
"Ah.... sial, kenapa momennya pas sekali" ucap Sierra. "Ya... aku juga tak tau" ucap Hito yang sambil makan. "Ya.... aku juga akan makan...." ucap Sierra. Dan mereka pun makan bersama, dan beberapa saat makanan pun habis.
Setelah makan, Sierra melanjutkan perkataannya bahwa dia ingin pedang milik Hito. "Bagaimana Hito.....? apakah kau mau memberikan pedang itu....?" ucap Sierra. "Ogah.... sudah ku bilang, takkan ku berikan pedang itu....." ucap Hito. "Ayolah..... bagaimana kalau uang.....? akan ku berikan uang untuk membeli pedang itu....." ucap Sierra.
"Hmm.... kau takkan bisa membeli pedang itu, pedang itu harganya sangat mahal" ucap Hito. "Berapa.....? seribu,......? dua ribu atau tiga ribu......? aku bisa bayar" ucap Sierra. "Hmm..... pedang itu takkan bisa kau beli pakai uang, bagaimana kalau kau bisa mengenai diriku meski satu serangan aku akan memberikan pedang itu" ucap Hito.
"Yang benar.....?!! apakah kau serius Hito.....?!!" ucap Sierra. "Ya.... kalau kau bisa, bagaimana......? apakah kau setuju.....?" ucap Hito. "Ya..... kapan waktunya......?" ucap Sierra. "Tak ada batasan waktu, kau bisa mengajakku kapan pun sampai kau bisa mengenai ku satu serangan" ucap Hito. "Ya.... baiklah kalau begitu, sekarang juga ayo lakukan" ucap Sierra.
"Ya....dengan senang hati" ucap Hito, mereka pun keluar dari tempat itu. "Tunggu dulu, sekalian juga sambil pergi dari tempat ini" ucap Hito. "Ya.... kita perlu membeli tenda dan lain lain" ucap Katla. Dan mereka pun pergi ke toko untuk membeli beberapa hal, setelah membeli Hito memasukkan ke dalam sihir penyimpanan miliknya.
"Yup.... sudah selesai, sekarang kita bisa pergi" ucap Hito. "Ya..... tentu saja, aku sudah siap selalu" ucap Sierra. Dan mereka pun menuju ke gerbang desa. "Yo.... Hito, mau ke mana kau....?" ucap Nake. "Ya, aku mau pergi, melanjutkan kembali perjalanan" ucap Hito. "Oh.... begitu ya, kalau begitu hati hati di jalan...." ucap Nake. "Ya.... sampai ketemu lagi, dan juga jangan memaksakan diri lagi....." ucap Hito yang sambil berjalan menjauh dari desa dan diikuti oleh Katla dan Sierra.
"Huh.....?! jangan jangan...... yang kemarin....." ucap Nake yang mengingat kejadian tadi malam. "Hmm..... pada akhirnya semua akan tau, tapi aku terkadang tak peduli dengan itu....." ucap Hito. "Kau bicara apa Hito.....?" ucap Sierra. "Tidak, aku cuma berbicara sendiri" ucap Hito. "Oh.... begitu kah" ucap Sierra.
Mereka berjalan ke arah Padang pasir yang membunuh banyak orang dan orang orang menghindari tempat itu. Tempat itu bernama 'Sand of Blood' adalah gurun yang sangat berbahaya dan sangat tak terjamah sama sekali, meski begitu di dekat gurun itu terdapat sebuah sungai kecil.
Hito, Katla dan Sierra pergi ke pinggiran sungai yang berada di tempat Sand of Blood. "Hmm.... di sini sepertinya bagus, ada sumber air dan juga tak terlalu panas karena berada di dekat sungai" ucap Hito. "Ya.... tempat ini sangat bagus" ucap Katla. "Baiklah Hito.... kapan akan mulai.....?" ucap Sierra. "Ya... ya ... kita sedikit menjauh dari tempat ini" ucap Hito. "Ya.... tak masalah" Ucap Sierra.
Mereka pun pergi sedikit jauh dari pinggiran sungai, mereka menjauh sekitar dua ratus meteran. "Bagaimana dengan segini......?" ucap Sierra. "Ya.... tak masalah" ucap Hito. "Aku boleh menggunakan segala cara ya.....?" ucap Sierra. "Ya ... kau boleh melakukan semua cara, dan aku hanya akan menggunakan pedang kayu ini" ucap Hito yang mengeluarkan pedang kayu yang biasa ia gunakan.
"Hmm..... Sierra takkan bisa menang melawan tuan,......" ucap Katla yang hanya melihat. "Wush......!!" Sierra pun langsung melesat ke arah Hito. "Wush.... wush.... wush.... wush....." Sierra menebas ke arah Hito secara membabi buta, akan tetapi Hito dengan mudah mengindari serangan Sierra. "Lambat.... lambat.... percepat serangan mu....." ucap Hito. "Berisik......!!!" ucap Sierra yang kemudian serangannya menjadi lebih cepat.
"Ho..... meski kau seperti tak menerima saran ku, tapi kau gunakan saran ku, menarik....." ucap Hito. "Hehe..... akan ku dapatkan pedang itu....." ucap Sierra. "Berusahalah dengan keras lagi, bocah....." ucap Hito. "Hehehehe..... jangan silahkan aku kalau kau akan terluka" ucap Sierra. "Keluarkan semua kekuatan yang kau punya dan trik yang kau punya....." ucap Hito yang kemudian berdiri sambil menurunkan tangannya yang memegang pedang ke bawah.
"Sihir, Acceleration" Sierra menggunakan sihir yang membuat dirinya lebih cepat. "Sihir, Balance" Sierra menggunakan sihir yang membuat dirinya bisa bertahan dengan kecepatan yang sangat cepat. "Sihir, Strength" Sierra menggunakan sihir yang memperkuat dirinya. "Ho.... menggunakan sihir yang bersifat buff, menarik majulah.....!!!" ucap Hito.
"Wush......!!!" Sierra melesat dengan cepat seperti cheetah. "Sriiing...... triiiingg.......!!!" Sierra melewati Hito sambil melakukan tebasan, dan Hito dengan tenang menangkis tebasan milik Sierra. "Tap....." Sierra berpijak pada satu tumpu dan kembali melesat ke arah Hito dari belakang Hito. "Triiiingg......!!" Hito memutar tubuhnya ke samping dan menangkis serangan Sierra.
"Tap......!!" Sierra kembali berpijak dan melesat kembali ke arah Hito. "Triiiingg......!!" Hito pun menangkis serangan Sierra. "Sudahlah..... kau sudah melakukannya tiga kali, aku sudah bosan dengan itu....." ucap Hito. "Tap....." Sierra kembali berpijak dan melesat ke arah Hito. Hito kemudian jongkok sambil membentangkan tangan kanannya yang memegang pedang ke samping kiri.
"Style, L Style......" setelah jongkok dan Sierra sudah berada di jangkauan pedang milik hito. "Wush......!!" Hito dengan sangat cepat melesatkan tebasan ke arah bagian perut Sierra. "Buuuakkk.......!!" tebasan Hito mengenai langsung pada perut Sierra. "Kuuaaghhh......!!" ucap Sierra yang kemudian langsung tak sadarkan diri. "Wush...... bruuuakk......!!" Sierra yang tak sadarkan diri pun terhempas dan terjatuh dia atas pasir.
"Sudah selesai, aku menang" ucap Hito yang kemudian berdiri dan menghampiri tubuh Sierra yang tak sadarkan diri. "Hmm.... apakah aku memukulnya terlalu keras.....? sepertinya tidak, aku sudah menghentikan pukulan tepat saat mencapai satu atau setengah centimeter" ucap Hito. "Sihir, Recovery...." Hito menggunakan sihir pada Sierra agar luka yang ia terima sembuh dan langsung hilang.
"Tuan.... apakah dia tidak apa apa.....?" ucap Katla yang sambil menghampiri mereka. "Wuuurrrhhh....." muncul seekor monster langsung di depan Katla. "Wrrooroaaaaa........!!!!" monster itu mengaum dengan sangat keras. "Hmm.... cacing kah.... aku penasaran bagaimana rasanya cacing pasir....." ucap Hito.
Ukuran Hito, Katla dan Sierra sangat jauh berbeda dengan sand worm itu, mereka bertiga terlihat seperti seperti batu kerikil kecil.