Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.46 Latihan



"Lihat saja, akan aku perlihatkan sesuatu yang menakjubkan" ucap Hito. Dan naga hitam yang sudah terbang cukup jauh, sekitar ribuan meter dari sana. "Hmm.... sepertinya cukup dengan jarak segini" ucap Hito.


"Sihir, Flame Shoot" Hito menembakkan sebuah sihir api ke arah naga hitam yang dengan terbang. "Wush..... duarrr....." sihir api yang di lancarkan Hito langsung mengenai naga hitam dan kemudian meledak. "Kuakh....." naga hitam menjerit dan kemudian jatuh. "Hahahaha..... nice shot" ucap Hito. "Hebat sekali....." ucap Ananse yang kagum melihat hito.


"Omong omong kenapa kalian bisa kalah dengan naga yang hanya memiliki pengalaman yang sedikit......?" ucap Hito. "Pengalaman yang sedikit.....? kenapa kau bisa tau.....? dari mana.....?" ucap Laidly. "Dari cara dia bertarung, melihatnya menggunakan sihir dan sebagainya sudah terlihat dia selalu menang karena dia selalu melawan lawan yang lemah" ucap Hito.


"Eh.....? tapi dia sangat kuat loh" ucap Melisa yang datang ke sana. "Hah.....?! dia itu sama seperti keong yang ada di sana" ucap Hito yang menunjuk ke arah monster keong yang ia kalahkan di laut. "Tapi tuan, kenapa anda tidak menggunakan pedang yang biasanya anda gunakan....?" ucap Illuya. "Hmm.... karena aku ingin menghancurkan dirinya dari dalam, karena kekalahan yang sangat memalukan itu bisa membuat dua kemungkinan yang berbeda" ucap Hito.


"Seperti apa Hito.....? apakah dia akan mati bunuh diri.....?" ucap Laidly. "Yap.... betul sekali, dia bisa mati dengan bunuh diri, atau kemungkinan kedua adalah dia menjadi termotivasi untuk menjadi lebih kuat dan mencari lawan yang lebih kuat darinya, di kalahkan berungkali dan menjadi lebih kuat berlipat kali dari dirinya yang sekarang" ucap Hito.


"Jadi itu yang anda ingin lakukan, anda sangat hebat dan juga sangat mengagumkan" ucap Illuka. "Seperti tidak seperti itu, kalau menurutku dia pasti sedang main main dengan naga hitam" ucap Laidly. "Wow.... hebat apakah kau bisa membaca pikiranku.....?" ucap Hito. "Tuh kan, apa yang aku bilang dia pasti begitu" ucap Laidly. "Tapi sebenarnya aku ingin mencincang tubuhnya dan menjadikan umpan ikan" ucap Hito.


"Hentikan..... jangan katakan hal yang brutal seperti itu" ucap Laidly. "Hito.... aku ada permintaan....." ucap Melisa. "Hmm.... permintaan.....? apa itu.....? sepertinya menarik akan aku kabulkan" ucap Hito. "Jadikan aku murid mu, aku ingin menjadi kuat dan kembali ke kerajaan ku" ucap Melisa. "Hmm.... menjadi lebih kuat....? apakah kau ingin melakukan semacam balas dendam......?" ucap Hito.


"Ya.... aku ingin membalaskan dendam kepada ayah dan kakak kakak ku" ucap melisa. "Hmm.... balas dendam kah, sepertinya menyenangkan melihat pembalasan dendam, baiklah akan aku bantu tapi ingat, kata kata ini pembalasan dendam itu tidak akan menghasilkan sesuatu yang selamanya tapi hanya menghasilkan kesenangan sesaat, tapi itu rasanya sangat enak" ucap Hito sambil tersenyum tipis.


"Baiklah, aku akan ikuti apapun katamu" ucap Melisa. "Wah..... kebetulan sekali, aku bisa melihat seperti apa latihan yang di lalui tuan, benar tidak kak.....?" ucap Illuya. "Ya... benar sekali, aku juga ingin melihatnya" ucap Illuka. "Baiklah, karena aku juga kebetulan belum melakukan latihan harian, akan aku tunjukkan latihan yang harus di lalui tiap hari" ucap Hito.


Dan Hito pun melakukan push up, sit up dan squad masing masing ratusan ribu hanya dalam setengah jam. "Baiklah, aku akan bertanya latihan mana yang akan kau ambil, kuat dalam sebulan atau tiga bulan.....?" ucap Hito. "Kalau sebulan dan tiga bulan apa bedanya.....?" ucap Melisa. "Kau akan merasakan kematian setiap harinya kalau sebulan, tapi yang tiga bulan lebih ringan" ucap Hito.


"Baiklah, dua puluh kali setiap gerakan" ucap Melisa yang melakukan push up, sit up dan squad masing masing dua puluh kali. "Baiklah, kau lakukan aku akan memasak untuk sarapan, jadi semangat" ucap Hito yang kemudian menyalakan api tak jauh dari sana. Hito pun menyiapkan tempurung kura kura di atas api. Setelah itu Hito pun menggoreng lemak daging dan sambil menggoreng daging yang sudah ia potong dadu.


"Oh.... aku hampir lupa, aku belum memasukkan keong itu" ucap Hito yang kemudian memasukkan keong itu ke sihir penyimpanannya. Laidly, Illuka, Illuya dan Ananse melihat Melisa yang melakukan latihan. Sedangkan Shannara sedang duduk sambil menutup mata. Shannara seperti melakukan fotosintesis yang biasanya di lakukan oleh tumbuhan, karena dia juga tergolong seperti tumbuhan dan mendapatkan nutrisi dari cahaya matahari.


"Satu..... dua.... tiga..... empat..... lima..... enam.... tujuh .... delapan..... sembilan..... sepuluh..... hah.... hah.... hah....." ucap Melisa yang melakukan push up sepuluh kali dan beristirahat. "Huh.... hah.... hah.... aku tidak mengira kalau sepuluh saja sudah sangat berat, apalagi ratusan bahkan ribuan" ucap Melisa. "Cepat selesaikan, semakin lama kau akan terbiasa dan aku juga sudah hampir selesai memasak, kalau aku selesai lebih cepat akan aku tambah" ucap Hito.


"Eh....?! Baiklah akan aku lakukan" ucap malisa yang kemudian melanjutkan push up dan melakukan sit up dan squad. "Baiklah, tinggal di tambahkan garam" ucap Hito yang sambil menaburkan garam pada masakannya dan menambahkan beberapa sayuran dan jamur. kemudian beberapa saat kemudian ia pun mematikan apinya dan hanya menyisakan bara api yang masih menyala.


"Yosh.... aku sudah selesai bagaimana dengan mu......?" ucap Hito. "Eh.....?! aku baru saja selesai melakukan push up loh.....!! bagaimana ini......?!" ucap Melisa. "Apakah seberat itu.....? aku akan mencobanya" ucap Laidly. "Baiklah, karena belum selesai kau selesaikan aku akan membuat sesuatu kalau sampai aku selesai lebih cepat akan aku tambah dua kali lipat" ucap Hito.


"Baik.... dimengerti....." ucap Melisa, Melisa pun kemudian melakukan sit up dan squad. Laidly pun mencoba melakukan push up hingga ia mencapai batasnya. Sedangkan Hito mencoba untuk membuat makanan fermentasi. Ia pergi ke arah laut yang dangkal, ia membersihkan sisik, organ dalam sepuluh ikan itu hingga bersih. "Sip.... dah bersih, sekarang tinggal memberi garam dan menyimpan dalam keranjang" ucap hito.


Hito pun kemudian membaluri ikan itu dengan garam dan kemudian menyimpannya di keranjang yang kosong dan sudah di beri alas sebuah daun. "Yosh..... tinggal menutup dan menunggu tiga hari, kemudian di buka dan di beri ubi kemudian ditutup lagi hingga empat Minggu dan siap untuk di makan" ucap Hito yang menutup keranjang itu.


[Note: Hito sedang membuat makanan ikan bekasam. Ikan bekasam memiliki rasa asam dan memiliki aroma khas alkohol. Fermentasi Ikan bekasam di lakukan dengan garam dan karbohidrat dalam waktu satu bulan lebih].