Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.72 Uang Kembalian



"Hmm.... kau punya apa saja.....?" ucap penjaga itu. "Aku memiliki banyak hal, dari senjata.... makanan, potion, hadiah, dan lain lain, kau mau membeli apa.....?" ucap Hito.


"Hmm.... Baiklah, aku ingin membeli potion saja" ucap penjaga itu. "Kau ingin membeli potion apa....?" ucap hito. "Hmm.... potion apa saja yang kau bawa.....?" ucap prajurit itu. "Hmm..... ya banyak, dari penyembuhan sampai racun pun ada" ucap Hito. "Hmm.... baiklah, aku beli potion penyembuhan" ucap prajurit itu.


"Ya..... satu potion penyembuhan, dengan harga lima koin perunggu" ucap Hito. "Apa.....?! Lima koin perunggu,......?!!" ucap prajurit itu yang terkejut histeris. "Ya ... ada apa memangnya......? apakah kemahalan......? kalau kemahalan aku bisa menurunkan harganya" ucap Hito. "Tidak, cuma harganya saja yang sangat murah, harga potion penyembuhan tingkat rendah itu seharga sepuluh koin perunggu, kalau yang sedang sekitar tujuh koin perak dan untuk yang potion tingkat atas sangat mahal" ucap prajurit itu.


"Hmm.... dengan harga segitu kah..... ya terserah saja, aku jual dengan harga ku sendiri" ucap Hito. "Hmm.... ya terserah saja, aku beli satu potion saja" ucap prajurit itu. "Ya..... ini, lima koin perunggu" Ucap Hito sambil memberikan satu potion penyembuhan. "Ya.... ini lima koin perunggu" ucap prajurit itu sambil memberikan uang kepada Hito.


"Ya.... pas lima koin perunggu, jadi aku pergi dulu, kalau mau menemui ku, cari saja sebelum aku pergi dari tempat ini" ucap Hito. "Ya.... terima kasih" ucap prajurit itu. "Iya.... sama sama" ucap Hito yang sambil masuk ke dalam. "Hmm..... apakah ini memang potion penyembuhan.....! dengan harga segitu ini pasti bukan item yang bagus" ucap prajurit itu setelah Hito pergi.


Dan Hito yang sudah masuk ke dalam desa, Katla dan Sierra sudah menunggu hito. "Hito.... kau lama sekali......?" ucap Sierra. "Ya, salah sendiri menunggu ku di sini, aku sedang menjual barang yang ku punya" ucap Hito. "Berapa barang yang terjual, tuan......?" ucap Katla. "Ya, tak banyak cuma satu, tapi ya syukur ada yang beli....." ucap Hito.


"Ya.... sekarang kita akan pergi ke penginapan atau tidak.....?" ucap Sierra. "Ya.... kau mau tidur di pinggiran jalan...?" ucap Hito. "Mana mungkin aku mau tidur di jalanan" ucap Sierra. Dan mereka pun berkeliling sambil mencari sebuah penginapan. Tak lama mereka pun menemukan sebuah penginapan.


"Wah.....tak lama akhirnya menemukan penginapan...." ucap Hito. "Tak lama pantat mu.....!! sudah berkeliling dua jam lebih karena mengikuti mu, apakah aku itu buta arah.......?" ucap Sierra. "Aku juga tak tau, sepertinya iya...." ucap hito. "Ah.... pantesan....." ucap Sierra sambil menghela nafas.


"Ya.... mau bagaimana lagi, apakah kau yang akan memandu jalan.....?" ucap Hito. "Ogah.... kau pikir aku bisa membaca arah dengan mudah.....? aku hampir sama seperti mu" ucap Sierra. "Ah.... ternyata sama saja, bagaimana dengan mu, Katla......?" ucap Hito. "Ya..... aku tak pernah belajar tentang arah, jadi tak tau" ucap Katla. "Hmm.... kelompok ini memang sangat serasi sekali, semua tak ada yang bisa membaca arah, tapi masih bisa berpindah desa, kota bahkan kerajaan" ucap Hito.


"Ya.... ini juga sedikit menarik" ucap Sierra. "Ya.... dengan begitu, petualang akan menjadi lebih seru" ucap Katla. "Hmm.... kau tau juga, Baiklah sekarang kita masuk ke penginapan" Ucap Hito, dan mereka pun masuk ke dalam. "Permisi......" ucap Hito yang sambil masuk ke dalam penginapan. "Ya..... ada yang bisa ku bantu.....?" ucap pekerja yang menyapa dengan senyum ramah.


"Oh ya, kalian makan tidak.....?" ucap Hito kepada Sierra dan Katla. "Hmm.... aku masih kenyang, tuan...." ucap Katla. "Oh, begitukah, bagaimana dengan mu Sierra......?" ucap Hito. "Sama saja, aku masih belum mood makan" ucap Sierra. "Oh, begitukah..... kalau begitu tambah tiga porsi makanan dan bawa ke kamar ku" ucap Hito yang ambil memberikan satu koin emas.


"Eh.....? total semuanya tiga puluh dua koin perak, kembalian enam puluh delapan koin perak" ucap pekerja itu yang kemudian menghitung uang kembalian. "Uang kembalian nya, aku ga akan ambil, aku berikan pada mu dan teraktir minum orang orang yang ada di sini sekarang" ucap hito.


"Tuan, apakah benar anda tak ingin uang kembalian......?" ucap pekerja itu. "Iya, sebaiknya kau ambil saja kembali, siapa tau nanti kau gunakan untuk membeli sesuatu" ucap salah satu pelanggan di sana. "Tidak, aku ingin memberikan uang tip pada pekerja ini dan membelikan kalian minum" ucap Hito.


"Apakah kau serius.....?" ucap pelanggan itu. "Iya, aku traktiran kalian minum" ucap Hito. "Kau bangsawan dari mana.....? aku belum pernah melihat mu" ucap pelanggan itu. "Iya, benar, kau dari mana.....?" ucap pelanggan lainnnya. "Aku bukan bangsawan, aku hanya pedagang keliling" ucap Hito. "Oh.... ya baiklah, mari bersulang demi pedagang yang membelikan minum kita......" ucap pelanggan itu.


"Iya.....!! bersulang......." ucap para pelanggan lainnnya. "Oh ya, mana kunci kamarnya.....?" ucap Hito. "Oh ya.... maaf, aku lupa memberikan kuncinya" ucap pekerja itu yang sambil memberikan tiga kunci. "Ya.... baiklah, jangan lupa antar" ucap Hito. "Ya.... dalam beberapa saat, makanan akan di antar ke tempat anda" ucap pekerja itu.


Kemudian, Hito, Katla dan Sierra pun pergi ke kamar yang mereka pesan. "Huft...... perjalanan masih jauh untuk bisa ke tempat tambang" ucap Hito yang sambil duduk di tempat tidur. "Hmm.... tempat tidur ini lumayan, sudah bagus" ucap Hito. Dan tak lama terdengar ketukan dari pintu kamar Hito. "Tok.... tok.... tok....." terdengar tiga ketukan di pintu luar kamar Hito.


"Iya.... buka aja, tak di kunci" ucap Hito. "Permisi......" ucap pekerja itu yang sambil membawakan makanan pada Hito. "Ini makanan nya tuan....." ucap pekerja itu. "Ya.... terima kasih" ucap Hito. "Ya.... sama sama, sekarang saya akan pergi" ucap pekerja itu yang kemudian keluar dari kamar Hito. "Yosh..... sekarang waktunya makan...." ucap Hito.


Hito mendapatkan tiga roti dengan sup daging, dan juga mendapatkan air putih pada setiap porsi. "Hmm..... aku memesan tiga porsi, apakah akan cukup......?" ucap Hito. Dan Hito pun makan makanan itu dengan lahap, tak membutuhkan waktu lama, ia langsung menghabiskan makanannya. "Ah..... enak sekali" ucap Hito. Dan kemudian Hito pun menaruh peralatan makan di atas meja dan ia pun berbaring di atas tempat tidur.