
Hito pun masuk ke dalam desa dan saat berjalan di desa ia melihat ada satu keluarga yang sedang memanen hasil dari kebun mereka.
Melihat itu Hito pun mendekati mereka. "Permisi.... apakah boleh minta waktunya sebentar....?" ucap hito. "Ya.... ada apa.....?" ucap bapak bapak yang memanen. "Jadi begini, anda kan sedang memanen wortel apakah anda juga menanam kentang.....?" ucap hito. "Kentang,.....? untuk apa anda menginginkan kentang.....?" umpan bapak bapak itu.
"Saya ingin Kentang untuk di masak, karena saya ingin membuat sebuah masakan" ucap Hito. "Kenapa kentang.....? kentang itu tidak ada rasa nya dan banyak orang yang tidak menyukainya, bahkan saya hanya memiliki beberapa tanaman kentang saja hanya di gunakan untuk makanan sehari hari dan juga harga kentang itu sangat murah sekali" ucap bapak bapak itu.
"Berarti anda punya kentang kan.....? kalau begitu akan aku beli" ucap Hito. "Hey nak... apakah kau mendengarkan ku.....?" ucap bapak bapak itu. "Apakah satu koin emas tak cukup.....? kalau begitu aku akan berikan dua koin emas, kalau masih belum puas katakan saya berapa....." ucap hito.
"Yang benar saja anak muda, apakah benar benar menginginkan kentang.....?" ucap bapak bapak itu. "Ya.... akan aku beli semuanya, berapa harganya.....?" ucap hito. "Uh.... kalau kau seperti itu, kau bisa membawa semua yang baru aku panen dengan harga dua koin perak" ucap bapak bapak itu. "Koin perak.....?! aku tidak punya koin perak, kalau begitu bagaimana dengan satu koin emas.....?" ucap hito.
"Satu koin emas terlalu banyak anak muda, tidak mungkin kau tidak punya satu atau dua koin perak.....?" ucap perak. "Ya.... aku tak punya koin perak sama sekali, yang aku bawa hanya beberapa koin perunggu dan koin emas" ucap Hito. "Baiklah, berikan aku lima koin perunggu dan akan aku berikan semuanya" ucap bapak bapak itu.
"Ya.... sebelum itu tunjukkan ada berapa banyak kentang yang anda punya.....?" ucap hito. "Ya.... tunggu sebentar" ucap bapak bapak itu yang kemudian mengajak istrinya untuk mengangkat beberapa karung berisi dengan kentang. "Pa....mau di bawa ke mana ini....?" ucap istri. "Anak muda itu ingin membeli kentang, dia sangat bersikeras untuk membeli kentang" ucap bapak bapak itu.
"Oh.... kenapa masih ada juga yang mau membeli kentang,.....? ucap istri. "Entahlah.... aku juga tidak tau" ucap bapak bapak itu. Sedangkan Hito yang menunggu di luar, ia melihat ke kebun yang terdapat anak kecil bermain sambil mencabut wortel. "Hey.... sedang apa.....?" ucap hito yang sambil mendekati anak itu
"Om siapa......? apakah om mau membeli wortel ku.....?" ucap anak itu sambil menunjukkan satu wortel yang ia cabut. "Wah..... wortel yang bagus, sepertinya enak, baiklah akan aku beli" ucap Hito. Dan Hito pun memberikan satu koin emas ke anak itu dan anak itu memberikan satu wortel yang baru saja ia berhasil cabut.
Tak lama bapak dan ibu itu pun keluar sambil mengangkat dua karung berisi kentang penuh. "Wah.... cukup sekali" ucap Hito dan karung itu di taruh di depan Hito. Kemudian Hito pun memberikan lima kok perunggu ke bapak bapak itu. "Hmm.... lima koin perunggu, silahkan bawa kentang itu" ucap bapak bapak itu.
"Pa.... mah...." ucap anak itu yang sambil menarik baju ayah dan ibunya. "Ada apa yang.....?" ucap bapak dan istri yang menoleh ke arah anaknya. "Mama lihat ini, sekarang aku mempunyai uang sendiri....." ucap anak itu. "Ko... koin emas.....?!! dari mana kamu dapat koin ini......?" ucap ibu anak itu. "Tadi aku menjual atau wortel ke om om itu dan kemudian dia memberikan uang ini" ucap anak itu.
"Eh.....? om om yang tadi.....?" ucap bapak bapak itu. "Ya..... om om yang tadi memberikan uang ini" ucap anak itu. "Terima kasih siapapun itu meski aku tidak tau nama mu" ucap bapak bapak itu. Sedangkan Hito yang berjalan sambil memegang sebuah wortel yang baru ia beli. "Sihir, Water" Hito mengeluarkan sihir air dan membersihkan wortel yang ia pegang itu.
"Kraukk.... kraukk....." Hito makan wortel itu setelah ia cuci. "Hmm.... rasanya enak, sedikit manis..... kapan kapan aku akan beli untuk di masak" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan di desa sambil mencari Melisa yang pergi entah kemana. Saat berjalan ia tak sengaja melihat Melisa yang membeli makanan ringan di sebuah gerobak.
"Kau membeli apa Melisa.....?" ucap hito. "Kya....!! mengejutkan ku saja kau hito, aku kira siapa.....?" ucap Melisa. "Ya, kau sendiri yang makan sampai tak memperhatikan sekeliling" ucap Hito. "Ya.... habisnya ini enak sekali" ucap Melisa. "Apa itu.....? aku belum pernah melihatnya" ucap Hito. "Hmm... ini adalah permen Tequila" ucap Melisa.
"Permen Tequila......? seperti apa itu.....? apakah enak.....?" ucap hito. "Hmm.... enak kak, kalau kakak mau mencoba silahkan pilih serangga apa yang kakak inginkan....." ucap penjual. "Hmm.... apakah kalajengking ada.....? kalau ada aku ingin itu....." ucap hito. "Hmm.... tentu saja ada, ini silahkan di nikmati" ucap penjual yang memberikan permen yang berisi dengan kalajengking.
Dan Hito pun mengambil permen itu. "Harganya berapa satu......? akan aku bayar" ucap Hito. "Satu harganya hanya tiga koin perunggu" ucap penjual. "Hmm.... tiga koin perunggu kah.... tapi koin perunggu ku sudah aku habiskan untuk membeli kentang" ucap Hito. "Hmm.... kalau begitu anggap saja permen itu adalah yang aku berikan kepada kakak" ucap penjual.
"Tidak, aku merasa tidak enak kalau kau begitu, kalau begitu akan aku bayar dengan ini saja" ucap Hito yang memberikan satu koin emas di gerobak pedagang itu. "K-koin emas......?! b-bagaimana bisa aku melihat dua koin emas dalam sehari......?!" ucap penjual itu. "Sudahlah terima saja, aku akan segera pergi" ucap Hito. "Krauk......!!" Hito langsung makan permen itu sekali makan.
"Ayo Melisa, kita cari penginapan" ucap Hito. "Ya.... ayo kita cari penginapan, tapi apakah kau akan menetap di sini......?" ucap Melisa. "Mana mungkin lah bodoh, aku di sini hanya beberapa hari saja, kalau urusan ku sudah selesai aku akan kembali berpetualang ke penjuru dunia" ucap Hito. "Wah..... begitukah, tapi Hito apakah kau tidak merindukan orang tua mu atau saudara saudara mu......?" ucap Melisa.