
"Hah....?! apakah aku tak salah dengar.....?" ucap sierra. "Ya.... kau tak salah dengan dan ayo mulai, kalian bertiga lawan aku" ucap Hito. "Baik......" ucap mereka bertiga yang kemudian mengambil jarak yang cukup jauh dari hito.
"Jangan jauh jauh, meski jauh itu tak akan merubah hasil akhir" ucap Hito. "Ya..... baiklah, ayo kita mulai.....!!" ucap sierra yang sudah mengambil kuda kuda. "Sihir, Golem Maker....." Alef membuat sebuah Golem yang hanya memiliki tinggi dua meter akan tetapi golem yang ia ciptakan itu lebih padat. "Huft......" Katla pun menarik nafas dan mengambil kuda kuda. "Ya.... siap siap aja, jangan sampai lengah......" ucap Hito.
"Swash..... wash......" Hito mengayunkan sebuah pedang berwarna hitam pekat bahkan tak memantulkan cahaya matahari. "Wush....." Hito pun langsung melesat dengan cukup cepat ke depan. "Wush....." Sierra pun juga ikut melesat ke arah Hito. "Swash......!!" keduanya secara bersamaan menebaskan pedangnya. "Tingg......!!!" kedua pedang mereka beradu. "Hmm.... lumayan, tapi ada hal penting yang perlu kau perhatikan, Sierra....." ucap Hito.
"Tingg......" Hito langsung menepis pedang Sierra ke atas dengan kaki kanannya. "Wush...... Buuaakkk....." Hito pun menendang dengan cukup keras di bagian perut Sierra dan membuat Sierra terlempar kebelakang. "Wush.....!! Duuuaarrrr......!!" golem milik Alef memukul dengan cukup keras dan membuat pasir yang terkena pukulan golem itu berhamburan. "Hmm..... kalau cuma kekuatan saja, tak berguna, Golem itu harus ke atas pertahanan yang sangat keras" ucap Hito yang berada di atas kepala Golem.
"Tap......" Hito pun melompat ke atas sambil menunjuk ke arah Golem menggunakan pedangnya. "Style, Destroyer....." Hito yang akan mendarat di tanah itu sambil menyarungkan pedangnya. "Tap....." Hito mendarat di atas pasir dengan berdiri tegak. "Sudah selesai......" ucap Hito. "Duarrr......!!" golem buatan Alef itu pun langsung hancur berkeping keping. "Masih belum, aku masih bisa.....!!!" ucap Alef yang masih belum menyerah.
"Masih bisa apa.....? masih bisa berdiri......? atau apa.....?" ucap Hito yang sudah ada di belakang Alef. ".......!!!" Alef pun terkejut karena Hito tiba tiba saja ada di belakangnya. "Sudah, tidurlah untuk sekarang...." ucap Hito yang kemudian memukul bagian tengkuk Alef dengan gagang pedang yang ia bawa itu. "Bruuukk......" Alef pun terjatuh karena tak sadarkan diri. "Dua sudah beres, keduanya tak akan bangun untuk sementara....." ucap Hito. "Baiklah, saya menyerah tuan......" ucap Katla.
"Sriiing......" Hito dengan cepat mencabut pedangnya dari sarung pedang dan mengarahkan pedang ke leher Alef. "Kalau kau seperti itu aku akan memotong leher bocah ini dengan mudah....." ucap Hito dengan nada datar. "Tuan.... anda tak akan melakukan itu kan......?" ucap Katla dengan ragu ragu. "Tidak, aku akan melakukannya dan juga dengan cewe yang terbaring di sana" ucap Hito yang ambil menusukkan ujung pedangnya ke kulit Alef dan mengeluarkan sedikit darah.
"Kau pilih mana.....? maju atau mereka berdua akan ku penggal" ucap Hito. "Jangan.... jangan..... mereka adalah teman pertama ku, aku tak mau kehilangan lagi......." Batin Katla yang tak ingin kehilangan lagi. "Jangan......!!!" ucap Katla yang kemudian melesat ke arah Hito dengan sangat cepat. "Hahahaha...... akhirnya kau mau maju....." ucap Hito. "Hiiiyyyaa......!!" Katla melesatkan pukulan ke arah Hito. "Duaakkk....." pukulan Katla di pantulan dengan memukul pukulan Katla. "Gunakan sihir, apakah cuma ini yang kau punya......?" ucap Hito.
"Wush..... Buuuakk......" Hito melesatkan pukulan dengan cepat, Katla pun tak sempat menangkis atau menghindar pada akhirnya ia terhempas kebelakang. "Ugh...... tuan tak main main....." ucap Katla. "Ya..... seperti aku akan memotong leher ini....." ucap Hito yang sambil mengangkat pedangnya. "Wush....." Hito pun akan menebas leher Sierra yang sedang berbaring di atas pasir. "Tidak.... Tidak... tidak......!!" ucap Katla dan saat pedang Hito akan mengenai kulit Sierra, Katla mengeluarkan aura yang cukup menusuk.
"Ini yang aku tunggu, bagaimana perasaan mu Katla.....?" ucap Hito. "Huh.....?" ucap Katla yang bingung dan tubuhnya sudah berubah. Muncul tanduk di pelipis, tanduk itu berwarna putih dan melengkung ke belakang serta kukunya mulai berubah menjadi cakar dan muncul sisik meski hanya di beberapa bagian saja. "Kau cukup keren, Katla..... dan kita akhiri sampai sini....." ucap Hito.
"Eh.....? tadi itu hanya sandiwara.....? anda tak beneran akan memotong leher mereka kan......?" ucap Katla. "Ya.... aku cuma sandiwara...... aku ingin kau mengeluarkan wujud mu itu....." ucap Hito. "Bruuukkk....." Katla pun jatuh terduduk dan matanya berkaca kaca. "Hiks.... Hiks.... huaaaa....... aku....kira anda beneran..... Hiks......" ucap Katla sambil menangis dengan keras. "Eh.....? maaf Katla....." ucap Hito yang kemudian melesat ke depan katla.
Hito pun memeluk Katla dan sambil mengelus kepalanya. "Maafkan aku kalau itu membuat mu seperti ini....." ucap Hito. "Ya.... hiks...." ucap Katla yang sambil menangis keras. "Sudah, keluarkan saja aku akan ada di sini sampai kau puas....." ucap Hito. Beberapa saat kemudian, Katla pun berhenti menangis. "Sudah selesai.....? maafkan aku ya....." ucap Hito yang sambil mengelap air mata Katla.
"Ya... tak apa tuan, dan juga maafkan karena memperlihatkan sisi buruk ku" ucap Katla. "Tidak, kua tak perlu minta maaf, itu juga salah satu emosi yang harus di miliki kalau kau punya hal yang berharga....." ucap Hito. "Apakah tuan juga memiliki hal berharga......?" ucap Katla. "Ya.... aku juga punya hal yang berharga....." ucap Hito. "Apakah itu tuan.....?" ucap Katla yang penasaran. "Itu adalah kau, dan kalian ini......" ucap Hito yang sambil tersenyum tipis.
"Sudah, apakah kau sudah bisa berdiri sendiri....." ucap Hito. "Ya.... maaf merepotkan tuan......" ucap katla yang kemudian berdiri. "Tidak apa, aku akan jadi sandaran hati kalau kau sedih dan aku juga akan membantu kalian sebisa ku....." ucap Hito. "Terima kasih banyak, tuan....." ucap Katla sambil tersenyum lebar ke arah Hito. "Oh ya..... tadi itu apa.....? aku merasakan kekuatan yang mengalir dalam tubuhku" ucap Katla. "Itu adalah wujudmu dalam mode hybird" ucap Hito.
"Huh.....? Hybird......? bukankah aku hanya manusia......?" ucap Katla. "Tidak, kau itu setengah manusia dan naga, salah satu dari orang tua mu adalah naga, bisa ayah atau ibu mu" ucap Hito. "Eh....? tunggu dulu..... seperti aku tau" ucap Katla.