhluk dan bahkan dewa" ucap Laidly. "Apakah terdengar seperti itu....? hmm.... palingan hanya kebiasaan yang tidak bisa di hilangkan" ucap Hito.


"Kalau itu kebiasaan lebih baik kau hilangkan saja, saat membahas tentang dewa atau dewi seperti tadi dan ada orang dari kuil yang menyembah dewa atau dewi pasti akan marah kalau mendengar perkataanmu" ucap Laidly. "Hmm.... apakah dewa dan Dewi sangat di puji puji manusia.....?" ucap Hito. "Tidak semua, ada beberapa macam kuil, setiap kuil menyembah dewa atau dewi yang berbeda" ucap Laidly.


"Hmm.... aku sedikit merasa iri kepada mereka......" ucap Hito. "Kepada orang orang kuil....? kenapa kau iri kepada orang yang kesehariannya di habiskan hanya untuk menyembah dewa atau dewi mereka" ucap Laidly. "Bukan itu, hanya saja aku iri kepada dewa atau Dewi mereka, dewa atau Dewi itu di sembah sembah dan yang menciptakan mereka di biarkan dan mereka sama sekali tidak mengenalnya" ucap Hito.


"Apa yang baru saja kau katakan Hito....? pencipta dewa atau Dewi.....? apakah ada hal seperti itu....?" ucap Laidly. "Ya.... ada yang menciptakan alam semesta dan segala hukum di dunia itu, dia tercipta dari ketiadaan dan menciptakan segalanya" ucap Hito. "Aku belum pernah mendengar ajaran seperti itu, dari mana kau mendengarnya.....?" ucap Laidly.


"Dari mana....? ya aku tau sendiri, dan juga dia menciptakan empat alam yang berbeda" ucap Hito. "Empat alam....? aku hanya tau ada dua alam, yaitu alam iblis atau lebih sering di sebut dunia iblis dan dunia ini" ucap Laidly. "Semuanya ada empat, alam dewa tempat tinggal para dewa dan tempat itu di tinggali oleh malaikat yang juga menyembah semua dewa dan Dewi" ucap Hito.


"Ti..... Tidak ada sihir......?!! bagaimana mereka hidup kalau tanpa sihir....?" ucap Laidly yang terkejut mendengar itu. "Ya.... mereka hidup seperti biasa, akan tetapi teknologi mereka jauh berkembang dari dunia ini, ada sebuah mesin yang membantu mereka dalam melakukan hal hal dan kalau berpergian mereka tidak menggunakan kereta kuda atau yabg sebagainya" ucap Hito.


"Tanpa kereta mudah....? apakah mereka hanya jalan kaki, kalau begitu mereka pasti sangat kuat" ucap Laidly. "Tidak, mereka jalan kaki hanya ke tempat dekat kalau jauh mereka menggunakan transportasi" ucap Hito. "Anu.... tuan, apakah saya boleh bertanya lagi.....?" ucap Shannara. "Ya.... tentu saja, siapa yang tidak memperbolehkanmu bertanya...." ucap Hito.


"Baiklah, transportasi dan mesin itu apa....?" ucap Shannara. "Hmm.... sedikit sulit mengatakan, karena aku hanya sering melihat dan tidak terlalu mendalami itu, tunggu aku akan berpikir dan mengingat kembali" ucap Hito. "Oh.... ternyata Hito juga harus berpikir tidak selalu dapat menjawab" ucap Laidly.


"Ya.... otak manusia sulit untuk mengingat ingat" ucap Hito. Tak lama hito berpikir dan ia pun mendapatkan jawaban. "Transportasi itu adalah sebuah benda yang di gunakan untuk berpergian, hampir sama seperti kereta kuda akan tetapi tidak menggunakan kuda, melainkan menggunakan bahan bakar" ucap Hito. "Oh.... tak lama juga Hito langsung menjawab, kalau Masin apa.....?" ucap Laidly.


"Mesin kah....? Mesin adalah suatu alat atau peralatan yang cara kerjanya didasarkan kepada perubahan dua bentuk energi pada suatu sistem tertentu. Bentuk energi yang umum diubah pada mesin ialah energi mekanik atau energi listrik. Tujuan pengubahan energi pada mesin adalah untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia" ucap Hito. "Apa apaan njir......? aku sama sekali tidak bisa memahami tentang penjelasan barusan....!!!" ucap Laidly.


"Hahahaha..... jangan salahkan aku, salahkan saja otak milikmu yang tidak bisa memahami" ucap Hito. "Apa apaan kau....?! kau menghinaku.....?! mau adu pengetahuan....?!!" ucap Laidly yang emosi. "Kau....? barusan saja otakmu akan mengeluarkan asap, mau bilang adu pengetahuan.....?" ucap Hito. "Oh.... ya, benar juga, kalau begitu yang lainnya saja" ucap Laidly.


"Yang lainnya....? seperti apa....? apakah kau bisa mengatakannya....?" ucap Hito. "Hmm.... kalau bertarung aku sudah pernah kalah, pengetahuan aku pasti kalah, lah apa.....? aku tidak tau seperti aku bisa menang dalam hal apa saja" ucap Laidly. "Ya.... masih belum tentu, tapi aku tidak terlalu peduli meski menang atau kalah, kecuali kalau menang aku mendapatkan hal yang ku suka aku pasti akan mengusahakan untuk menang" ucap Hito. "Cih.... bajingan licik, hanya ingin hal untuk dirinya sendiri" ucap Laidly. "Ya..... seperti itu, kalau ada yang enak kenapa tidak...." ucap Hito.


[Note: Dunia yang tidak di sebutkan Hito adalah dunia roh, di dunia roh yang tinggal di sana di tinggali orang roh roh yang tidak bisa bereinkarnasi karena suatu hal. (Nanti saja akan di jelaskan hal hal yang membuat roh roh di dunia roh tidak bisa reinkarnasi)].