Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.42 Ananse



"Bagaimana cara anda menggunakan sihir para arachne.....?" ucap ratu laba laba. "Tidak perlu terkejut melihat itu, aku bisa menggunakan semua sihir dari berbagai makhluk" ucap Hito. "Dan aku juga pencipta kalian, di mana ada pencipta yang tidak bisa menggunakan kekuatan yang di miliki ciptaannya....?" batin Hito.


"Apakah anda bisa menggunakan sihir dari naga juga.....?" ucap ratu laba laba. "Hmm... ya, dan juga aku sudah mengalahkan dua naga, tapi aku tidak membunuh mereka" ucap Hito. "Dua naga.....? berarti penguasa tempat ini sudah anda kalahkan,.....?" ucap ratu laba laba. "Ya.... mereka juga meminta ku untuk menjadi tuan mereka" ucap Hito.


"Berarti saya bukan yang pertama kali....?" ucap ratu laba laba. "Meski begitu, kau adalah yang pertama berkontrak denganku" ucap Hito. " begitukah....." ucap ratu laba laba dengan nada yang sangat senang. "Yeah.... aku dapat lagi....." ucap Hito yang menarik pancingannya. Ia pun menarik pancingannya ke arahnya.



"Bruakk...." Ikan yang barusan memakan umpan pancingan Hito itu tergelatak di depan hito. "Woah.....Apa ini.....? apakah semacam udang.....? tapi kalau di lihat dari bentuknya seperti ikan" ucap Hito. Ia pun kemudian memasang umpan dan melemparnya kembali ke laut. "Aku simpan lagi saja" ucap Hito yang kemudian melempar ikan berukuran dua puluh centimeter itu ke dalam keranjang.


"Tuan.... apakah saya boleh tanya.....?" ucap ratu laba laba. "Ya.... tanya saja, kalau bisa aku jawab akan aku jawab" ucap Hito. "Ya.... terima kasih, kalau begitu saya akan bertanya, kenapa anda tidak tidur....? bukankah manusia biasanya membutuhkan tidur....?" ucap ratu laba laba. "Oh.... ternyata pertanyaan seperti itu, aku kira apa yang akan kau tanyakan, aku tidak terlalu membutuhkan hal seperti itu, yang paling ku butuhkan hanya energi yang di dapat dari makanan" ucap Hito.


"Jadi, begitu, berarti kalau anda tidak tidur tidak terlalu masalah, tapi yang terpenting makan" ucap ratu laba laba. "Ya.... begitu, omong omong apakah kau mempunyai nama....?" ucap Hito. "Maaf.....? apakah anda bertanya tentang nama....? saya tidak mempunyai nama tuan...." ucap ratu laba laba. "Oh.... begitukah kalau begitu apakah kau mau aku kasih nama....?" ucap Hito.


"Eh....? anda ingin memberikan saya nama....?" ucap ratu laba laba. "Apakah kau tidak mau.....? kalau tidak mau aku tidak akan memaksa, jadi santai saja" ucap Hito. "Tidak, saya dengan senang hati menerima nama dari anda" ucap ratu laba laba. "Ya.... baiklah aku akan memberimu nama Ananse, bagaimana apakah kau tidak menyukainya....?" ucap Hito.


"Ananse.... Ananse, saya sangat menyukainya tuan, mulai sekarang nama saya Ananse" ucap Ananse. "Ya.... syukurlah kalau kau suka namanya, aku tidak perlu bingung mencari nama lagi kalau kau tidak menyukainya" ucap Hito. Dan Hito pun melihat ke arah Ananse untuk melihat status miliknya.



"Hmm..... status miliknya sudah melebihi kekuatan dari naga pada umumnya, apakah karena aku memberinya nama dan melakukan kontrak dengannya.....? tapi ya.... masih jauh dari kata tak terkalahkan, kena satu lempar batu langsung bisa mokad, dan juga kalau melawan Dragon lord sangat tidak ada kesempatan untuk menang" batin Hito.


Sementara itu, Ananse yang di lihat oleh Hito sedikit bingung. "Eh.....? kenapa tuan melihatku seperti itu.....? apakah ada yang salah dengan wajahku.....? apakah ada hal lain.....? aku tidak tau apa yang sedang tuan lihat dariku.....?" batin Ananse. Hito yang sudah melihat status milik Ananse pun memalingkan wajahnya ke arah pancingannya.


"Hmm.... kalau aku menyelam apakah aku bisa mendapatkan beberapa ikan yang cukup besar,.....?" ucap Hito. "Eh.....? sepertinya air di sini cukup dalam, dan hanya yang bisa bernafas di dalam air yang bisa menyelaminya" ucap Ananse. "Itu bukan masalah untukku, dan juga sekarang sudah hampir pagi" ucap Hito. "Apakah secepat itu.....?" ucap Ananse.


"Eh....? tuan apa yang anda lakukan....?" ucap Ananse sambil memalingkan wajahnya ke samping. "Hah....? tenang saja, aku masih memakai celanaku" ucap Hito yang santai. Ananse pun melihat ke arah hito secara perlahan. Ananse melihat tubuh Hito yang sangat terbentuk, otot otot miliknya sangat terlatih.


"Wah..... tuan terlihat sangat keren dan tubuhnya sangat kekar" Batin Ananse. "Ada apa.....?" ucap Hito saat Ananse melihat dirinya. "Ti.... tidak ada apa apa" ucap Ananse. "Oh.... begitukah, baiklah kalau begitu kau bisa tunggu di sini sampai aku kembali" ucap Hito. "Ya..... selamat jalan tuan...." ucap Ananse. "Ya....." ucap Hito yang sambil berjalan ke arah laut.


Hito yang berjalan pun sampai di daerah air dengan kedalaman sekitar dua meter, ia langsung menyelam. "Hmm.... tak ku sangka akan terlihat cukup gelap" batin Hito yang menyelam di dalam air. Hito menyelam di semakin dalam di laut. Saat ia menyelam ia pun bertemu dengan seekor monster laut.



"Wah..... tak ku sangka akan bertemu dengan ini di kedalaman segini" batin Hito dan kemudian ia mengeluarkan pedang kayu miliknya. "Kalau di lihat, ini seperti udang, dan hal yang tidak penting dan tidak teratur di gunakan untuk udang adalah kepala....." batin Hito. "Swash....." hito dengan cepat melesat dan memotong kepala monster tersebut. Kepala monster itu terpisah dari tubuhnya dan monster itu pun mati.


Setelah itu Hito memasukkan tubuh monster itu ke dalam sihir penyimpanan. Setelah menyimpan tubuh monster itu, ia pun melanjutkan menyelam ke area lebih salam. "Tubuh udang barusan cukup besar, kalau di makan cukup untuk mengenyangkan satu setengah hari" batin Hito. Dan Hito yang menyelam pun sampai di perairan terdalam meski ia tidak sampai ke dasar laut.


"Grrooo......" suara monster yang sambil melesat dengan cepat ke arah hito.



"Wah.... apa itu.....? apakah itu gurita.....?" batin Hito yang melihat sesosok monster menuju ke arahnya. "Cih.... kalau gurita itu bisa di gunakan untuk membuat beberapa makanan enak, tidak akan ku sia siakan kesempatan ini" batin Hito. Hito pun melesat juga ke arah monster itu, keduanya sama sama melesat ke arah satu sama lain.


"Datanglah padaku bahan makanan enak......" batin Hito yang sambil menodongkan pedangnya ke depan berniat untuk menusuk kepala monster itu. "Swash......" akan tetapi monster yang menyadari Hito akan menusuk kepalanya itu pun menghindari dengan berenang ke atas. "Cih..... padahal sedikit lagi, kenapa dia bisa berenang secepat itu di dalam air.....?" batin Hito. Dan monster itu pun berenang menjauhkan diri dari hito.


[Note: Tubuh Hito terbentuk dengan sangat bagus dan kekar, akan tetapi tidak ada yang tau karena ia selalu menggunakan jas jubah yang selalu menutupi tubuhnya. Di dalam air siapapun tidak akan bisa berbicara kecuali beberapa makhluk yang tempat tinggalnya di dalam air].