Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.50 Selesai Latihan



Laidly, Illuka, Illuya, Melisa dan Ananse pun kembali latihan ucap untuk meningkatkan aliran mana mereka. Hito dan Shannara melihat mereka, Hito dan Shannara mengamati mereka agar tidak melakukan kesalahan.


Beberapa jam kemudian mereka berhenti latihan karena hari sudah mencapai sore hari dan akan menjelang malam hari. Mereka duduk di pinggir api unggun, dan Hito memasak untuk makan malam. Hito memasak daging yang cukup banyak. "Hito..... kapan makannya matang......?" ucap Laidly.


"Sabarlah, memasak butuh waktu tidak bisa langsung jadi" ucap Hito. "Ya.... ya..... baiklah....." ucap Laidly sambil memalingkan wajahnya ke samping. Beberapa saat kemudian setelah daging yang di masak matang, mereka pun makan secara bersamaan.


Mereka makan daging dengan lahap di samping api unggun yang menyala dan mencarikannya kehangatan di malam hari. Dan setelah makan, mereka pun tertidur di luar sana. Tak berselang hari demi hari, Minggu demi Minggu dan bulan demi bulan pun terlewati dengan keseharian yang sama yaitu, dari pagi sampai sore latihan dan untuk malam hari beristirahat.


Mereka pun sudah melewati tiga bulan latihan. Laidly, Illuka, Illuya dan Ananse sudah mencapai tahap ketiga aliran mana, sedangkan untuk Melisa ia hanya mencapai tahap kedua aliran mana. Di pagi hari Hito tidak menyuruh mereka melakukan latihan seperti hari kemarin.


"Hito, apakah tidak ada latihan lagi......?" ucap Laidly. "Ya.... sekarang tidak ada yang bisa ku ajarkan pada kalian...... woah.... aku barusan mengatakan kata kata legenda seorang guru beladiri" ucap Hito. "Apa maksudnya tidak ada yang bisa di ajarkan lagi.....?!" ucap Melisa. "Ya.... kalian sudah banyak belajar, sekarang pergilah aku akan melanjutkan kegiatan ku yaitu berkeliling dunia" ucap Hito.


"Hah..... tapi kan, masih banyak lagi yang bisa di lakukan....." ucap Laidly. "Sudahlah, pergilah kembali ke goamu dan lanjutkan latihan dengan sendiri, kalian juga" ucap Hito. "Baiklah, saya akan kembali ke tempat saya, dan kalau anda ada waktu anda juga bisa mengunjungi tempat saya, saya akan menyambut Anda dengan senang hati" ucap Ananse.


"Ya..... nanti aku akan mengunjungimu" ucap Hito. "Ya..... saya akan menunggu kedatangan anda, tuan..... kalau begitu sampai jumpa...." ucap Ananse yang kemudian melesat dengan cepat, Ananse pergi kembali ke wilayahnya. "Ya..... kalau begitu, kami berdua juga akan melakukan sesuatu hal, terima kasih atas beberapa saat ini, tuan Hito.....'' ucap Illuya.


"Ya..... terima kasih tuan...... anda sangat membantu membuat kami menjadi lebih kuat, tuan....." ucap Illuka. "Ya.... kalian pergilah" ucap Hito. "Ya.... kalau begitu, aku juga akan pergi, suatu hari nanti aku akan menemanimu dan mengalahkan dirimu Hito......" ucap Laidly. "Ya.... aku akan menunggumu bisa mengalahkan diriku" ucap hito sambil tersenyum.


"Prak..... wush......" Laidly mengepakkan sayapnya dan kemudian terbang pergi ke arah goa tempat tinggal nya. "Oh ya, untuk kau Melisa, ada sesuatu yang ingin aku berikan" ucap Hito. "Apa.....? apa yang akan kau berikan padaku Hito.....?" ucap Melisa. "Gaya bertarung mu adalah menggunakan pedang bukan" ucap Hito.


"Ya.... benar sekali, aku menggunakan pedang untuk bertarung, memangnya ada apa.....?" ucap Melisa. "Karena bertarung mu menggunakan pedang aku akan memberi sebuah pedang dari tiga pedang yang akan aku tunjukkan" ucap Hito. Dan kemudian Hito pun mengeluarkan sebuah pedang.



"Ini yang pertama, bagaimana menurutmu.....? ini pedang buatan ku sendiri, jika kau mau aku akan memberikannya, atau kau masih ingin melihat yang lainnya.....?" ucap Hito. "Hmm..... Aku ingin melihat yang lainnya dulu" ucap Melisa. "Ya..... baiklah kalau begitu" ucap Hito. Dan Hito pun menunjukkan pedang yang satunya.




"Ini yang ketiga, ini adalah great sword, kalau masalah serangan jangan di tanya akan tetapi beratnya yang bisa menjadi masalah" ucap Hito. "Hmm...... kalau great sword aku tidak terlalu suka, kalau begitu aku akan ambil yang kedua saja" ucap Melisa. "Hmm..... pilihan yang bagus" ucap Hito.


Hito pun memasukkan dua pedang yang tersisa kembali ke library of weapons. "Yosh, kalau begitu bagaimana kalau aku akan melihat seberapa kuat dirimu" ucap Hito. "Apakah aku dan kau akan bertarung.....?" ucap Melisa. "Yah..... bagaimana.....? apakah kau tidak suka, aku akan menggunakan elemen yang sama seperti mu yaitu api" ucap Hito.


"Eh.....? apakah elemen mu juga api.....?" ucap Melisa. "Kau tidak perlu tau banyak, bagaimana apakah kau mau.....?" ucap Hito. "Ya..... tentu saja, aku menerima nya" ucap Melisa yang bersemangat. "Ya.... ayo kita lakukan sparing" ucap Hito. "Sparing.....? apa itu.....?" ucap Melisa. "Lupakan saja, dan ayo lakukan" ucap Hito.


Melissa pun mengambil jarak dan memalukan kuda kuda. Ia memegang pedangnya dengan erat, dan ia pun fokus pada pedang yang ia pegang itu. "Sihir, Burning Sword" seketika api pun menyelimuti pedang yang Melisa pegang. "Bersiaplah Hito, aku akan mengalahkan dirimu" ucap Melisa.


"Ya.... majulah, jangan ada rasa ketakutan atau bekas kasihan" ucap Hito. "Sihir, Sword Embers" seketika pedang kayu yang di pegang Hito itu pun berubah menjadi seperti bara api. "Wush....." Melisa pun melesat ke arah Hito dengan cepat. Hito pun ikut melesat ke arah Melisa dengan mengikuti kecepatan Melisa.


"Tiiingg......!!!" keduanya pun saling menghantamkan pedangnya dengan sangat keras. "Hito, kenapa pedang kayu mu tidak hancur padahal itu sudah menjadi bara api" ucap Melisa. "Hahahah..... semakin sedikit yang mau semakin baik, tapi aku akan mengatakan singkat kalau punyaku itu bukan pedang biasa" ucap Hito.


"Oh.... begitukah, kalau begitu aku akan mulai serius" ucap Melisa. "Ya, silahkan serius daripada banyak bicara, tingkatkan api mu menjadi api biru'' ucap Hito. "Bagaimana mungkin aku bisa menggunakan api biru, pedang ini akan meleleh" ucap Melisa. "Percayalah pada pedang yang kau pegang" ucap Hito.


"Ya..... baiklah, aku akan melakukan apa yang kau katakan" ucap Melisa yang kemudian menghempaskan Hito ke arah belakang. "Sssrrrrtttt......." Hito menggesekkan telapak kakinya untuk menghentikan agar Hito tidak terhempas lebih jauh. "Huh..... ayo lakukan" ucap Melisa yang mempercayakan semuanya pada pedang yang di pedangnya.


"Sihir, Blue Fire Sword" seketika pedang yang di pedang Melisa di selimuti oleh api biru yang padat. "Wow.....!! aku berhasil, dan juga pedang ini tidak meleleh" ucap Melisa. "Yah.... selamat atas keberhasilannya, dan sekarang kau bisa melakukan serangan" ucap Hito. "Ya..... baiklah, aku akan maju, bersiaplah Hito,.......!!" ucap Melisa.