
Sierra pun mempersiapkan diri sambil memegang pedang yang ia bawa. "Yosh.... akan aku tunjukkan seberapa kuat diriku" ucap Sierra. "Baiklah, tes di mulai....." ucap resepsionis itu.
"Wush......!!" Sierra dengan cepat melesat ke arah Boneka itu. "Sring...... sring....." Sierra melesatkan serang dan membuat boneka itu terbelah menjadi tiga bagian, setiap serangan mengenai titik vital. "Baiklah, tes sudah selesai, kalian ikut dengan ku akan aku buatkan kartu identitas untuk kalian" ucap resepsionis itu. Sierra dan Katla pun pergi mengikuti resepsionis itu.
Sementara itu, Hito berada di sebuah tempat yang kosong, di ruangan itu terdapat satu meja dan kursi. "Silahkan duduk di sana....." ucap resepsionis itu. Dan Hito pun duduk di bangku itu. Setelah itu Hito di berikan sebuah kertas yang berisi sebuah soal dan sebuah pena bulu. "Sekarang kerjakan soal itu, akan aku beri waktu sampai kau selesai" ucap resepsionis itu.
Dan Hito kemudian pun melihat ke arah kertas itu. "Hmm.... cuma ini saja,......?" ucap Hito. "Ya.... kerjakan saja, aku akan menilai tingkat mu dengan soal itu" ucap resepsionis itu. "Hmm.... ini soal yang sangat mudah" batin Hito.

Dan dengan cepat Hito pun mengerjakan soal itu dan hanya membutuhkan beberapa detik untuk menyelesaikan semua soal itu. "Hahahaha.... soal mudah seperti ini tak ada susahnya bagiku" batin Hito. "Ini, aku sudah selesai......" ucap Hito. "Apakah kau tak ingin mengecek dulu.....?" ucap resepsionis itu. "Ga.... aku sudah yakin" ucap Hito.
"Terlalu percaya diri bisa menjatuhkan diri mu sendiri" ucap resepsionis itu. "Hahaha.... kata kata yang bagus, tapi lihatlah sendiri" ucap Hito. Dan resepsionis itu melihat jawaban dari Hito. Resepsionis itu melihat sebuah Hito sambil melihat sebuah kertas. "Eh.....?! be-benar semua.....?! apa apaan ini......?!" ucap resepsionis itu yang terkejut karena jawaban milik Hito betul semua.
"Hahaha.... hal seperti itu hanyalah hal kecil" ucap Hito. "Ehem.... baiklah, karena sudah selesai mengerjakan ikuti aku" ucap resepsionis itu. Dan mereka berdua pun pergi untuk menyerahkan tanda pengenal. Dan di saat mereka sampai, mereka sampai di sana bersamaan dengan Sierra dan Katla. "Yo.... bagaimana dengan kalian.....?" ucap Hito.
"Hahaha..... kau akan liat betapa hebatnya diriku......" ucap Sierra. "Saya biasa biasa saja tuan....." ucap Katla. "Hmm.... begitukah, tak apa itu tak terlalu berpengaruh" ucap Hito. Dan tak lama mereka pun mendapat tanda pengenal mereka. Hito mendapatkan tanda pengenal sebagai pedagang tingkat A.
Sedangkan Sierra mendapatkan tanda pengenal sebagai petualang tingkat B, dan untuk Katla mendapatkan tanda pengenal sebagai petualang tingkat D. "Apa-apaan ini......?! kenapa kau mendapatkan tingkat B.....?!" ucap Sierra. "Ya, kemampuan mu cuma di tingkat B mau bagaimana lagi.....?" ucap resepsionis itu. "Tapi kenapa dia mendapatkan tingkat A.....? ini tidak adil....." ucap Sierra.
"Hito di lebih cerdas, bahkan bisa menyelesaikan soal dengan mudah" ucap resepsionis itu. "Ugh.... baiklah, kita ambil quest dan pergi....." ucap Sierra yang sudah kesal. Dan mereka pun pergi ke sebuah Mading yang berisi quest quest. "Hito.... kau mau ambil yang mana.....?" ucap Sierra. "Hmm.... ambil yang mana yang bagus.....?" ucap Hito.
"Kami mengambil quest ini" ucap Sierra. "Ya.... baiklah, kalian bisa pergi" ucap resepsionis itu setelah memberikan cap pada quest yang di ambil bagusan. "Yeah..... sekarang kita pergi" ucap Sierra. Dan mereka pun pergi untuk menuju markas bandit. Sierra menuntun jalan hingga sampai di depan markas bandit.
Markas bandit terlihat sebuah pagar yang terbuat dari batang pohon dengan tinggi tiga meter dan membentuk lingkaran. Dan di dalam pagar itu terdapat sebuah tempat perkemahan para bandit. "Apakah benar di sini.....?" ucap Hito. "Ya.... benar, mereka ada di sana" ucap Sierra. "Baiklah, kalian diam di sini aku yang akan ke sana, siapa tau bos bandit itu kuat" ucap Hito yang sambil mengeluarkan sebuah pedang kayu miliknya.
"Apakah kau yakin akan pergi sendiri.....?" ucap Sierra. "Ya.... aku tak mempercayai petualang tingkat di bawahku" ucap Hito. "Sialan kau.... semoga kau di habisi mereka" ucap Sierra. "Hahaha..... kalau bisa seperti itu akan seru" ucap Hito. "Ya.... semoga saja kau yang mati....." ucap Sierra. Dan Hito pun pergi ke arah tempat bandit itu.
Hito membuka pintu masuk tempat bandit dengan cara paksa. Setelah itu Hito berdiri di tengah tengah tempat itu. "Dari kalian siapa yang kuat.....?" ucap Hito. "Hahahaha..... ku kira siapa yang menerobos tempat ini, ternyata cuma keronco" ucap bos bandit yang baru keluar dari sebuah tenda. "Apakah kau yang terkuat di sini.....?" ucap Hito.
"Hahaha.... ya, ada apa.....? kau ingin mengalahkan diriku.....? kalahkan dulu bawahan ku, kalian serang dia.....!!" ucap bos bandit. Dan para bawahan bandit itu langsung mengepung dan berlari ke arah Hito. "Kau ingin mengalahkan diriku dengan mengepung.....? sangat tak berguna" ucap Hito. Hito pun mengambil kuda kuda, tangan kirinya memegang sarung pedang dengan pedang yang masih di sarubgkan.
Tangan kanan memegang gagang pedang dan bersiap untuk menebas. "Style #665, Death Cries" Hito menggunakan sebuah serangan yang sangat cepat dan langsung membuat dirinya menghunuskan pedang ke bos bandit itu. "Kyaa......!! Arrrgg.....!! Uuaaagghh.....!! Aagggghhh.....!!" sebuah teriakan dan kemudian mati, teriakan itu di keluarkan oleh bawahan bos bandit yang mengepung Hito.
"Apa.....?! apa yang barusan terjadi.....?!" ucap bos bandit yang bingung apa yang barusan terjadi. "Kau sudah mati, ku kira kau itu kuat ternyata cuma keronco....." ucap Hito yang kemudian menyarungkan pedangnya ke sarung pedangnya. "Tap...." pedang Hito sudah sepenuhnya masuk ke sarung pedang dan kemudian Hito membalikkan badannya.
"Hey.... apakah kau ingin kabur.....?" Yap bos bandit. "Kau sudah mati, jadi nikmatilah kehidupan terakhir mu....." ucap Hito. "Crrruuaaatt......!!" bos Bandit itu langsung terbelah menjadi beberapa bagian. "Huft..... untuk aku sudah menekan kekuatan ku, kalau tidak tak tau apa yang akan terjadi....." ucap Hito.
"Oh ya, sebelum itu ini kan tempat bandit, pasti banyak barang rampasan" ucap Hito yang kemudian masuk ke dalam tenda dan mencari barang barang di curi oleh bandit itu. Sedangkan ditempatkan Sierra dan Katla. "Barusan ada suara teriakan, apakah Hito baik baik saja.....?" ucap Sierra. "Bagaimana kalau kita lihat.....?" ucap Katla. Dan mereka pun pergi untuk melihat ke tempat bandit.