
"Siapa kalian.....? dan apa tujuan kalian ke desa ini......?" ucap penjaga itu. "Hmm.... aku orang yang kemarin ke sini dan tadi malam aku keluar untuk melakukan beberapa hal, dan kemudian bertemu dengan mereka" ucap Hito.
Di saat Hito menjelaskan situasi, ada seorang penjaga yang memanggil Hito. "Hey.... dia itu kenalan ku, biarkan mereka masuk" ucap penjaga itu. "Ya.... karena ketua mengatakan begitu, kalian masuk saja....." ucap penjaga itu. Hito dan yang lainnya pun masuk melewati gerbang dan menghampiri penjaga itu.
"Terima kasih banyak ya....." ucap Hito. "Bukan apa apa, dan juga barang dari mu sangat memuaskan, aku suka sekali dan kau sama sekali tak bohong" ucap penjaga itu. "Oh.... begitu, apakah aku bisa minta tolong.....?" ucap Hito. "Ya.... katakan saja, aku akan membatu mu" ucap penjaga itu.
"Bisakah kau mencari tempat tinggal buat mereka.....? dan juga bisa ajak mereka berkeliling.....?" ucap Hito. "Hmm.... tapi....." ucap penjaga itu. "Kalau masalah uang aku akan memberikannya" ucap Hito yang memberikan sepuluh koin emas. "Tapi ini kebanyakan,......" ucap penjaga itu. "Tak apa pak penjaga, kau bisa ambil sisanya" ucap Hito yang kemudian pergi berjalan ke arah desa.
"Hey.... kalian ikuti dia ya, kalau begitu aku akan pergi sampai jumpa......" ucap Hito. "Hey.... namaku Carver tolong di ingat Hito....." ucap Carver. Dan Hito yang berjalan pun menuju ke tempat ia menginap. Tak lama Hito yang berjalan pun sampai di depan penginapan. "Hmm..... meski sekarang masih pagi, kalau aku masuk lewat depan pasti akan ditanyai, kalau begitu lebih baik aku kembali lewat jendela" ucap Hito.
Hito pun kemudian melompat ke arah jendelanya. "Tap......." Hito mendarat di jendela dengan jongkok. "Duuuakkk......!!" saat Hito sampai di jendela, pintu kamarnya hancur di hancurkan oleh Melisa. "Hito...... apakah kau baik baik saja......?" ucap Hito. "Baik baik saja gundul mu itu.....?! kau menghancurkan pintu rumah orang.....!!" ucap Hito.
"Hi.... Hito, siapa perempuan itu......?" ucap Melisa. "Oh.... dia.... dia siapa ya.....? aku juga tak tau" ucap Hito. "Lah terus kenapa dia ada di tempat tidur mu.....?" ucap Melisa. "Yah..... ceritanya sangat panjang, jadi aku males menceritakannya" ucap Hito. "Ah..... ada apa berisik berisik......" ucap perempuan yang baru bangun. "Oh.... dia bangun....." ucap Hito.
"Siapa kalian.....? dan bukankah aku ada di dalam kurungan....." ucap perempuan itu. "Hmm..... kau sudah bebas, dan sekarang kau mau apa.....?" ucap Hito. "Eh..... bisa tolong ceritakan lebih lanjut......?" ucap perempuan itu. "Boleh saja" ucap Hito. "Woy .... sialan kau, tadi kau bilang ceritanya panjang, tapi saat dia yang tanya kau jawab" ucap Melisa.
"Dia adalah korban dan kau cuma orang luar jadi beda" ucap Hito. "Sial.... kalau begitu ceritakan aku akan mendengarkan" ucap Melisa. "Hmm..... jadi awal mula, saat tengah malam aku melihat ada orang yang menarik gerobak, karena penasaran aku melihat ke sana, kemudian terjadi pukulan, setelah itu aku menemukan mu dan membawa mu ke sini" ucap Hito.
"Tapi tubuhku rasanya menjadi lebih ringan dan hal yang mengikat ku sudah lepas" ucap perempuan itu. "Ya..... tentu saja aku yang melepas nya" ucap Hito. "Tapi hito.... aku penasaran apa yang terjadi pada orang itu" ucap Melisa. "Hmm..... sebaiknya kau tak tau karena itu adalah hal yang tak baik untuk di katakan" ucap Hito.
"Oh.... ya, aku ingin tau siapa namamu......? aku hito, Kasha Hitohito" ucap Hito. "Hmm.... aku tak memiliki nama" ucap perempuan itu. "Eh.....? bagaimana bisa kau tak memiliki nama.....?" ucap Melisa. "Ya.... aku tak ingat, aku hanya di panggil budak no.5 dari kecil, berarti aku tak memiliki nama" ucap perempuan itu.
"Hmm.... kau tak punya nama kah, kalau akan aku kasih nama" ucap Hito. "Hey.... hey.... kau siapanya mau seenak sendiri memberi nama" ucap Melisa. "Aku Hito, dan orang yang akan berpetualang dengannya" ucap Hito. "Jadi akan aku beri nama, Norberta Katla" ucap Hito. "Norberta Katla......? hmm.... aku suka nama yang kau berikan Hito....." ucap Katla. "Ya.... syukurlah kalau kau suka" ucap Hito.
"Baiklah, sekarang kita turun, dan makan, setelah itu kita keliling dan pergi dari desa ini" ucap hito. ”Kau akan pergi dari desa ini hari ini juga....?" ucap Melisa. "Ya.... aku kira di sini ada tempat penempaan yang memadai ternyata tidak, aku akan ke kota" ucap Hito. "Oh.... begitukah, baiklah aku akan di sini untuk beberapa hari lagi" ucap Melisa.
"Oh ya, sebelum itu, Katla gantilah pakaian, kurang enak kalau kau terlihat seperti itu, aku merasa tak enak" ucap Hito. "Tapi, berganti dengan pakaian mana......?" ucap Katla. "Hmm.... kau coba pakai ini" ucap Hito yang mengeluarkan sebuah pakaian dan memberikannya kepada katla.
"Baiklah, kau pakaian dan aku akan keluar" ucap Hito. "Ya..... aku juga akan keluar" ucap Melisa yang ikut keluar kamar bersama Hito. Setelah Hito dan Melisa keluar, Katla pun mengganti pakaian yang ia pakai. Tak lama kemudian, Katla pun sudah berganti pakaian, Hito dan Melisa pun kembali ke kamar itu untuk melihat Katla.
"Waw..... sangat mantap, bagus sekali, aku kira itu tak akan pas, ternyata sudah perfect" ucap Hito. "Bahasa mana itu Hito......?" ucap Melisa. "Hehehe..... kau tak perlu tau, dan juga ada yang kurang" ucap Hito. "Sihir, Clean" Hito menggunakan sihir dan membuat semua yang ada di kamar itu bersih. "Yeah.... sekarang sudah mantap" ucap Hito. "Apa yang barusan kau lakukan Hito.....?" ucap melisa.
"Membersihkan, ada apa memang nya.....?" ucap Hito. "Tubuhku rasanya lebih segar dan entah bagaimana mengatakannya" ucap Melisa. "Eh.... aku kira apa, ternyata cuma hal yang tak penting" ucap Hito. "Cih..... tapi katla kau terlihat sangat cantik, aku mengakui hal itu...." ucap Melisa. "Ya.... dia sangat cantik" ucap Hito. "Apakah benar begitu.....?" ucap Katla dengan sedikit malu.
"Dengan rambut warna putih dan dengan mata ungu sangat cantik" ucap Hito. "Ya.... dia benar, entah kenapa Hito menjadi normal padahal dia tak seperti ini" ucap Melisa. "Apa maksud mu.....? kau mengajakku bertarung.....?!" ucap Hito. "Hahahaha.... mana mungkin aku mengajak mu bertarung, sudah dipastikan aku akan kalah" ucap Melisa.