Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.44 Pertarungan



Hito berenang dari dasar laut ke permukaan secara perlahan lahan. Sedangkan di permukaan terjadi pertarungan yang cukup sengit.


"Hiya......." ucap Laidly sambil melayangkan sebuah tebasan. "Ting....." tebasan Laidly di tangkis dengan lengan kiri dari naga hitam. "Cih... sulit untuk menembus kulitnya" ucap Laidly. "Hahaha.... lumayan, tapi kau tidak akan bisa menebus kulitku dengan pedang mainan seperti itu" ucap naga hitam itu. Naga hitam itu kemudian mengepalkan tangan kanannya.


Setelah mengepalkan tangannya, muncul sebuah api berwarna keunguan yang menyelimuti kepalan tangannya. "Sial.... aku harus menjauh" ucap Laidly yang kemudian melompat ke belakang. "Lambat....." ucap naga hitam itu yang langsung melesat ke arah Laidly yang baru saja mendarat. "Wush..... duuuakk....." naga hitam itu melesatkan pukulan ke arah Laidly.


Akan tetapi Laidly dengan cepat menangkis pukulan dari naga hitam itu dengan menyilangkan kedua pedangnya. "Wush......" meski Laidly berhasil menangkis, ia langsung terhempas ke belakang dengan cepat. "Bruuak....." Laidly jatuh dengan cukup keras ke pasir pantai. "ugh..... pukulannya cukup sakit, tapi lebih sakit terkena serangan dari hito....." ucap Laidly.


"Hahahaha..... lumayan kau bisa menangkis serangan ku" ucap naga hitam. "Illuya, ayo selesaikan sebelum tuan mengetahui hal ini" ucap Illuka. "Baik, kak.... ayo kita lakukan" ucap Illuya. Kemudian Illuka dan Illuya pun melesat ke arah naga hitam itu. "Wush....." Illuka dan Illuya melesatkan pukulan bersamaan. "Tap....." akan tetapi naga hitam itu menangkap kedua pukulan dari mereka.


"Apa lagi.....? Sekarang kalian menyerang berdua.....?" ucap naga hitam. "Tidak, sebenarnya kami berdua adalah satu" ucap Illuya. "Hah....?! apa yang kau bicarakan aku tidak mengerti" ucap naga hitam. "Sihir, Poison Dragon Breath" Illuka dan Illuya menyemburkan udara beracun dari mulutnya. "Cih.... racun.... sialan....." ucap naga hitam. "Buukk.... Bukk...." naga hitam menendang Illuka dan Illuya hingga mereka terhempas ke belakang.


"Srettt....." Illuka dan Illuya mendarat di atas pasir tanpa terjatuh. "Laba Laba lakukan.....!!" ucap Illuka. "Cih, sebenarnya aku tidak ingin melakukan apapun yang kau katakan tapi aku tidak memiliki pilihan" ucap Ananse. "Sihir, Sticky Net" Ananse menembakkan sebuah jaring ke arah naga hitam. "Cih.... pedangku mencari" ucap Laidly yang sudah berdiri.


"Kuuahahahah......!!! lumayan, tapi ini tidak cukup untuk mengalahkan diriku" ucap naga hitam setelah udara beracun dari Illuka dan Illuya menghilang. "Sihir, Amethyst Fire" naga hitam menggunakan sihir api yang membuatnya terbakar apinya. Akan tetapi api itu tidak melukai dirinya sama sekali dan jari milik Ananse langsung terbakar habis.


"Baiklah, aku akan berhenti main main dan akan bertarung dengan sungguhan" ucap naga hitam. "Wush......" naga hitam dengan sangat cepat melesat dan langsung berada di depan Ananse. ".......!!" Ananse terkejut melihat naga hitam sudah berada di depannya. "Sihir, Amethyst Burn....." naga hitam memukul Ananse dan membuatnya terhempas ke belakang.


"Bruuuak....." Ananse pun jatuh di atas pasir dan api pun mulai muncul dari bagian yang terkena pukul oleh naga hitam. Api itu langsung membesar dan membakar seluruh tubuh Ananse. ".....Arrrrg......!!" Ananse menjerit kesakitan dan kemudian api pun padam. Api itu padam akan tetapi Ananse berada dalam keadaan koma dengan luka bakar yang serius.


"Lihatlah betapa tidak berdaya dirimu saat ini...." ucap naga hitam. "Sihir, Amethyst Burn" seketika Laidly pun terbakar dengan api ungu. Setelah Laidly tak sadarkan diri dan mengalami luka bakar yang lebih parah dari Ananse, naga hitam itu pun melempar Laidly ke samping. "Satu lagi beres, tinggal dua lagi yang tersisa" ucap naga hitam. "Wush....." naga hitam pun langsung berada di depan Illuka dan Illuya.


".......!!!" keduanya terkejut meski telah melihat kecepatan naga hitam. "Jlebb....." naga hitam langsung menusuk Illuka dan Illuya di bagian dada dengan tangannya. "Ukh.... hal seperti tidak akan berguna untuk kami berdua...." ucap Illuka. "Ya.... aku tau itu, tapi aku memiliki hal yang bisa membuat mu merasakan kematian....." ucap naga hitam. "Sihir, Amethyst Poison" naga hitam menggunakan sihir yang menyerang jiwa.


"Caugh....." Illuya memuntahkan darah dari mulutnya. "Si... alan.... serangan langsung ke jiwa....?!" ucap Illuya yang kemudian lemas dan tak sadarkan diri. "Sialan kau.....!! tak akan ku lupakan dirimu,......" ucap Illuka yang kemudian lemas dan tak sadarkan diri. "Cih.... segini sajakah" ucap naga hitam yang kemudian mencabut tangannya dari tubuh Illuka dan Illuya. "Bruuak...." Illuka dan Illuya pun terjatuh ke atas pasir.


"Biarlah, mereka juga akan mati karena sihir ku akan menggerogoti jiwa sedikit demi sedikit" ucap naga hitam. "Hmm.... sepertinya ada dua yang tersisa, dan mereka bersembunyi.....?" ucap naga hitam sambil melihat ke arah goa. Di goa terdapat Shannara dan Melisa yang melihat pertarungan itu sambil bersembunyi. "Shannara..... sepertinya dia tau kalau kita sembunyi di sini" ucap Melisa.


"Kalau begitu aku akan menjadi umpan dan kamu pergi menjauh dari tempat ini" ucap Shannara. "Tapi..... nanti kau akan mati....." ucap Melisa. "Tidak, aku tidak akan mati, aku akan tetap berada di sisi tuanku" ucap Shannara. "Tidak.... aku tidak akan pergi" ucap Melisa. Dan naga hitam pun berjalan secara perlahan ke arah goa.


"Ya ampun, apa apa ini.....? apakah ini pembantaian atau membuat arang.....? baunya sangat tidak enak karena bau gosong....." ucap Hito yang berdiri di tengah laut. "Ho.... ada orang lain, aku tidak merasakan kehadirannya karena berada di dalam air" ucap naga hitam. "Hup....." hito langsung melompat dengan sangat tinggi dan ia menuju ke pinggiran pantai.


Saat ia berada di udara dari laut muncul monster yang sangat besar dan kaki monster itu di pegang tangan kiri Hito. "Tap....." hito mendarat dengan mulus di pinggiran pantai. "Duuuakkk......" monster yang di bawa Hito jatuh menghantam pasir dengan keras dan membuat getaran cukup besar. "Hmm.... siapa kau....?" ucap Hito yang melihat naga hitam.


"Hmm.... begitukah, sepertinya kau cukup kuat, kalau begitu ingatlah diriku sang naga hitam yang maha perkasa" ucap naga hitam. "Naga hitam yang maha perkasa.....?" ucap Hito yang mengulangi kata kata naga hitam. "Ya..... akulah yang maha perkasa.....'' ucap naga hitam. "Maha perkasa dari mananya....? kau itu lemah bodoh..... dan juga kenapa mereka terlihat menyediakan" ucap Hito yang melihat Laidly dan yang lainnya. "Sihir, Recovery" Hito menggunakan sihir dan menyembuhkan Laidly dan yang lainnya seketika.


[Note: Naga hitam memiliki elemen yang berbeda dengan yang lainnya yaitu Amethyst, dan mereka juga memiliki sub elemen. Seperti naga hitam di cerita memiliki elemen Amethyst dan sub elemen api. Banyak macam elemen lainnya, akan tetapi sudah tidak banyak naga hitam yang hidup, bisa di bilang mereka adalah makhluk hampir punah].