
"Hmm..... sepertinya sudah sebulan aku berada di tempat ini" ucap Hito yang baru bangun tidur. Ia pun segera mencuci mukanya, setelah mencuci muka ia melakukan rutinitas sehari harinya. Setelah ia selesai melakukan rutinitas dan berniat untuk menangkap beberapa ikan di danau. Ia melihat bayangan dirinya di air danau.
"Wah..... tubuhku sudah terlihat sangat kokoh, perutku terlihat seperti tumpukan batu yang tersusun rapi" ucap Hito. Kemudian ia pun menyelam ke dalam danau, beberapa saat kemudian ia keluar dari air sambil membawa beberapa ikan yang ia dapat setelah menyelam. Setelah itu Hito membuat api unggun dan membakar ikan yang ia tangkap tadi.
Setelah menunggu ikan matang, hito pun makan ikan bakar tersebut. Setelah makan ia pun bersiap, hito mengenakan jubahnya. "Yosh.... waktunya sudah tiba, aku akan keluar dari hutan membosankan ini" ucap Hito. Dan hito pun memilih arah yang akan ia tuju. Setelah memilih arah jalan yang akan ia lewati, hito pun mendekati ke salah satu pohon dan ia mengepalkan telapak tangannya.
"Satu pukulan.....!!" ucap Hito. "Buuaaakkk....!!!" sebuah pukulan keras hito Lesatkan ke arah pohon yang ada di depannya. "Kratak..... bruuak.....!!!!" pohon yang di pukul hito itupun tumbang. "Eh....?! aku bisa menyumbang pohin dalam sekali pukul.....?" ucap Hito yang terkejut dengan kekuatannya. Dengan membuat jalannya sendiri kini hito bisa berjalan tanpa tersesat sama sekali.
"Hmm.... aku tidak tersesat lagi sekarang, dunia luar tunggulah aku....." ucap Hito. Dan Hito yang berjalan dengan memukul pohon itu ku. berhenti kerena di depannya jalan buntu dan hanya ada goa yang terlihat sangat menakutkan. "Hmm.... kalau aku masih ada kesempatan untuk mendapatkan berbagai hal keren" ucap Hito. dan Hito pun tanpa ragu ragu pun masuk ke dalam goa tersebut. Saat ia sudah masuk ke goa, di dalam goa terlihat seperti tempat tinggal orang yang sudah lama.
"Hmm.... apakah ada orang....? hey......? kalau ada orang jawab...." ucap Hito sambil masuk ke dalam goa tersebut. "Klacktak..... klacktak.....'' suara tulang belulang yang berbenturan satu sama lain. "Ho.... jadi ada orang yang datang...." ucap sebuah monster yang tinggal di dalam goa tersebut. "Siapa kau....? dan apakah kau monster....?" ucap Hito. "Hahaha.... ada mangsa kecil, tapi lumayan daripada tidak ada sama sekali" ucap tengkorak tersebut.
"Owh.... jadi kau mau melawanku.....? pas sekali aku ingin meregangkan badan sebentar dan juga aku ingin pemanasan" ucap Hito. "Jangan sombong kau manusia" ucap tengkorak tersebut. Hito pun meregangkan badannya dan kemudian mengambil sebuah kuda kuda seorang petinju. "Swush......" dengan kecepatan yang sangat cepat, hito sudah berada di depan monster tengkorak tersebut.
"Jurus pukulan, upper cut" ucap Hito yang berbicara sendiri tentang nama jurusnya agar terlihat sangat kerena. "Buuaaakkk...... kratak..... Tiiiyaaarr......" Hito melesatkan sebuah serangan pukulan ke atas dan mengenai tengkorak dagu milik monster itu, dan kepala monster itu yang terkena pukulan dari hito pun hancur berkeping keping.
Tubuh monster tengkorak itu pun langsung memudar dan akan menghilangkan, Setelah menghilang di tempat monster itu menghilang terdapat sebuah kristal jatuh yang sepertinya jatuh dari monster tadi. Dan hit pun mengambil kristal tersebut, setelah mendapatkan kristal itu, hito pun langsung menggigit nya. "Krak...." Kristal itu di makan hito seperti seseorang yang makan kerupuk. "Cling....." setelah makan kristal itu, di depan hito keluar sebuah jendela status miliknya sendiri.
"Wah.... peti harta, coba coba kita dapat apa....?" ucap Hito sambil membuka peti harta tersebut. "Woah......?! banyak sekali koin emas ini, dan juga sepertinya ini akan berguna saat aku sampai di pemukiman" ucap Hito. "Hmm.... tapi bagaimana aku akan membawanya.....? kalau tidak salah di dalam jubahku terdapat saku" ucap Hito.
Kemudian hito melihat bagian dalam jubahnya. "Ya.... ternyata memang ada, Sekarang aku akan bawa sampai saku milikku ini penuh" ucap Hito. Kemudian hito mengambil satu genggam koin emas dan memasukkan ke dalam sakunya. Dan satu genggam emas itu sama sekali tidak membuat saku milik hito penuh, bahkan terlihat sangat kosong. "Eh....? kenapa tidak penuh....? tunggu dulu...." ucap Hito yang kemudian memfokuskan matanya ke saku jubahnya itu.
"Unlimited Storage......?! kalau begitu aku tidak perlu takut saku milikku ini penuh kan.....? kalau begitu kita ambil semua" ucap Hito. Dan Hito pun mengambil semua isi yang ada di dalam peti tersebut. Beberapa saat kemudian, "Yosh.... aku sudah selesai memasukkan semuanya" ucap Hito. "Cling...." tak lama di depan hito keluar jendela status miliknya.
"Woah.... beberapa sudah terisi, akan tetapi sihir dan yang lainnya kenapa tetap tanda tanya.....?! Tapi library of weapons ini sepertinya aku kenal..... tapi yang apa ya.....?" ucap Hito sambil berfikir keras. "Ah.... aku ingat, library of weapons ini sihir mengeluarkan senjata, kalau tidak salah ada ratusan ribu atau jutaan senjata di dalamnya, kalau begitu aku akan coba" ucap Hito. "Weapon #0, Destruction Heirloom" hito menggunakan sebuah skill yang kemudian di tangannya keluar sebuah pedang.
"Hmm.... ini pedang milikku dulu saat aku menjadi dewa dan aku bisa menggunakannya di sini, tapi dulu aku belum pernah menggunakan ini sama sekali, sekarang waktunya aku mencobanya...." ucap Hito. Kemudian hito berjalan dan ingin keluar dari goa tersebut.
"Tap....." hito menginjak sebuah jebakan sihir yang berada di lantai. "Ah..... sepertinya aku menginjak sesuatu" ucap Hito. "Zinnkk....." seketika hito pun langsung berteleport ke sebuah tempat dan Hito berada di tengah sebuah lorong. "Tempat apa ini.....? sepertinya ini tempat yang menarik, dan karena jalannya hanya ada satu aku akan maju lurus saja" ucap Hito.
Hito pun berjalan lurus menyusuri tempat tersebut. Dan hito pun berhenti karena jalan nya terdapat sebuah cabang. "Hmm.... kanan atau kiri....? akan aku gunakan cap cip cup...." ucap Hito. "Cap cip cup pilih mana yang mau di cup..." ucap Hito sambil tangannya mengarah ke arah kanan. "Yosh.... berarti Kanan" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan masuk ke jalan yang kanan.
Hito berjalan lurus dan kemudian ia berhenti di tengah tengah jalan. "Hmm.... apakah aku pernah ke sini.....? ah palingan hanya fatamorgana" ucap Hito. Kemudian hito membawa pedang kayu yang tersarung itu di tangan kirinya. "Ah.... aku menemukan batu kecil" ucap Hito. Kemudian hito mengambil batu tersebut dan membuat tanda X di tempat ia berada.