
"Ya.... kalau aku tak menahan diri kalian sudah hangus bahkan sudah tak ada dari awal mulai" ucap Hito. "Eh....?! seberapa kuat kau kalau menggunakan seluruh kekuatan mu.....?" ucap Sierra. "Hmm.... ya bisa di bilang kekuatan ku tak terbatas, yaitu yang bisa aku tunjukkan hanya sebagian kecil, apakah kalian mau lihat......?" ucap Hito.
"Eh....?! ya aku juga bisa mempelajari apa yang kau tunjukkan" ucap Sierra. "Ya..... kalau ada kelinci percobaan akan aku tunjukkan" ucap Hito. "Eh.... ya baiklah, aku juga ingin melihatnya tapi aku akan bersabar untuk bisa melihatnya'' ucap Sierra.
***
Sementara itu di tempat lain terdapat seseorang yang melihat ke arah Hito, Katla dan Sierra. "Kukuku.... sepertinya mereka pantas untuk di jadikan bahan percobaan kekuatan Golem pasir ku ini" ucap orang itu yang berdiri di pundak sebuah Golem yang terbuat dari pasir.
"Hmm...... sepertinya ada yang mendekat" ucap Hito yang sambil melihat ke arah Golem yang berada jauh dari tempatnya. "Ada apa hito.....? kenapa kau seperti merasakan sesuatu" ucap Sierra. "Ya.... apakah anda kurang enak badan......?" ucap Katla. "Ga.... cuma ada sesuatu yang cukup besar mengarah ke sini" ucap Hito.
Tak lama Golem itu pun muncul dari pasir yang ada di depan Hito, Katla dan Sierra. "Kukuku..... apakah kalian terkejut melihat, diriku yang hebat ini......?!!" ucap orang yang naik Golem itu. "Hmm..... ga juga, aku sudah tau tapi tak ku sangka cuma keronco dengan sebuah Golem pasir" ucap Hito. "Itu besar sekali..... apakah itu Golem......?" ucap Sierra.
"Ya.... golem paling lemah dari semua Golem yang ada" ucap Hito. "Apa...?! apa yang barusan kau bilang.....?!!" ucap orang yang berada di atas Golem dan terlihat cukup marah setelah dikatai kalau Golem miliknya adalah Golem lemah. "Aku mengatakan sejujurnya, hanya dengan siraman air saja, itu Golem udah bisa hancur" ucap Hito.
"Ugh..... tak ku sangka kau tau kelemahan golem ku, tapi apakah itu bisa mengalahkan diriku......? di sini banyak pasir dan di sini adalah domain ku, aku tak terkalahkan di sini" ucap orang itu. "Ya.....ya.... kau lebih unggul di tempat pasir ini" ucap Hito. "Hito.... kau bisa menunjukkan kekuatan mu dengan menggunakan Golem itu sebagai kelinci percobaan" ucap Sierra.
"Hmm..... sepertinya menarik" ucap Hito yang sambil tersenyum tipis. "Tuan terlihat cukup menyeramkan kalau seperti itu" ucap Katla. "Hahaha.... maaf kalau itu membuat mu takut" ucap Hito. "Ya.... tidak apa apa" ucap Katla. "Baiklah, kalian diam di tempat kalian dan jangan sampai pingsan" ucap Hito. "Ya..... siap" ucap Sierra.
Hito pun maju beberapa langkah. "Hmm..... jadi kau yang akan melawan ku meski tau kau berada di domain ku" ucap orang itu. "Ya..... tempat pasir kecil ini adalah domain mu, tapi seluruh alam semesta yang ada adalah domain ku" ucap Hito. "Kuahahaha...... lawak kau deck, jangan seperti itu hanya ingin menyemangati diri sendiri agar tak takut dengan ku" ucap orang itu.
"Kuahahaha...... menarik sekali, manusia......" ucap Hito yang tertawa lepas kemudian mengeluarkan sedikit aura, hawa pembunuh dan intimidasi ke area sekitar. "Ugh......!! apa apaan ini, udara rasanya berat sekali" ucap orang itu. Udara terasa sangat berat, langit menjadi mendung, dan rasa takut memuncak hingga ke titik tertinggi. "Kuahahaha......!!! bagaimana rasanya......? kau menyukainya,.......?" ucap Hito yang tertawa lepas.
"Ini anak, apakah dia sebenarnya sangat kuat atau dia yang belum menyadari kekuatan atau potensi nya.......?" batin Sierra. "Kekeke...... takutlah wahai mahkluk rendah...... kau itu bukan apa apa di bandingkan diri ku ini" ucap Hito dengan tersenyum lebar. "Kuh..... apa apaan ini......?!" ucap orang itu yang merasakan ketakutan yang amat mendalam.
"Ah..... sial, aku terlalu terbawa suasana, maaf karena membuat sedikit ketakutan dan bisa membuat kalian trauma" ucap Hito. "Jreeeezzz......" hujan pun turun dan mengguyur gurun pasir yang tandus itu. Golem pasir yang di tunggangi seseorang itu pun secara perlahan hancur karena terkena air hujan.
"Huft...... aku selalu saja terbawa suasana seperti ini....." ucap Hito yang sambil menghela nafas panjang. "Tuan......" ucap Katla yang sambil berlari ke arah Hito dan diikuti dengan Sierra. "Eh...... Golem ku akan hancur...... ah....!!!!" ucap orang yang baik Golem itu dan kemudian terjatuh karena Golem yang di naiki itu hancur.
"Brruukkk......." orang yang naik Golem itu pun terjatuh ke pasir basah karena air hujan. "Tuan..... anda tak apa apa.....?" ucap Katla. "Kebalik pertanyaan mu itu, seharusnya aku yang menanyakan itu, apakah kalian baik baik saja.....?" ucap Hito. "Ya..... saya baik baik saja, tapi Sierra sepertinya tidak......" ucap Katla. "Hah.....?! siapa yang kau maksud barusan.......!!" ucap Sierra yang sambil menyembunyikan rasa takut meski kakinya sedikit gemetar.
"Sudahlah, kalian istirahat saja" ucap Hito. "Sihir, Sunny Weather" Hito menggunakan sebuah sihir dan kemudian hujan pun berhenti setelah hujan berhenti, awan mendung secara perlahan menghilang. "Yah...... kalau begini kan bagus, cerah...." ucap Hito. "Ya..... tapi kenapa kau bisa melakukan seperti itu......?" ucap Sierra yang penasaran.
"Aku cuma mengeluarkan hawa pembunuh, intimidasi dan tekanan, dan itu terjadi....." ucap Hito. "Apakah aku juga bisa melakukan seperti itu......?" ucap Sierra. "Hmm..... sepertinya tidak, tubuh manusia memiliki batasan untuk mengeluarkan yang aku katakan tadi, tapi kau bisa membuat lawan mu merasakan ketakutan dan mengusir mereka tanpa melakukan pertarungan" ucap Hito.
"Hmm.... apakah aku juga bisa melakukannya,.....? kalau begitu ajari aku" ucap Sierra. "Kenapa harus belajar......? tak perlu belajar kau bisa menggunakan itu...." ucap Hito dengan santai. "Aku saja tak tau konsep mengeluarkan hawa yang kau maksud" ucap Sierra. "Hmm..... sebagai contoh, seperti apa ya......" ucap Hito yang sambil berpikir.
"Seperti apa hito......?" ucap Sierra yang sudah tak sabar. "Apakah sama seperti orang yang sedang marah, tuan.....?" ucap Katla. "Ya..... mirip seperti itu, saat melihat atau membuat seseorang marah kau akan merasakan bahwa dia akan menyerang mu, meski dia hanya menatap mu kan.....?" ucap Hito. "Hmm..... ya, aku pernah melihat seperti itu, bahkan sering" ucap Sierra.
"Ya.... konsep nya sama seperti itu, tapi lebih ke arah yang sedikit berbeda saja" ucap Hito. "Hmm..... sebagian kecil aku mengerti" ucap Sierra.