
"Hmm..... rasanya enak juga ternyata....." ucap hito yang kemudian menghabiskan makanan dengan sangat cepat.
"Cepatnya...... kenapa kau bisa makan dengan cepat seperti itu.....?" ucap Melisa. "Ya.... biasa saja, aku makan juga porsinya seperti itu jadi jangan terkejut" ucap Hito. "Ah.... ya baiklah....." ucap Melisa. "Kalau begitu aku akan ke kamarku ya...." ucap hito. "Ya..... selamat malam Hito...." ucap Melisa.
"Ya.... selamat malam...." ucap hito yang kemudian mengambil kunci yang ada di pelayan yang berada di kasir. Setelah mendapatkan kunci Hito pun menuju ke kamar yang ia sewa. "Kreek....." Hito membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Setelah masuk Hito menutup pintu kembali.
"Hmm..... lumayan bagus juga....." ucap hito. Dan Hito pun berbaring di ranjang yang ada di kamar tersebut. "Hah.... ternyata dunia ini lumayan menyenangkan, aku bisa sedikit bersenang senang" ucap Hito. Dan Hito pun tak lama terlelap dalam tidur. Hito pun tidur beberapa jam dan bangun pada saat tengah malam.
"Hah.....?! apa aku tadi tertidur......? hah..... masih tengah malam" ucap Hito yang sambil melihat jendela. Setelah itu Hito membuka jendela kamar itu. "Wush....." Hito keluar dari kamar dengan melewati jendela itu. "Tap...." Hito mendarat di atas penginapan. "Huft...... malam yang sepi dan tenang tanpa ada gangguan apapun......" ucap hito sambil menghela nafas.
"Hmm..... apa itu......?" ucap hito yang melihat sebuah kuda yang menarik gerobak, dan di atas gerobak terdapat jeruji besi. "Apa itu.....? sepertinya menarik kalau di lihat dari dekat....." ucap hito. "Wush....." Hito pun melesat dan berjalan di udara menuju ke atas kereta itu. "Tap...." Hito mendarat di atas jeruji itu.
"Hmm..... aku harus menghentikan kuda dan kemudian orang yang mengendalikan kudanya" batin Hito. Hito pun kemudian mengeluarkan pedang kayu miliknya. "Wush....." Hito melesat pukulan yang tak terlalu kuat dan langsung mengenai kepala orang yang mengabadikan kuda. "Duuuakkk......" orang yang mengendalikan kuda pun terpukul dan kemudian terjadi hingga tak sadarkan diri.
"Style, Silent Slash" Hito melakukan tebasan ke arah kuda, tebasan yang di luncurkan Hito itu tak menimbulkan suara sedikitpun. Dan setelah kuda itu terpotong menjadi dua, kereta pun terhenti. "Tap....." Hito turun ke bawah dan kemudian menghampiri orang yang ia pukul. Setelah mendekat, Hito memeriksa nadi yang ada di lehernya.
"Oh.... nadinya masih berjalan, untung saja dia tidak mati kena pukul....." ucap hito. Kemudian Hito pun mengikat orang itu dan mengangkat orang itu. "Brukk...." Hito melempar orang itu ke samping gerobak. "Hmm.... ini gerobak apa.....? seperti jeruji dan di tutup kain lagi....." ucap hito yang kemudian Hito membuka kain yang menurut jeruji itu.
"Ah..... perdagangan manusia....... sial..... aku sangat membenci peradangan manusia" ucap Hito yang melihat ada seorang perempuan yang tak sadarkan diri dan berada di dalam jeruji. "Hmm..... ini harus di buka dengan kunci, dan aku akan main main dengan orang yang memperdagangkan manusia" ucap Hito.
Hito pun mencari kunci yang ada di balik baju orang yang ia pukul tadi. "Ah.... ketemu, sekarang tinggal buka" ucap Hito yang kemudian memasukkan kunci ke dalam lubang kunci jeruji. "Ceklek....." Hito pun membuka pintu jeruji itu, setelah itu ia masuk ke dalam jeruji untuk melihat keadaan perempuan itu.
"Hmm.... apa ini.....? kalung budak,......? apakah sulit melepaskan ini......?" ucap hito. Dan Hito pun menyentuh kalung budak itu. "Sihir, Remove" Hito menggunakan sihir dan seketika kalung itu pun lepas dan menghilang. "Ah..... aku kita sulit untuk di lepas, ternyata sangat mudah" ucap Hito. Dan kemudian Hito pun menyentuh dahi perempuan itu.
"Sihir, Recovery" Hito menyembuhkan luka yang di miliki perempuan itu hingga tak menyisakan satu luka pun. Dan di tubuh perempuan itu tidak terdapat bekas luka satupun. "Nah.... sekarang lebih bagus, perempuan itu seharusnya tak memiliki luka ataupun bekas luka" ucap Hito.
Dan kemudian Hito keluar dari kamar dan kembali ke gerobak. "Tap...." Hito mendarat di depan orang yang ia buat pingsan. "Hmm.... aku ingin tau di mana markas mereka, bagaimana kalau aku intip sedikit ingatan nya..... permisi saya mau memeriksa ingatan mu....." ucap hito yang kemudian menyentuh dahinya.
"Sihir, Memory Seeker" Hito menggunakan sihir dan melihat ingatan orang itu. Beberapa saat setelah melihat ingatan orang itu, Hito pun mengetahui di mana markas bos mereka. "Hehehe.... aku punya ide brilian" ucap hito. "Sihir, silent" Hito menggunakan sihir ke orang yang tak sadarkan itu, dan kemudian masukkan orang itu ke dalam jeruji.
Setelah orang itu masuk, Hito menutup jeruji itu dengan kain sebelumnya. "Heheheh..... akan aku buat kejutan pada mereka, oh ya.... aku hampir lupa kalau kuda mereka sudah aku tebas" ucap Hito. Dan Hito pun menghampiri mayat kuda yang terbelah menjadi dua itu. "Sihir, Revive" Hito menggunakan sihir dan tak lama darah kuda yang tersebar secara perlahan tertarik ke tubuh kuda.
Setelah semua darah kembali ke tubuh kuda, kuda itu pun menyatu dan secara perlahan berdiri kembali. "Yeah..... sekarang masalah kuda sudah teratasi, tinggal pergi" ucap Hito. Hito pun menyambungkan gerobak dengan kuda, setelan itu Hito menaiki kursi di depan gerobak dan kemudian menjalankan kuda.
"Oh.... kalau aku langsung seperti ini akan terlihat sangat mencurigakan, aku butuh sesuatu" ucap Hito. Hito pun melihat ke bawah, kanan, dan kiri. Dan Hito pun menemukan sebuah jubah, tak pikir panjang Hito pun menggunakan jubah itu. "Hmm.... tempat perdagangan manusia itu ada di sebuah goa dan di dalam goa banyak orang dan anak anak yang di kurung di dalam jeruji" ucap Hito.
dan Hito pun menjalankan kuda hingga menuju ke tempat para pedagang manusia. Tak lama Hito pun sampai di depan di depan pintu goa. Goa tempat perkumpulan itu di tutup oleh pintu yang terlihat seperti batu. "tok.... tok..." Hito mengetuk dua kali pada pintu itu. "Katakan kata sandi....." ucap seseorang di dalam.
"Sebiji Saja....." ucap hito dan kemudian pintu pun di bukakan. Setelah pintu di buka, Hito pun kembali dan menaiki gerobak. Setelah itu Hito menjalankan kuda dan masuk ke dalam goa itu. "Yo..... apa yang kau dapatkan hari ini,.....? elf,.....? dwarf.....? atau apa......?" ucap bos perdagangan manusia. "Srett,....." Hito cuma mengacungkan ibu jarinya ke arah jeruji di gerobak, bos itu pun langsung mengerti tanpa pikir panjang.