
"Yo..... manusia kenapa kau datang ke tempat ku.....?!" ucap naga tersebut dengan nada merendahkan. "Kampret.....!! siapa juga yang mau datang ke tempat ini......?! aku juga tidak mau ke tempat ini lebih baik aku tetap di hutan sana....." ucap Hito. "Cih.... manusia, kau sudah ku sambut dengan sedikit sopan karena kau manusia dan kau malahan berkata seperti itu....." ucap naga tersebut.
"Sihir, Fire Ball....." naga tersebut mengeluarkan bola api berwarna ungu dari mulutnya dan bola api tersebut melesat ke arah hito. "Cih.... ternyata tidak ada cara lain selain bertarung yah....." ucap hito. "Sringg....." hito dengan mudah membelah bola api itu dengan pedang yang hanya keluar lima sentimeter. "Ba.... bagaimana kau membelah bola api ku.....?!" ucap naga tersebut.
"Ya pikirkan sendiri, aku melakukan ini hanya sebagai pembelaan diri" ucap Hito yang berada di belakang naga tersebut. "Style #109, Cutting precision" Ucap hito yang berada di belakang naga tersebut. "Bagaimana kau bisa ada di belakang ku dan sejak kapan....?! dan kenapa kau terlihat terbalik" ucap naga tersebut yang sudah terpotong potong.
"Hah.... padahal aku tidak mau melawan mu, tapi kau menyerang ku terlebih dulu dan aku terpaksa melawanmu" ucap Hito. Kemudian hito mengumpulkan beberapa daging yang bisa di makan dari naga tersebut. Setelah hito membereskan sisa sisa naga itu pun menghilang dan tersisa sebuah kristal. "Hmm.... aku simpan juga ini" ucap Hito yang mengambil kristal tersebut.
"Hmm.... aku sudah mengalahkan bos dan apakah aku naik level sekarang.....?" ucap Hito yang kemudian melihat jendela status miliknya.
"What the..... tapi semua statusku sudah terlihat dan juga kenapa berubah jendela status ku....?" ucap Hito. "Ya.... biarlah, dan juga kenapa status milikku seperti cheat njir....?" Ucap Hito. Dan seketika muncul sebuah notifikasi yang bentuknya hampir mirip dengan jendela status milik hito. "Hmm.... mari kita lihat apa ini...." ucap Hito.
"Wah..... ini notifikasi setelah menyelesaikan labirin ini, dan karena aku muak dengan tempat ini lebih baik aku keluar" ucap Hito yang kemudian menyentuh kata keluar. Setelah menyentuh kata keluar, terdapat hitungan mundur sekitar satu menit, dan hitungan mundur itu adalah waktu sebelum hito keluar dari tempat itu.
"Sebelum aku keluar mending aku mengambil semua harta yang ada di tempat ini" ucap Hito. "Harta.... harta.... harta...." ucap Hito yang tersenyum lebar sambil mengambil berbagai macam jenis harta yang ada di tempat bos tersebut. Dan tanpa di sadari hitungan mundur itu tinggal sepuluh detik lagi. "Eh.... tunggu sebentar aku belum selesai mengambil ini semua" ucap Hito. Dan hitungan mundur tetap berjalan.
"Tidak ada pilihan lain selain aku menggunakan Sihir" ucap Hito. "Sihir, Looting" hito menggunakan sihir dan kemudian seluruh area memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan tapi hanya remang remang. Waktu hitungan mundur pun mencapai satu dan seketika hito langsung berteleport keluar dari labirin, ia berada di depan goa saat ia meninggalkan danau tengah hutan.
"Eh.... ternyata aku kembali ke tempat ini" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan seperti biasa ke arah kanannya. Tak lama ia berjalan ia terpikirkan sesuatu. "Hmm..... aku tadi membawa daging kadal berapi tadi" ucap Hito yang sambil mengambil sepotong daging dari naga yang hito kalahkan tadi.
Dan kemudian hito melihat ada sebuah pohon besar dan di pohon tersebut terdapat banyak sekali buah. "Wah..... buah itu sepertinya enak, dan juga matahari sudah hampir sore, sebaiknya aku bermalam di sini" ucap Hito. Dan Hito pun menyiapkan tempat untuk ia tidur, tempat untuk api unggun dan juga ia memetik beberapa buah yang ada di pohon itu.
Hito menyiapkan tempat ia bermalam di bawah pohon besar yang memiliki banyak sekali buah. Hito yang telah membuat api unggun itu mencoba memasak daging naga yang ia dapatkan tadi. Hito memasak dengan apa yang ada, dan setelah matang hito mencoba mencicipi daging tersebut. "Hmm..... rasanya lebih enak dari pada saat mentah" ucap Hito.
Dan Hito pun makan beberapa daging dan di akhir dia makan buah dari pohon di belakangnya. "Hmm.... apa apaan ini....?! buah ini sangat enak dan manis" ucap Hito yang makan satu buah. Setelah hito kenyang ia pun tidur dengan beralaskan dedaunan. Malam pun berakhir singkat dan waktu pun menjelang pagi, hito yang tertidur pun terbangun.
"Whooam..... sudah pagi kah" ucap Hito. Dan setelah itu Hito pun bangun, setelah bangun hito melakukan push up, sit up, dan squat puluhan ribu kali. "Sembilan ratus ribu sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan...... seratus ribu....." ucap Hito yang telah menyelesaikan Seratus ribu push up, sit, up, dan squat. Dan di saat hito baru selesai dan ia baru saja berdiri, ia sudah di kepung oleh lima monster.
"Gggrrrr...... Groooo....!!!" lima monster tersebut mengaum sambil melihat dengan tatapan tajam ke arah hito. "Ho..... kalian melihat ku sebagai mangsa kah......?" ucap Hito. "Swesh......" monster tersebut melesat ke arah hito secara bergantian. "Heh..... kalian mau membantuku untuk meregangkan badan....?" ucap Hito. "Zinngg....." hito pun langsung menghilang dari tempat ia tadi berada.
"Tap....." Monster pertama yang melesat ke arah hito itu mendarat di tempat hito tadi berada dan karena hito menghilang monster tersebut melihat ke kanan dan kiri. "Hey.... apakah kau mencari ku.....? itu tidak perlu dan sekarang matilah" ucap Hito yang berada di atas monster tersebut. "Tap..... Duuuakkk....." hito yang berada di atas monster tersebut memegang kepala bagian atas monster dan kemudian membanting dengan sangat keras ke tanah.
"Tap....." hito pun langsung melompat dan berdiri di samping monster yang baru ia serang tadi. Monster yang di serang hito itu kepalanya remuk dan hampir hancur lebur. "Ah..... apakah aku terlalu banyak menggunakan kekuatan ku....? ya sudahlah, Sekarang giliran kalian" ucap Hito sambil melihat ke arah monster lainnya.
Para monster yang melihat hito dengan melihat ke arah mereka itu pun langsung berbalik arah dan berlari dengan sangat cepat. "Heh..... kenapa lari....? bukankah kalian yang ingin membantu meregangkan badan tapi kenapa hanya satu....?" ucap Hito. Dan monster yang berlari menjauh dengan secepat mungkin. "Style #95, Direct Slash" seketika hito langsung berada di depan monster yang sedang berlari tersebut, hito dan monster memiliki jarak yabg lumayan dekat sekitar 25 meter. "Cruuaat....." seketika kepala monster yang tersisa langsung copot dari lehernya.
[Note: Privilege adalah sebuah skill yang bersifat pasif dan tidak semua orang memiliki Privilege, orang yang memiliki skill ini kekuatan mereka bisa melebihi kekuatan batas manusia normal di dunia itu].