Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.65 Perampok



"Buat apa pak.....? tak perlu seperti itu....." ucap Hito. "Apakah segini kurang.....? akan aku tambak kalau kurang" ucap bapak penjual itu. "Tuan.... sebaiknya terima saja, anda takkan bisa menolak, semakin menolak bapak itu akan memaksa" ucap Katla.


"Hmm.... begitukah, baiklah aku terima saran mu" ucap Hito dengan pelan. "Pak.... segitu udah sangat cukup, akan aku terima dengan senang hati" ucap Hito. "Begitukah, aku senang kau menerima nya" ucap bapak itu. Hito menerima sekantung penuh yang berisi dengan sayur sayuran segar. "Terima kasih banyak ya pak....." ucap Hito.


"Ya.... sama sama" ucap bapak itu dengan tersenyum. Setelah itu Hito pun pergi ke gerbang sambil menarik kuda itu dan di ikuti oleh Katla. Tak lama berjalan, Hito pun sampai di pintu gerbang desa itu. "Yo..... Hito, kau mau ke mana dengan membawa kuda itu.....?" ucap Carver. Hito pun berhenti di depan Carver.


"Aku mau pergi ke kota terdekat di sini" ucap Hito. "Kota.....? oh.... begitu, kenapa kau ingin pergi ke kota.....?" ucap Carver. "Hmm..... aku ingin mengunjungi sebuah tempat di kota, di sini tak ada tempat itu" ucap Hito. "Oh.... baiklah, dan siapa yang ada belakang mu itu.....?" ucap Carver.


"Oh.... dia adalah Katla, Norberta Katla" ucap Hito. "Oh.... salam kenal, aku Carver..... dan bagaimana dengan gadis kemarin.....?" ucap Carver. "Dia akan ada di ini menjadi sebuah petualang, kau bisa bertemu dengannya sampa dia ingin meninggalkan desa ini" ucap Hito. "Oh.... begitu, baiklah, kau bisa pergi Hito" ucap Carver.


"Oh ya ini" ucap Hito yang memberikan beberapa sayuran pada Carver. "Untuk apa ini Hito.....?" ucap Carver. "Ambil aja buat hadiah perpisahan, dan sampai ketemu lagi" ucap Hito. "Oh.... terima kasih banyak, dan juga hati hati di jalan" ucap Carver. "Ya..... Sampai jumpa lagi...." ucap Hito yang kemudian berjalan keluar dari gerbang.


Setelah keluar dari gerbang Hito pun berhenti. "Tuan.... apakah anda bisa menunggangi kuda.....?" ucap Katla. "Hmm..... ga tau aku bisa menggunakan cara lain" ucap Hito. "Cara seperti apa itu tuan.....?" ucap Katla. "Akan aku tunjukkan" ucap Hito yang kemudian mengambil satu buah wortel dan ia berjalan ke depan kuda. "Kuda.... saat aku menunggangi mu, kau berjalan lurus ke sana sampai aku menyuruhmu berhenti" ucap Hito pada kuda sambil memberikan satu wortel.


Setel wortel itu habis, Hito pun berjalan ke samping kuda. "Sudah beres, sekarang kita tinggal naik ke atas kuda" ucap Hito. "Hanya dengan berbicara dengan kuda....? apakah kuda itu mengerti ucapan.....?" ucap Katla. "Setiap makhluk hidup bisa berkomunikasi akan tetapi dengan cara mereka sendiri, jadi ini bisa menjadi pelajaran untukmu" ucap Hito.


Dan setelah itu Hito dan katla naik ke atas kuda. Katla duduk di depan Hito, setelah itu kuda pun berjalan lurus ke arah Utara. "Wah.... apakah ini aman....? tidak nyasar ke tempat lain....?" ucap Katla. "Tenang saja, tak akan terjadi, aku sudah menyuruhnya untuk berjalan lurus ke Utara" ucap Hito. "Ke Utara....? hmm.... ke gunung sana.....?" ucap Katla yang sambil menunjuk sebuah pegunungan Cottysh.


"Tidak, tapi di perbatasan gunung itu, kalau beruntung bisa menemukan sebuah kota" ucap Hito. "Oh..... hanya mengandalkan keberuntungan kah" ucap Katla. "Krauk...." Hito makan sebuah wortel dengan santai. "Tuan.... apakah enak makan mentah seperti itu.....?" ucap Katla. "Ya.... lumayan, rasanya ada manis manisnya dan sedikit keras jadi lumayan lah" ucap Hito.


"Ya aku juga liat, tapi jarak nya sekitar lima kilometer lagi" ucap Hito. Dan jalan kuda pun sedikit melambat karena di depan ada lima orang yang menghentikan jalan mereka. "Berhenti......!!" ucap pemimpin mereka. Dan kuda pun berhenti, setelah itu lima orang itu pun mengepung Hito dan katla. "Kalian berdua turun" ucap pemimpin mereka.


Setelah itu, Hito dan katla pun turun dari kuda. "Ada apa.....? kau ingin membeli sesuatu dari ku.....?" ucap Hito dengan santai. "Hahahaha.... jangan tolol kau, aku menghentikan mu, akan ku rampok kau" ucap pemimpin mereka. "Uh..... kalau tak mau beli, kalian pergi saja sana....." ucap Hito yang mengusir mereka.


"Sialan......!!!" ucap salah satu bawahan yang berlari ke arah Hito dan melayangkan tebasan. "Sriiing..... Cruuuat.....!!" tebasan itu mengenai kuda yang di tunggangi Hito dan kuda itu langsung terjatuh dan mati seketika. "Oh.... tidak.....!! kuda yang baru aku beli beberapa jam lalu, sialan kalian .....!!" ucap Hito. "Wush..... Buuuakkk.....!!" Hito memukul orang yang menebas kuda nya itu.


"Wush.....!!" orang itu langsung terhempas ke belakang dan langsung tak sadarkan diri. "Sebaiknya kalian ganti rugi kuda ini atau kalian akan menyesali nya" ucap Hito. "Hah....?! kau sudah tak waras" ucap pemimpin mereka itu. "Hahaha..... kalau begitu hadapi ini" ucap Hito. "Wush....." seketika sebuah angin berhembus.


"Apa....? tak terjadi apa-apa kok" ucap para bawahan perampok itu. "Brukk...." pemimpin mereka itu langsung terjatuh ke tanah. "Bos....." ucap para bawahan. "Hey.... kalian bersiap siaplah" ucap Hito. "Buak.... buak..... buk.... buk.... buak...." Hito menghajar mereka semua hingga babak belur.


Setelah itu, mereka duduk di depan Hito sambil menundukkan kepala, wajah mereka bonyok di pukuli. "Jadi berapa harga kalian jika di serahkan pada penjaga.....?" ucap Hito. "Tak terlalu banyak, cuma sedikit" ucap mereka. "Hmm.... lumayan, sekarang serahkan semua uang kalian dan ikuti aku ke kota" ucap Hito.


"Apakah kau ini perampok,.....? sudah memukuli dan juga ingin mengambil semua uang kami" ucap salah satu perampok. "Apakah kalian lupa dengan jati diri kalian yang perampok asli.....? aku cuma membela diri dan juga memanfaatkan kejadian yang terjadi, dan serahkan semua uang kalian" ucap Hito.


Dan para perampok itu menyerahkan semua uang mereka. "Hahaha.... lumayan bisa gunakan untuk tambahan membeli sesuatu di kota" ucap Hito. "Ah.... padahal itu uang yang ingin aku buat beli minum minum nanti" ucap salah satu perampok itu. "Salah kau sendiri yang merampok diriku ini" ucap Hito. "Anda cukup kejam ya, tuan....." ucap Katla. "Hahaha.... mana ada, kau harus belajar seperti ini agar kau tak naif seperti karakter utama yang naif kek tai" ucap Hito.


"Siapa yang anda maksud, tuan.....?" ucap Katla. "Tak apa, lupakan saja itu tak terlalu berarti kok dan kalian berdiri" ucap Hito. Para perampok pun berdiri akan tetapi pemimpin mereka tersungkur tak sadarkan diri. "Bagaimana dengan bos kami" ucap para perampok itu. Dan Hito pun memanggul pemimpin rampok itu, setelah itu mereka berjalan ke arah kota.