
"Pasti yang kau maksud itu naga es yang ada di gunung, tapi bukankah dragon lord itu sudah biasa....?" ucap Hito. "Kau tau apa tentang naga, Manusia.....?!" ucap naga tersebut yang sedikit marah. "Kak sebaiknya kita langsung bunuh saja manusia ini" ucap kepala yang satunya. "Ya.... aku ada benarnya" ucap kepala naga yang satunya.
"Kenapa kalian marah....? meski kalian menyerang ku bersamaan, kalian tidak akan menang karena kalian bukan tandinganku" ucap Hito. "Jangan sombong kau manusia, kau hanya manusia tidak akan lebih kuat dari kami yang makhluk sempurna" ucap kedua naga tersebut. "Hahahaha........ lucu sekali, tidak ada salahnya bilang kalau kalian makhluk sempurna" ucap Hito.
"Kau membuatku muak, manusia" ucap salah satu kepala naga tersebut. "Sihir, Deadly Dragon Breath" kedua kepala naga tersebut bersiap untuk menggunakan nafas naga yang berupa racun mematikan. "Wursh........" kedua kepala naga tersebut menyemburkan nafas naga langsung ke hito, dan Hito sama sekali tidak menghindar.
Beberapa saat kemudian kedua kepala naga tersebut berhenti menyemburkan nafas naga. "Sudah dipastikan dia sudah mati, tidak ada yang bisa hidup setelah terkena nafas naga milik kami" ucap kedua kepala naga tersebut. "Huft......" hito membuang nafas melalui mulut di tengah tengah kepulan racun. Tak lama kepulan racun pun menghilang.
"Ba.... bagiamana kau masih hidup.....?!" ucap kedua kepala naga tersebut. "Ya.... mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku mati hanya karena racun seperti ini" ucap Hito. "Tidak mungkin, itu racun yang akan langsung membunuh apapun dan akan melepuh kan kulit" ucap salah satu kepala naga tersebut. "Kenapa kau malah menjelaskan.....? kau kira aku tidak tau.....? dan aku tadi susah bilang kalau kalian bukan tandinganku, oh ya.... karena kalian yang menyerang duluan sekarang giliran ku" ucap Hito.
"Hey.... tunggu.... tunggu...." ucap kedua kepala naga tersebut, akan tetapi hito tidak mendengarkan ucapan kedua kepala naga tersebut. Dan Hito pun mengeluarkan sebuah pisau.

"Yosh.... aku siap, dan akan aku lakukan" ucap Hito. "Wush......" hito langsung melempar pisaunya ke arah leher kedua naga tersebut. Dan naga tersebut melebarkan jarak antara leher satu antara lain untuk menghindari pisau yang hito lemparkan itu, dan pisau tersebut hanya melewati sela sela leher naga tersebut. "Tap....." hito langsung berada di belakang naga tersebut dan memegang pisau yang barusan dia lempar.
"Sriing......!!" hito langsung menebas sambil melesat ke depan. "Tap...." hito mendarat dan berdiri tepat di depan naga dan di tempat yang sama sebelum ia melempar pisaunya. "Apa.....? apakah kau sudah menyerang.....?" ucap kedua kepala naga tersebut. "Ya.... kedua kakimu sudah putus" ucap Hito. "Bohong.... aku masih berdiri dengan kakiku" ucap kedua kepala naga tersebut.
Tak lama naga tersebut merasakan kalau dia seperti akan terjatuh ke depan. "Eh.....?!" ucap naga tersebut yang secara perlahan akan terjatuh ke depan. "Bruuak.....!!" naga tersebut terjatuh ke depan. "Tuh kan.... apa yang aku bilang, salah sendiri tidak percaya" ucap Hito. "Sialan......!!! ini upahmu manusia.....?" ucap naga tersebut. "Ya.... tentu saja, siapa lagi.....? hanya ada kita bertiga di sini" ucap Hito.
Dan kaki naga yang hilang itu beregenerasi sedikit demi sedikit dan naga tersebut pun berdiri kembali. "Hmm.... regenerasi kah.... jadi kau naga tipe itu, apa itu.....? hmm.... itu namanya.....? lupa aku...." ucap Hito yang sambil mengingat ingat. "Yang kau maksud Deadly Dragon.....?" ucap naga tersebut. "Nah.... itu yang ku maksud" ucap Hito.
"Hmm.... dia naga es dan baru saja aku bantu ke ranah dragon lord, dan aku memberi dia nama Laidly" ucap Hito. "Naga menerima nama dari manusia.....? jangan bercanda......!! itu tidak mungkin terjadi" ucap kedua kepala naga tersebut. "Hmm... tunggu sebentar aku akan lakukan sesuatu" ucap Hito. Hito pun mengeluarkan satu biji pohon yang sebagai awal mula Shannara.
Hito pun mulai menanam sebuah biji tersebut di tanah, dan biji tersebut langsung berubah menjadi sebuah pohon besar. "Tsk..... sangat berbasa basi harus bermain main dengan pohon ini" ucap Hito. "Kak.... apakah kau juga merasakannya......?" ucap salah satu kepala naga. "Ya.... itu bukan pohon biasa, tapi itu pohon yang sangat keras bahkan aku tidak bisa mematahkan" ucap kepala naga yang satunya.
"Sriing.....!!" hito langsung melancarkan tebasan dan memotong pohon tersebut menjadi dua. "Bruuak.....!!" pohon tersebut tumbang, setelah tumbang Hito mengumpulkan buah dari pohon tersebut. Meski buahnya sudah tidak ada, pohon tersebut sudah mati dan tidak akan bergerak ataupun menyerang. "Tack....." hito menggigit ibu jarinya dan dari gigitan itu mengeluarkan darah.
Hito meneteskan satu tetes darah ke akar pohon terserah. Luka di ibu jarinya Hito langsung menghilang tanpa ada bekas luka. Dari sisa sisa batang dan akar pohon tersebut pun langsung berubah menjadi Shannara. "Yo.... Shannara kita bertemu lagi....." ucap Hito. "Ya.... tuan, senang bertemu dengan anda...." ucap Shannara. "Siapa dia.....?" ucap salah satu kepala naga tersebut. "Aku tidak tau, kak" jawab kepala naga yang satunya.
"Oh ya.... Shannara apakah kau bisa menggunakan portal.....?" ucap Hito. "Tentu saja, Sekarang saya bisa gunakan, tapi kenapa anda bisa tau......?" ucap Shannara. "Ya.... tentu saja, aku dulu pernah membahas itu kan.... dan juga jangan remehkan tentang pengetahuan ku" ucap Hito. "Baiklah, tapi saya hanya bisa menggunakan portal ke tempat yang sudah tertanam akar saya, dan sekarang hanya di tempat Laidly" ucap Shannara.
"Tidak apa, itu memang tujuan awal" ucap Hito. "Baiklah, akan saya lakukan" ucap Shannara. Dan Shannara pun membuka portal yang menghubungkan dengan tempat Laidly tinggal. "Tuan sudah siap...." ucap Shannara. "Ya.... terima kasih sudah membuatkan" ucap Hito. Hito pun langsung masuk ke dalam portal dan ia langsung berada di tengah tengah goa tempat Laidly.
"Hmm.... ternyata memang tidak banyak yang berubah" ucap Hito sambil melihat ke sekeliling untuk mencari Laidly. "Uh..... dia di tinggal dan sudah tidur.....? dasar naga pemalas....." ucap Hito yang melihat Laidly sedang tidur di pinggir tembok sambil mengenakan jubah yang hito berikan. Hito pun berjalan mendekati ke arah Laidly. Hito yang berada di samping Laidly langsung memegang kerah jubah yang di kenakan Laidly.
"Wush......" hito langsung melempar Laidly ke arah portal agar Laidly langsung berpindah tempat. "Uwa.....!!" ucap Laidly yang terkejut karena ia tiba tiba terlempar.
[Note: Nafas naga berbeda beda setiap naga, Ice Dragon menyemburkan nafas beku, Deadly Dragon menyemburkan nafas racun, Fire Dragon menyemburkan nafas api, Air Dragon menyemburkan nafas air dan sebagainya, masih banyak sekali macam macam naga].