Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.33 Tambak Garam



"Ya.... ya baiklah, Shannara bisakah kau menggunakan sihir teleportasi ke goa tempat Laidly.....?" ucap Rei. "Baik tuan" ucap Shannara yang kemudian menggunakan sihir teleportasi ke goa tempat Laidly. "Yah.... sekarang kau bisa pergi menggunakan portal ini" ucap Hito.


"Terima kasih Hito, dan sampai jumpa" ucap Laidly yang sambil melewati portal. Setelah Laidly berjalan melewati portal, Shannara pun menutup porta tersebut. "Baiklah, sekarang enak nya melakukan apa.....?" ucap Hito. "Anu.... bagaimana dengan nama kami berdua....?" ucap kedua naga tersebut.


"Oh... maaf, tunggu aku akan memikirkan nama yang bagus, bagaimana dengan Illuya dan Illuka......?" ucap Hito. "Bagus, tapi siapa yang Illuka dan siapa yang Illuya.....?" ucap kedua naga tersebut. "Hmm.... yang lebih tua Illuka dan adiknya Illuya bagaimana.....? lebih mudah untuk di bedakan" ucap Hito. "Ya.... kami sangat menyukainya, terima kasih telah memberikan kami nama" ucap Illuka dan Illuya.


"Ya.... tidak apa, dan sekarang aku akan keluar untuk membuat sebuah tambak" ucap Hito. "Tambak.....? apa itu.....?" ucap Illuya. "Tambak Garam adalah kolam dangkal buatan yang dirancang untuk menghasilkan garam dari air laut atau air asin lainnya. Air laut atau air garam dimasukkan ke kolam besar dan air dipisahkan dengan garam melalui penguapan alami yang memungkinkan garam untuk dipanen" ucap Hito.


"Anu... maaf tuan, tapi apakah bisa di jelaskan lebih mudah....?" ucap Illuya. "Kalau lebih mudahnya aku akan membuat tempat yang di gunakan untuk membuat bumbu" ucap Hito. "Jadi begitu, apakah ada yang bisa saya bantu.....?" ucap Illuya. "Saya juga ingin membantu anda...." ucap Illuka. "Tidak, aku akan membuat sendiri dan aku ingin ke hutan untuk mencari beberapa makanan" ucap Hito.


"Baiklah, tapi kami harus melakukan apa.....?" ucap Illuya dan Illuka. "Hmm.... bagaimana kalau kalian berkeliling atau melakukan apa, aku membebaskan kalian melakukan apapun" ucap Hito. "Baiklah tuan, kalau begitu kami akan pergi keluar" ucap Illuya. "Ya.... benar kata Illuya" ucap Illuya. Kemudian hito pun keluar dari goa tersebut dan menunju ke tempat yang luas di pinggiran pantai.


Hito yang sudah menemukan tempat dan ia berdiri di depan area tersebut sambil memikirkan seperti apa yang akan ia buat. "Hmm.... bagusnya di buat seperti apa.....?" ucap Hito yang sambil berpikir. "Sihir, Change Stone" Hito menggunakan sihir dan membuat pasir pantai berubah menjadi dataran batu yang rata. "Hmm.... terlihat bagus, dengan ukuran sekitar tiga meter kali tiga meter" ucap Hito.


Dataran batu yang hito buat berbentuk persegi dengan panjang tiga meter. "Tap...." hito mengambil pedang kayunya dan bersiap untuk melakukan serangan. "Tapi tunggu dulu, aku belum memperkirakan bentuk yang akan aku hancurkan" ucap Hito dan kemudian ia membuat hari di atas dataran batu itu menggunakan pedang kayu miliknya.


Ia membuat garis dengan jarak sekitar sepuluh centimeter dari pasir yang ada di pinggiran. "Yosh.... sepertinya seperti ini" ucap Hito. "Style, First Slash" Hito kelakukan tebasan ke arah lempengan batu tersebut. "Sriing...." hito melancarkan satu tebasan dan di dataran batu garis yang di buat Hito berubah menjadi lubang yang sedalam tiga centimeter.


"Yosh... tinggal membuang baru di bagian atas dan jadi..." ucap Hito yang kemudian menyimpan pedang kayunya. "Tap...." hito meletakkan telapak tangan di atas lempengan batu dan kemudian mencengkramnya. Setelah hito mencengkram batu itu dan mengangkat ke atas, setelah di angkat ke atas, terlihat sebuah lubang berbentuk persegi presisi dengan dalam tiga sentimeter.


"Oh ya.... aku hampir lupa kalau aku juga bisa menggunakan sihir, akan ku gunakan sihir untuk memindahkan air ke tambak" ucap Hito. "Sihir, Water Ball" Hito menggunakan sihir dan membuat bola air yang terbuat dari air laut, kemudian memindahkan bola air itu ke tambak yang ia buat dan mengisi penuh tambak yang memiliki dalam tiga sentimeter.


"Yosh.... sudah selesai, sekarang tinggal menunggu menjadi kristal, karena di sini laut apa sebaiknya aku membuat pancingan dan memancing ikan laut.....? sepertinya tidak buruk untuk makan daging ikan, agar tidak setiap hari makan daging hewan darat terus menerus" ucap Hito. Dan Hito pun berniat untuk pergi ke hutan untuk mencari kayu, ia mencari kayu untuk di gunakan menjadi pancingan.


"Kayu di dunia ini apa yang kuat.....? kalau aku lebih memilih untuk menggunakan kayu Yggdrasil" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan memasuki hutan yang ada di sana. Ia masuk ke dalam hutan sambil mencari kayu yang bisa di gunakan, tak lama ia berjalan di dalam hutan ia berhenti berjalan. Hito yang berhenti pun mencium bau yang ada di sekitar.


"Bau ini..... ini seperti bau makhluk hidup, tapi bukan monster atau hewan, ini.....?! ini bau manusia..." ucap Hito yang kemudian berlari mencari asal bau manusia tersebut. Tak lama ia berlari untuk mencari asal bau, ia berhenti dan melihat ada seorang anak yang berusia sekitar lima belas tahun yang terlihat sangat compang camping, anak itu duduk sambil memegang sebuah jamur beracun.


"Hey.... bocah hentikan jangan kau makan......!!" ucap Hito dengan keras. "Siapa kau.....? jangan menghentikan ku untuk makan" ucap anak itu dengan suara lirih yang adalah seorang perempuan. "Jangan di makan......!! itu jamur beracun, bodoh.....!!" ucap Hito. Akan tetapi perkataan Hito hanya di hiraukan dan ia memakan jamur yang dia pegang.


Setelah memakan satu gigitan, kulit gadis itu langsung berubah menjadi biru pucat. "Bruuuak.....!!" gadis itu langsung terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. "Tsk, dia bodoh sekali" ucap Hito yang sambil berjalan cepat ke tempat gadis itu tak sadarkan diri. "Jamur apa ini.....? aku belum pernah melihatnya" ucap Hito yang sudah berada di dekat gadis tersebut.


"Nyam...." hito langsung memakan satu buah jamur yang tadi di makan gadis itu sekali makan. "Hmm..... racun ini sangat mematikan, pertama kulit akan berwarna biru pucat dan kalau sudah mengalami gejala bengkak di seluruh tubuh tidak akan bisa di sembuhkan lagi dan kalau sudah mengalami gejala bengkak tinggal menunggu satu menit dan dari seluruh tubuh akan mengeluarkan darah, pada akhirnya akan mati" ucap Hito yang setelah makan jamur tersebut.


[Note: Pantai di tempat Hito membuat tambak tidak terdapat ombak sama sekali karena si depannya terdapat sebuah pulau besar yang menutupi bagian depan tempat itu].