
"Itu, saya ingin mengatakan kalau saya ingin menjadi bawahan Anda......" ucap ratu laba laba. "Hah.....?! apakah aku tidak salah dengar......? bisakah kau katakan sekali lagi ....?" ucap Hito.
"Saya ingin menjadi bawahan Anda dan menjadi lebih kuat, seperti yang anda katakan tadi saat pertama kali bertemu......" ucap ratu laba laba. "Hah.....?! kapan aku berkata seperti itu......?" ucap Hito yang sambil berpikir dan juga ia cukup bingung.
"Tidak apa, kalau anda tidak mengingatnya, tapi saya masih ingat, jadi tenang saja...." ucap ratu laba laba. "Hah.....? sepertinya dia salah sangka, dan juga kalau aku mengatakan kalau dia salah sangka itu akan membuatnya kecewa dan aku tidak ingin merasa bersalah, lebih baik aku akan ikuti saja permintaannya" batin Hito.
"Baiklah, aku tidak masalah kalau kau mau jadi bawahan ku" ucap Hito. "Ya.... saya dengan senang hati......" ucap ratu laba laba. Hito pun kemudian berdiri dan mendekati ratu laba laba yang sedang duduk. "Pats....." hito menempelkan telapak tangannya di kepala ratu laba laba. "Apakah kau bersedia melakukan kontrak antara tuan dan bawahan.....?" ucap Hito. "Ya.... saya bersedia...." ucap ratu laba laba.
"Apakah kau siap menerima apa di perintahkan oleh orang yang melakukan kontrak denganmu tanpa terkecuali.....?" ucap Hito. "Ya.... saya akan menerima semua yang di perintahkan oleh tuanku" ucap ratu laba laba. "Dan terakhir, sang tuan akan mengetahui keberadaan, juga akan mengetahui kondisi dan luka yang di di terima bawahan akan di bagi dua dengan tuan, dan itu adalah kontraknya" ucap Hito.
Dan dari telapak tangan Hito pun mengeluarkan cahaya yang bersinar hanya beberapa saat. Dan kontrak pun berhasil, lambang kontrak akan terukir pada jiwa bawahan. "Yup.... sudah selesai" ucap Hito yang kemudian kembali ke tempat pancingan miliknya berada. "Tuan.... sepertinya tadi ada kesalahan, pada syarat kontrak terakhir...." ucap ratu laba laba.
"Hmm.... udah ada yang salah, memang begitu jangan di pedulikan" ucap Hito. "Baiklah, kalau itu keinginan anda..." ucap ratu laba laba. "Ya.... aku akan kembali memancing, kau bisa pergi kemana kau mau pergi....." ucap Hito yang sambil memperhatikan ke arah laut apakah ada ikan yang menggigit kail pancing miliknya. "Anu.... tuan apakah saya boleh duduk di samping anda.....?" ucap ratu laba laba.
"Ya.... boleh boleh saja, duduk saja aku juga bukan pemilik tanah ini" ucap Hito. "Baiklah, terima kasih" ucap ratu laba laba. "Tidak perlu, kalau hal seperti ini kau tidak perlu bertanya" ucap Hito. Dan ratu laba laba pun duduk di samping Hito. "Oh ya, kalau tidak salah kau tidak bilang, kalau kau ingin menjadi bawahan ku dan ingin menjadi lebih kuat kan.....?" ucap Hito.
"Benar tuan, setahu saya kalau memiliki tuan yang sangat kuat, kekuatan kamu akan meningkat" ucap ratu laba laba. "Ya.... tidak sepenuhnya salah sih, tapi ada hal yang lebih bagus untuk meningkatkan kekuatan, apakah kau tau itu.....?" ucap Hito. "Ya.... menaikkan level dengan cara membunuh bukan.....?" ucap ratu laba laba. "Hmm.... tidak salah, tapi itu bukan jawaban yang aku inginkan" ucap Hito.
"Kemudian apa jawaban yang ingin anda dengar.....?" ucap ratu laba laba. "Ada cukup banyak, tapi aku akan mengatakan tiga saja, yang pertama adalah latihan keras, meski cara ini membutuhkan waktu yang sangat lama, karena pertumbuhan setiap makhluk berbeda beda" ucap Hito. "Yang kedua dan yang ketiga apakah akan menghabiskan waktu yang lebih sedikit dari yang pertama" ucap ratu laba laba.
"Jadi ini tidak terlalu bagus, dan yang menerima, bagaimana dengan keadaan yang menerima kekuatan itu....?" ucap ratu laba laba. "Hmm.... tidak terlalu banyak, palingan kalau tubuh si penerima tidak kuat menahan kekuatan yang di transfer, tubuh penerima akan meledak, begitu singkatnya" ucap Hito. "Bukankah tidak sesimpel itu.....?" ucap ratu laba laba. "Apakah kau ingin ku jelaskan hingga menyeluruh.....? aku bisa saja akan tetapi sangat panjang, bagaimana.....?" ucap Hito.
"Tidak, kapan kapan saja, dan yang terakhir apa....?" ucap ratu laba laba. "Yang terakhir adalah menggunakan sihir gabungan, kau gabungkan sihir jaring milikmu dengan sihir apapun, aku akan contohkan agar lebih mudah" ucap Hito yang sambil berdiri, kemudian ia menghadap ke arah satu pohon yang cukup jauh dari hutan. "Sihir, Spider Rope" Hito menggunakan sihir yang berupa tali laba laba ke arah pohon itu.
"Sruup..... tap....." tali yang hito buat itu meluncur dan menempel pada pohon itu. "Yup, mantap dan aku akan tambahkan sihir Api" ucap Hito. "Sihir, Flame" Hito menggunakan sihir api, sihir itu membakar tali laba dan mengarah ke pohon. "Burn....." pohon yang tadi tertempel tali langsung terbakar hingga habis. "H.... hebat.....!! tuan apakah saya juga bisa menggunakannya.....?" ucap ratu laba laba.
"Tentu saja, tapi hanya beberapa sihir elemen yang bisa di gunakan dan bisa singkron dengan jaring laba laba milikmu" ucap Hito. "Berarti tidak semua sihir biasa di gunakan" ucap ratu laba laba. "Ya.... yang pertama api seperti tadi, kemudian di tambahkan racun dan beberapa lainnya" ucap Hito. "Kalau dengan racun bagaimana.....?" ucap ratu laba laba.
"Hmm.... ya hanya tinggal melempar tali berbetuk vertikal atau horizontal, yang terpenting adalah kau harus bisa minimal melukai dan kalau bisa memotong lawan mu" ucap Hito. "Oh.... tapi saya masih belum bisa melakukan hal itu" ucap ratu laba laba. "Hmm.... oh ya, tambahan tapi ini hanya aku saja yang bisa melakukannya" ucap Hito.
"Apa itu tuan, apakah saya bisa mengetahuinya.....?" ucap ratu laba laba. "Ya.... tentu saja, kalau kau meminum darahku meski satu tetes, kekuatan yang kau miliki akan meningkat dan juga kau bisa berevolusi kalau beruntung" ucap Hito. "Apa itu bisa terjadi.....? saya masih belum percaya" ucap ratu laba laba. "Tidak apa kalau kau tidak percaya, tapi kau bisa bertanya pada tiga naga besok pagi" ucap Hito.
"Pats....." hito mengelus kepala ratu laba laba dan ia kemudian duduk di sampingnya. "Anu.... tuan apakah saya bisa bertanya sesuatu.....?" ucap ratu laba laba. "Ya....? kau mau tanya apa.....? tanyakan saja, aku akan menjawabnya jika bisa" ucap Hito.
[Note: Membuat kontrak atau memberikan nama pada seekor monster akan membuat monster itu menjadi lebih kuat meski hanya sebagian kecil. Dan mana si pemberi nama atau si pembuat kontrak akan berkurang berdasarkan spesies, level, dan atau kekuatan dari makhluk yang akan di kontrak atau di beri nama. Semakin tinggi level, spesies atau kekuatan dari makhluk itu, akan menghabiskan mana yang banyak juga].