
"Sudahlah, dia bukan lawan mu" ucap Hito yang berada di belakang Nake. "Huh....?! siapa ......?!!" ucap Nake yang kemudian terjatuh dan tak sadarkan diri. "Huh.... kenapa juga bisa muncul di sini" ucap Hito.
"Tap...... sreeettt......!!" monster itu pun berhenti berlari saat berada di depan Hito. "Siapa kau manusia......? kenapa kau menyerang manusia lain......?" ucap monster itu. "Ya tak ada alasan lain, dia tak akan bisa mengalahkan mu, daripada dia mati sia sia aku buat dia pingsan" ucap Hito. "Apakah kau tak takut dengan ku, manusia.....?" ucap monster itu.
"Hah....?! aku takut padamu......? jangan bercanda...... siapa juga yang akan takut pada Lizard Champions" ucap Hito. "Ho.... kau tau siapa diriku, hebat sekali, baiklah aku akan memperkenalkan diri sebagai penghormatan kepada mu" ucap monster itu. "Ya.... terserah saja, aku sudah kurang mood" ucap Hito. "Namaku Lizh, sang Lizard Champions" ucap monster itu.
"Ya.... namaku Hito, dan aku cuma pedagang biasa" ucap Hito yang sambil mengeluarkan sebuah pedang.
"Hmm.... aku sudah lama tak memegang pedang ini, padahal ini salah satu pedang yang terkuat buatan ku" batin Hito. "Hmm.... cuma pedagang biasa kah, sepertinya bukan....." ucap Lizh. "Terserah kau mau percaya atau tidak" ucap Hito yang kemudian melebarkan kakinya dan sedikit menekuk lututnya.
Kemudian Hito memegang pedangnya dengan dua tangan dan mengangkat pedang itu ke atas. "Hmm..... ya, keluarkan serangan terkuat mu, aku juga akan mengeluarkan serangan terkuat milikku" ucap Lizh. "Tidak, kalau aku menggunakan seluruh kekuatan ku, dunia ini bahkan semesta ini bisa terbelah" ucap Hito. "Hahahaha...mm sebelum mati kau masih bisa bercanda....." ucap Lizh sambil tertawa lepas.
"Padahal aku tak bercanda, apakah dia cukup bodoh atau apa......?" batin Hito. "Baiklah, sudah cukup bicaranya" ucap Lizh yang kemudian memegang pedangnya dan kemudian merapatkan kakinya sambil mengangkat pedang nya ke atas dengan kedua tangannya. "Style, Slash Without Touching" Hito pun menebas ke depan tanpa berpindah posisi.
"Crrruuaaatt......!!" tiba tiba saja, Lizh langsung tertebas secara melintang dan luka yang ia alami cukup dalam. "Akh..... bagaimana bisa, apakah ini kekuatan dia yang sebenarnya......?" ucap Lizh dengan suara kecil dan kemudian ia kehilangan kesadaran dan terjatuh. "Hmm..... sudah selesai dengan satu tebasan, lumayan hebat juga....." ucap Hito.
"Swwaaashhhh.......!!" setelah beberapa saat pun muncul angin dan diiringi dengan tanah yang terbelah. Tanah terbelah secara lurus dari tempat Hito berada. "Huft..... baiklah, sebagai penghormatan aku akan mengambil pedangnya" ucap Hito yang kemudian berjalan ke arah Lizh. Hito pun mengambil pedang milik Lizh.
Setelah itu Hito menyimpan pedang nya dan pedang yang ia ambil dari Lizh. "Hah.... akhirnya selesai" ucap Hito yang kemudian berjalan ke arah gerbang. Sebelum ia masuk ke dalam gerbang, ia berhenti di tempat Nake dan temannya. "Sihir, Recovery" Hito menggunakan sihir dan menyembuhkan Nake dan temannya.
"Ya.... sudah ku tentukan, besok pagi pergi dan sambil melatih mereka" ucap Hito. Beberapa saat Kemudian, malam hari pun berganti pagi hari. Hito pun keluar dari kamarnya dan pergi ke bawah untuk sarapan. Saat ia keluar dari kamarnya, kebetulan Katla dan Sierra pun juga baru keluar. "Selamat pagi kalian berdua" ucap Hito.
"Ya... selamat pagi" ucap Sierra. "Ya ... selamat pagi tuan....." ucap Katla. Dan mereka pun turun bersama dan duduk di kursi. Setelah itu, seorang pelayan pun menghampiri mereka. "Mau makan apa .....?" ucap pelayan itu. "Makanan spesial hari ini, sediakan itu saja" ucap Hito. "Kau juga....." ucap Katla. "Kau juga sama, makanan spesial hari ini" ucap Sierra.
"Ya..... baiklah, tiga makanan spesial hari ini, silahkan tunggu sebentar" ucap pelayan itu. "Hito, sekarang kita akan ngapain.....?" ucap Sierra. "Kita akan pergi, sebelum itu kita pergi untuk membeli beberapa barang" ucap Hito. "Hah.....?! padahal masih satu hari loh....." ucap Sierra. "Setiap detik itu penting, waktu adalah uang dan uang adalah benda yang kau buat makan dan beli berbagai hal" ucap Hito.
"Ugh.... ya baiklah, terserah kau saja, aku akan ikut saja....." ucap Sierra. "Btw, tuan anda mau beli apa saja.....?" ucap Katla. "Hmm.... mulai dari jubah dan tenda" ucap Hito. "Yang penting aku ga mau tidur satu tenda dengan mu hito...." ucap Sierra. "Ya..... aku akan beli dua, satu untukku dan satunya untuk kalian" ucap Hito.
"Hah.....?!! kenapa aku dan Sierra bersama.....?! dan kau sendiri.....?" ucap Sierra yang komplain. "Terus kau mau aku beli tiga, satu untuk satu orang.....?" ucap Hito. "Ya.... tentu saja, kenapa memangnya......?" ucap Sierra. "Mau beli pake uang nenek kau.....? kalau pakai uang kau aku bisa tak protes, yapi ini pake uang ku, kita harus berhemat" ucap Hito. "Ya ya..... kita harus berhemat, tapi bagian bisa terus berhemat, barang yang kau jual saja cuma di beli satu atau dua saja" ucap Sierra.
"Aku tak bisa mengelak" ucap hito. "Terus kau cuma mau pasrah......?" ucap Sierra. "Semua itu sudah ada dalam takdir, kalau masih di takdir kan di beli oleh orang satu atau dua, ya mau bagaimana lagi, kalau sudah takdir di beli banyak orang ya terima saja....." ucap Hito. "Wah..... kata kata yang bagus, tuan....." ucap Katla. "Halah.... palingan cuma kata kata untuk membalikkan fakta bahwa kau malas untuk menjual seperti pedagang lain" ucap Sierra.
"Hmm.... tak sepenuhnya salah kata kata mu, tapi aku ini menjual barang dengan grade bagus, bukan abal abal saja, meski harga murah, grade barang ku itu sangat tinggi" ucap Hito. "Ya..... kalau begitu apakah aku bisa memiliki pedang besar yang kau miliki kemarin.....?" ucap Sierra. "Ogah..... kau takkan bisa menggunakan pedang itu....." ucap Hito.
"Ada apa memangnya tuan......? apakah ada alasannya.......?" ucap Katla. "Ya.... alasan pertama pedang itu terlalu kuat buat kau yang lemah, Sierra..... dan yang kedua pedang itu sangat berat, kau saja takkan bisa mengangkat nya....." ucap Hito. "Halah.... kau saja mengangkat nya seperti pedang besar biasa, aku pasti bisa....." ucap Sierra.
"Dari mana datangnya kepercayaan diri mu itu .....? Jangan samakan aku dengan diri mu itu, Tapi aku bisa memberikan pedang lain" ucap Hito. "Bagaimana caranya.....? katakan Hito......." ucap Sierra. Dan makanan yang di pesan pun datang. "Kita makan dulu, kemudian melanjutkan pembicaraan" ucap Hito.