
"Ssssshhhhaaaa......!!!" suara monster tersebut yang melihat hito.
"Apa.....? kau ke sini kerena mencium bau darah dari monster barusan.....?" ucap Hito. "Sshhaa...." suara monster tersebut yang seperti berbicara kepada hito. "Hmm.... begitukah, kalau begitu makan ini" ucap Hito yang melemparkan kepala monster yang beru saja ia bunuh.
"Shhhaa.....? sshhaa.....?" ucap monster tersebut. "Makan saja, aku tidak memakan kepala monster itu, dan kau juga pasti menyukainya kan" ucap Hito. "Ssshhhaa.......!!" ucap monster itu yang kemudian membawa kepala monster itu pergi. "Eh.... sudah langsung pergi kah..... biarlah, sekarang aku akan sedikit menyusuri tempat ini" ucap Hito.
Hito yang berjalan pun akhirnya keluar dari hutan bambu dan ke tempat dengan pohon pohon besar. "Woah.... pohon di sini cukup besar, untuk bakar bakar akan menjadi lebih awet" ucap Hito. "Krecek..... krecek.... krecek..... krecek....." suara kaki laba laba yang sangat berisik. "Cih, banyak sekali laba laba di tempat ini, apakah di sini sarang laba laba....?" ucap Hito.
Sementara itu, laba laba besar yang hito kasih kepala monster itu menemui ratunya. "Shhhaaa....." ucap laba laba itu yang mendekati ratu laba laba. "Ada apa,....? sepertinya kau sedikit senang" ucap ratu laba laba. "Tuk...." laba laba itu melemparkan kepala monster yang di berikan Hito. "Oh.... kau yang membunuhnya.....? hebat sekali kau bisa mengalahkannya" ucap ratu laba laba.
"Sshha.... sshaa.... shaaa....." ucap laba laba itu sambil menggelengkan kepalanya. "Apa....? bukan kau yang mengalahkannya....? tapi siapa.....? aku belum turun tangan untuk mengalahkan karena tempat yang di huni sangat sempit" ucap ratu laba laba. "Sha.... shhhaa.... sha.... shhhaaaa....." ucap laba laba itu. "Jadi ada manusia yang membawa tombak mengalahkannya.....?" ucap ratu laba laba.
"Sha.... sha... sha...." ucap laba laba itu. "Hmm.... aku jadi tertarik kepada manusia yang kau bicarakan, apakah dia akan ke sini,....?" ucap ratu laba laba. "Sshhhhhaaaa......?" ucap laba laba itu. "Ah.... begitukah, kalau begitu kau bisa pergi, aku akan terima ini untuk makanan ku" ucap ratu laba laba. Sementara itu, Hito yang berjalan berada di tempat dengan banyak kepompong laba laba di atas pohon.
"Huft....." hito mencium bau yang ada di tempat itu. "Hmm..... banyak sekali laba laba di tempat ini, setiap kepompong berisi monster dan setiap kepompong milik laba laba yang berbeda beda" ucap Hito. Dan Hito pun melanjutkan perjalanan pada akhir sampai di tempat ratu laba laba yang sedang berbicara dengan laba laba yang baru ia temui.
"Eh.....? Yo.... bertemu lagi laba laba kecil" ucap Hito. "Ssshhhaa.......!!!" ucap laba laba itu yang melihat hito. "Apa....? kau terkejut melihatku....? hahahaha..... tidak perlu terkejut melihat diriku, biasakan dirimu saja saat melihatku" ucap Hito. "Sha.... sha.... sha.... sha...." ucap laba laba itu kepada hito. "Hmm.... kau bilang kau sedang berbicara dengan ratumu....? ya berbicara dengan ratumu, jangan pedulikan aku" ucap Hito.
Di belakang Hito ada sesosok laba laba yang turun secara perlahan. Laba laba yang turun itu menyiapkan racunnya untuk menyerang Hito dari belakang.
"Apa.....!? beraninya kau membunuh anak anakku....." ucap ratu laba laba. "Dia yang berniat membunuhku, lebih baik membunuh sebelum di bunuh" ucap Hito. "Berani sekali mulutmu manusia.....!!" ucap ratu laba laba dengan penuh amarah. "Kalm.... kalm.... jangan marah marah, tenangkan dirimu" ucap Hito.
"Beraninya manusia memerintah diriku yang hebat ini....!!" ucap ratu laba laba. "Ciuh.... sudah ku bilang tenang, kau itu tidak ada apa apanya, padahal hanya memiliki kekuatan secuil sudah besar kepala" ucap Hito yang sambil membuang ludah. "Wursh......" hito langsung mengeluarkan hawa membunuh miliknya sekitar satu persen.
Udara di tempat itu seketika langsung menjadi dingin hanya kerena Hito mengeluarkan sedikit hawa pembunuhnya. Seluruh laba laba langsung mundur sedikit demi sedikit dari hito. "A.... apa apaan ini,.....? kekuatan yang sangat kuat sekali" ucap ratu laba laba. "Bercanda....." ucap Hito yang seketika berada di depan wajah ratu laba laba dan hawa pembunuhnya menghilang.
"Tuk...." hito memukul sangat pelan ke dahi ratu laba laba itu dan kemudian kembali ke tempat ia berdiri semula. "Masih sangat jauh perjalanan mu untuk menjadi lebih kuat" ucap Hito. "Bruuak" seketika ratu laba laba itu pun langsung jatuh terduduk. "Hah.... hah....hah..... apa apaan itu tadi, aku bahkan tidak melihatnya bergerak dan aku hampir melihat sebuah kematian" ucap ratu laba laba.
"Ada apa....? sudah terengah engah.....? ternyata hanya segini kekuatan ratu laba laba, ku kira bisa melebihi ekspektasi ku daripada naga yang ku temui, tapi nyatanya sangat mengecewakan menyandang nama ratu tapi lemah sekali...." ucap Hito. "Si.... siapa kau....?" ucap ratu laba laba. "Hmm.... orang nyasar ke tempat ini dan menemukan bahan yang di cari, Kasha Hitohito itulah diriku" ucap Hito.
"Eh....? apa aku benar benar nyasar.....? tapi kalau di lihat sepertinya aku memang nyasar tapi kalau aku nyasar itu tidak lucu" ucap Hito berbicara sendiri. "Ada apa dengan manusia ini, dia berbicara sendiri dan kekuatannya sangat tidak masuk akal" batin ratu laba laba. "Tidak perlu di pikirkan apa yang aku katakan" ucap Hito. "Apa....?! dia bisa membaca pikiranku....?" batin ratu laba laba.
"Oh ya.... mumpung aku menemukan laba laba, hey.... kau ratu laba laba bisakah kau berikan aku tali tipis yang kuat....?" ucap Hito. "Baik, akan saya buatkan apa yang anda minta...." ucap ratu laba laba. "Anda....? sejak kapan dia menggunakan kata kata format padaku....? siapa peduli" batin Hito. Dan kemudian hito mengeluarkan satu bambu dari sihir penyimpanan miliknya yang memiliki panjang sekitar lima meter.
Hito memotong bambu itu menjadi dua, yang satu dengan panjang dua meter dan untuk sisanya ia simpan kembali. Hito juga tak lupa mengeluarkan sebuah balok kayu yang merupakan asal mula dari Shannara. "Yosh.... tinggal menggunakan sihir untuk menyatukan dua bahan ini" ucap Hito. Hito pun mendekatkan kedua bahan itu dan menaruh telapak tangan kanannya di atas kedua bahan itu.
"Sihir, Incorporation" Dari telapak tangan Hito mengeluarkan cahaya, tak lama cahaya itu menghilang dan kedua bahan tadi berubah menjadi satu bahan yang terlihat seperti ranting dengan diameter lingkaran lima centimeter dan panjang dua meter. "Wush.... wush.... wush....." hito mengayunkan kayu itu yang lentur. "Yosh.... sudah bagus, lentur dan sedikit kuat seperti kayu itu" ucap Hito. "Tuan Hito.... tali yang anda inginkan sudah jadi" ucap ratu laba laba.
[Note: Kecepatan Hito bisa melebihi apapun, kecepatan yang biasanya dia gunakan adalah sekitar satu sampai tiga detik. Dia juga bisa menggunakan kecepatan cahaya atau lebih cepat dari cahaya].