
Hito kemudian menyelimuti Katla, sierra dan Alef yang sedang tidur menggunakan kain. "Tak... tak... tak....." Hito menumpuk batang kayu yang sudah di potong dan kemudian membakar kayu itu.
"Huft.... Bakar bakar" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan sebuah daging dan membakar daging itu. Di saat Hito membakar daging ada makhluk yang menghampirinya. Makhluk itu terlihat seperti keong akan tetapi ukurannya sangat besar, ukurannya sekitar setengah meter termasuk cangkang mereka. Makhluk itu tidak hanya satu akan tetapi ada banyak. "Hehehehe..... " tawa Hito dengan wajah yang cukup menyeramkan. "Hih......!!" para keong itu pun ketakutan dan berniat kabur, akan tetapi itu sudah terlambat.
"Sihir, Net Spider" Hito menggunakan sihir jaring yang keluar dari telapak tangannya dan menangkap semua keong yang ada di sana. "Wow.... aku bisa berkosplay menjadi sepidermen" ucap Hito. Setelah itu hito mengikat ujung jaring agar para keong itu tak bisa kabur. "Yosh.... waktunya cari yang lainnya" ucap Hito yang kemudian pergi sambil membawa daging yang sudah di bakar dan juga para keong. "Nyam.... hmm..... aku merasakan kehadiran yang menjijikkan" ucap Hito yang sambil makan. Tak lama Hito berjalan dan juga daging yang ia makan itu habis dan hanya menyisakan tulang dengan panjang dua meter dan lebar lima belas centimeter.
"Hmm.... daging naga es lumayan enak, aku akan masak untuk kapan kapan" ucap Hito. Di saat Hito berjalan, Hito pun berhenti karena mencium sesuatu bau. "Iuh...... apa apa bau ini..... sangat busuk, nafsu makan ku jadi hilang" ucap Hito. "Kekekeke...... oh.... ada manusia, selamat datang di peristirahatan terakhir mu......" ucap seorang Undead perempuan. "Uh.... sebaiknya kau membersihkan diri, meski mayat hidup bau mu sangat busuk" ucap Luke.
"Sialan.... manusia satu ini....... wahai bawahan ku, keluarlah......." ucap Undead perempuan itu. Dan sebuah tangan muncul ke permukaan dari bawah pasir, dari tangan itu kemudian muncul para mayat hidup yang menatap ke arah Hito. "Ah..... mayat hidup, jadi kau Lich, hmm..... begitu" ucap Hito. "Kenapa kalau kau tau aku ini Lich, kau akan mati di sini" ucap Lich itu. "Bruuuakk......" Hito menjatuhkan tulang yang ia bawa itu ke atas pasir. "Sihir, Aromatic Water" Hito menyemprotkan air ke para Undead dan Lich itu.
"A-apa ini.....? jangan jangan......?!!" ucap Lich itu. "Ya kau benar, ini adalah air wangi" ucap Hito. "Eh.....? yang benar saja......?" ucap Lich itu yang raut wajahnya dari terkejut menjadi datar. Tak hanya Lich tapi juga para keong juga berwajah datar seolah mereka mengerti kejadian itu. "Terserah saja, para Undead serang dia.....!!" ucap Lich itu dan para Undead itu menerjang ke arah Hito. Hito pun mengambil kembali tulang yang ia jatuhkan tadi.
"Yosh..... waktunya bermain sebentar" ucap Hito. "Wush......" sekali hantam Hito menghempaskan beberapa mayat hidup hingga mereka terpental tak tau kemana. "Wush.... wush..... wush....." hanya dengan beberapa kali pukulan, mayat hidup yang banyak itu hanya tinggal satu. "Baiklah yang terakhir, bersiaplah......" ucap Hito dengan tatapan tajam. "Hih.....!!!" mayat hidup itu pun merasa hidupnya terancam dan berlari menjauh dari Hito.
"Berlari tak ada gunanya" ucap Hito. "Wushh...... Pruuuatt......" mayat hidup itu pun terpukul dengan sangat keras bahkan tubuhnya terpencar ke sebagai arah dan kepala mayat hidup itu pun terbang jauh ke langit. "Wow..... home run......" ucap Hito. "A-apa, bagaimana bisa nya dengan sangat cepat membunuh para mayat hidup yang aku ciptakan" ucap Lich itu. "Kau akan tau kalau kau merasakannya langsung" ucap Hito. "Wush....." Hito dengan cepat melesat dan berada di belakang Lich. "Buuuakkk....!!" Lich itu langsung terpukul dengan sangat keras hingga tubuhnya hancur.
Hito berjalan menuruni karena goa itu jalannya turun.
Beberapa saat Hito berjalan, ia masih belum menemukan tempat harta tersimpan. "Anjir, mana ini harta yang di simpan, tunggu saja kalau harta yang ku dapat mengecewakan, akan ku bunuh sampai jutaan kali si zombie itu" ucap Hito. Dan tak lama Hito berbicara seperti itu, ia pun sampai di depan sebuah pintu. "Hmm.... pintu.....? sepertinya di kunci" ucap Hito yang sambil mendorong pintu itu. "Hmm.... sepertinya kuncinya di bawa si zombie itu, tapi sepertinya hancur saat aku pukul tadi" ucap Hito.
"Pintu tanpa kunci, tak masalah, di pukul pun jadi" ucap Hito yang kemudian memukul pintu itu dengan sangat keras dan membuat pintu itu terbuka secara paksa. "Mantap, sekarang kita liat harta yang di dapat" ucap Hito. Di dalam tempat itu terdapat banyak harta dan ada sebuah perempuan yang tersegel ke dalam kristal bening. Perempuan yang terdapat di dalam kristal itu sangat cantik, dengan warna rambut hitam panjang, kuku sedikit panjang, memiliki tanduk di kepalanya dan memakai pakaian yang minimalis.
"Woah......!!! banyak sekali hartanya" ucap Hito yang kemudian mengambil harta itu tanpa memperdulikan perempuan yang tersegel di dalam kristal. Beberapa saat kemudian, Hito berhasil mengambil semua harta yang ada di tempat itu dan hanya ada perempuan di dalam kristal. "Hmm..... kristal ini cuma sihir biasa, tapi kenapa ada yang terperangkap, pasti di cewe yang sangat bodoh" ucap Hito.
"Sihir, Break" Hito menggunakan sihir dan seketika menghancurkan kristal itu, perempuan yang tersegel itu pun lepas dari segel. "Hahaha...... berbanggalah karena telah melepaskan diriku ini......" ucap perempuan itu. "Untuk apa, kau cuma cewe bodoh yang bisa bisanya tersegel dalam sihir biasa seperti itu..... dan sekarang ku ucapkan selamat tinggal" ucap Hito yang kemudian membalikkan badannya. "Hey..... tunggu, tidakkah kau terpesona dengan diriku yang sangat cantik ini......?" ucap perempuan itu.
"Dengar ya..... orang yang bilang cantik, itu hanya ucapan kepada diri sendiri tidaklah ada yang istimewa, dan para bidadari yang sangat cantik mereka saja tidak menganggap bahwa mereka cantik dengan membanggakan seperti mu......" ucap Hito. "Apakah kau pernah melihat bidadari itu.....?" ucap perempuan itu. "Tidak, yang kulihat adalah bidadari yang telah jauh dari surga, dan dia adalah yang berbicara dengan ku saat ini...... canda deh...." ucap Hito. "Eh..... A-aku maksud mu......?" ucap perempuan itu. "Bye bye, semoga bisa bertemu lagi....." ucap Hito yang kemudian menghilang.