
Hito pun membuat tungku kecil karena tungku kecil sudah cukup menurutnya. Setelah membuat tungku Hito mengeluarkan cangkang kura kura dari monster yang tadi ia kalahkan.
"Tinggal meratakan punggung tempurung ini dan langsung bisa di gunakan" ucap Hito. Hito pun memotong duri duri yang ada di tempurung kura kura tersebut hingga rata tidak ada duri satupun. "Hmm.... kalau di lihat lihat aku belum melihat Shannara, apakah dia ada di tempat Laidly....?" ucap Hito.
"Ya.... terserah saja, semua makhluk bebas melakukan apapun yang mereka suka, Sekarang tunggal menunggu tungku yang aku buat mengeras dan aku akan cari beberapa makanan di hutan" ucap Hito yang kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu goa. "Kalian bertiga, bukankah lebih baik berbicara di dalam....? di luar cukup panas karena sudah siang hari" ucap Hito.
"Baik, tuan....." ucap Illuka dan Illuya. "Hito kau mau ke mana....?" ucap Melisa. "Aku akan pergi keluar mencari beberapa hal" ucap Hito. Illuka, Illuya dan Melisa pun masuk kedalam goa. Sedang hito pergi menuju ke hutan. Hito masuk ke dalam hutan sambil melihat ke sekitar, ia mencari beberapa tanaman yang bisa di makan. Hito yang berjalan jalan di hutan bertemu tanaman yang cukup besar.
"Hmm.... kalau tidak salah ini tanaman yang di sebut ubi jalar, tapi apakah benar ini ubi jalar...." ucap Hito yang sedikit ragu ragu. Kemudian ia pun mencabut tanaman itu, dan di bagian akarnya berbetuk besar dan merupakan buah dari ubi jalar. "Wah.... sudah ku duga, ini memang ubi jalar...." ucap Hito. Kemudian hito mencabut beberapa ubi jalar yang sudah berbunga.
"Hmm.... sepertinya sudah cukup, ini yang tersisa tinggal ubi jalar yang belum bisa di panen" ucap Hito yang kemudian berjalan menyusuri hutan kembali. Hito yang menyusuri hutan itu sambil memetik beberapa dedaunan yang tidak beracun dan bisa di makan. Setelah mencari dedaunan Hito berniat untuk mencari jamur.
"Jamur..... kebanyakan jamur yang ada di sini itu beracun, dan hanya sedikit yang tidak beracun" ucap Hito yang mencari jamur dengan cara memakan agar mengetahui jamur itu beracun atau tidak. Setelah beberapa jam berlalu Hito hanya berjalan dan memetik beberapa tanaman yang ada di hutan ia menemukan sebuah bunga.
"Bunga....? bunga apa ini....? baunya cukup enak dan juga aku cukup menyukai baunya" ucap Hito. "Tunggu dulu.... bunga.... bunga..... aku bisa menggunakannya sebagai sabun atau pewangi, kalau nanti ke kota aku bisa menjualnya aku cukup hebat bisa memikirkan hal seperti itu" ucap Hito. Dan Hito yang yang tadinya berniat untuk kembali tidak jadi dan ia mencari beberapa bunga yang memiliki aroma enak.
Setelah mendapatkan berbagai macam bunga Hito baru menyadari kalau ia butuh beberapa bahan lagi untuk membuat sabun. "Sialan.....!! aku lupa kalau hanya bunga tidak akan bisa jadi sabun dengan mudah...... bangsat......!!! kenapa aku bisa melupakan itu.....?" ucap Hito yang sedikit emosi. Dan di saat hito marah marah sendiri muncul seekor slime di depan hito. "Boing.... boing...." slime itu melompat di depan hito.
"Boing.... boing.....?" ucap Hito sambil melihat ke arah slime tersebut. "Ah.... aku punya sedikit ide, akan ku gunakan kau slime...." ucap Hito yang kemudian mendekat ke arah slime itu. Slime yang merasa terancam dengan hito yang mendekati dirinya itu pun langsung melompat itu menjauh dari hito. "Tap....." hito langsung menangkap slime dengan telapak tangan.
"Kratak...... tiiiaarrr......" hito menyerap mana milik slime itu hingga habis, batu yang ada di dalam tubuh slime itu hancur dan menghilang. "Hmm.... jadi hanya perlu menyerap mana yang di miliki slime hingga habis" ucap Hito. Slime yang kehilangan batu di tubuhnya itu pun langsung mati dan terlihat seperti air kental berwarna kebiruan dengan di lapisi selaput tipis yang merupakan kulit slime.
"Yosh.... tinggal menggabungkan dengan bunga yang ku miliki, dan lihat hasilnya" ucap Hito yang mengeluarkan sepuluh bunga dengan jenis yang sama. "Sihir, Incorporation" Hito menggunakan sihir dan kemudian kedua bahan yang ada di tangannya itu bergabung menjadi satu. Kedua bahan yang bersatu itu pun berbetuk persegi panjang dengan panjang dua puluh centimeter dan memiliki tinggi sepuluh centimeter dan teksturnya menjadi lebih padat.
"Ini masih harus di potong agar lebih mudah di gunakan" ucap Hito. Dan kemudian hito pun mencium sabun yang baru saja ia buat. "Hmm.... baunya enak, seperti sudah cukup bagus dan sekarang aku akan kembali, waktu juga hampir sore hari" ucap hito. Hito pun berjalan untuk kembali ke goa tempat Illuka dan Illuya tinggal.
Sementara itu, Illuka, Illuya dan Melisa duduk sambil melihat ke arah pintu pemandian yang hito buat. "Melisa apakah kau tau itu apa....? aku baru melihatnya" ucap Illuka. "Ya.... kalau kau tau bisakah kau katakan apa itu....?" ucap Illuya. "Kalau di lihat itu seperti pintu, tapi biasanya pintu itu terbuat dari kayu, tapi ini terbuat dari apa aku tidak tau dan juga ini terlihat seperti rajutan" ucap Melisa.
"Jadi kau juga tidak tau, apakah yang membuat ini tuan Hito....?" ucap Illuya. "Ya.... pasti, tuan Hito yang membuatnya, saat aku, kau dan Melisa berbicara di luar, tuan Hito sebagai melakukan sesuatu di dalam sini, kemudian saat masuk sudah ada itu yang Melisa sebut dengan pintu kemudian juga ada yang di sebut sebagai tungku kata Melisa" ucap Illuka.
"Yo..... aku kembali, ada apa dengan kalian....?" ucap Hito yang sudah berada di pintu goa. "Hito.... dari mana saja kau....?" ucap Melisa. "Aku mendapatkan beberapa makanan, dan aku akan memasaknya" ucap Hito. "Hah.....? kau bisa memasak....? aku tidak yakin" ucap Melisa. "Ya.... terserah saja kau, lihat saja nanti" ucap Hito.
Hito kemudian berjalan ke arah tungku yang ia buat. Hito memegang tungku yang ia buat tadi. "Hmm.... sudah cukup keras, seperti bukan hal buruk menggunakan tanah yang ada di tempat itu" ucap Hito. Kemudian ia mengeluarkan tempurung kura kura dan meletakkan di atas tungku. "Oh.... ya, Illuka, Illuya dan Melisa apakah kalian tidak mandi....?" ucap Hito. "Mandi.....? apakah akan menggunakan air laut....?" ucap Melisa. "Ya enggak lah bodoh, di sana kan ada, aku tadi membuatnya" ucap Hito.
[Note: Beberapa monster memiliki batu sihir di dalam dirinya, batu itu yang membuat mereka tetap hidup. Saat batu itu hancur makhluk yang memilikinya akan langsung mati. Contoh makhluk yang memiliki batu sihir di dalam dirinya Slime, Golem, Undead (Tidak semua memiliki hanya beberapa) dan yang terakhir tidak bisa di sebut makhluk hidup, dan mereka adalah boneka yang bisa bergerak sendiri menggunakan batu sihir terkadang ada roh, peri atau iblis yang ada di dalam mereka].