
Malam pun berlalu dan pagi pun tiba, hito yang tertidur pun bangun. "Whooam..... sudah pagi kah, Yosh.... sekarang waktunya berlatih hingga menjadi sangat kuat" ucap Hito. Hito pun bangun dan berdiri, Setelah berdiri ia menuju ke danau, ia mencuci mukanya dengan air danau. "Hah.... aku harus semangat" ucap Hito.
Hito pun segera melakukan push up. "Satu.... dua.... tiga.... empat.... lima..... enam .... tujuh.... delapan..... sem....bilan.... se... puluh....." ucap Hito sambil menghitung jumlah push up. "Hah..... ternyata lebih sulit dari yang ku bayangkan" batin Hito yang sambil push up. Satu jam pun berlalu dan Hito pun masih melakukan push up. "Sembilan ratus sembilan puluh delapan...... sembilan ratus sembilan puluh sembilan..... seribu......" ucap Hito yang menghitung dan ia pun langsung berhenti melakukan push up.
"Hah.... hah.... seribu push up sangat melelahkan, tapi aku tidak boleh berhenti di sini, sekarang waktunya sit up" ucap Hito. Dan Hito pun melakukan sit up untuk beberapa jam dan ia mencapai seribu sit Up. Hari pun mulai menjelang tengah hari, dan Hito yang berlatih fisik itu mencapai, seribu push up, seribu sit up, seribu dan seribu squat. "Hah..... hah.... hah.... sangat melelahkan, bahkan keringat ku bercucuran sangat deras" ucap Hito.
"Kruyuk.... kruyuk....." suara perut hito yang keroncongan. "Ah.... aku sekarang lapar, aku akan menangkap beberapa imna untuk di makan" ucap Hito. Hito pun langsung melepas bajunya dan ia pun langsung menceburkan diri ke danau. "Byur....." Hito langsung melompat ke danau dan ia pun menyelam untuk menangkap beberapa ikan. Tak lama Hito pun kembali ke daratan.
"Yosh.... aku sudah dapat beberapa, dan aku akan memasak ikan ini" ucap Hito. Hito pun membuat api unggun untuk memanggang ikan hasil tangkapannya. Setelah api unggun jadi, ia langsung membakar ikan yang ia tangkap. Sambil menunggu ikannya matang, Hito duduk bersila dan ia menutup kedua matanya. "Ng...... Huft..... Ng.... Huft....." Hito menarik nafas dalam dalam dan membuang nafas.
Hito melakukan itu karena ia melatih ketenangan dan juga pernapasan nya. "Hmm.... sepertinya aku mencium bau yang tidak enak dan juga seperti benda gosong" batin Hito. Kemudian hito membuka matanya dan melihat ke depannya, ikan yang ia panggang semuanya setengah sudah gosong menghitam. "Ah.... tidak.... ikan bakar ku...... kenapa gosong dengan mudahnya" ucap Hito.
Dan Hito pun memakan ikan itu meski setengah sudah Gosong. "Hmm.... ini menjadi salah satu pelajaran penting, jangan meninggalkan makanan yang sedang kau masak" batin Hito sambil makan ikan setengah gosong. Dan setelah makan, hito pergi untuk mencari batu di dekat sana. Dan ia menemukan berbagai macam batu dari besar sampai yang kecil, ukurannya paling berat tiga meter, dan kalau beratnya tidak masuk akan untuk di angkat oleh manusia, kalau yang kecil sebesar telapak tangan.
"Yosh.... aku akan menggunakan yang ini" ucap Hito yang memilih sebuah batu yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Berat dari batu yang di pilih hito itu sekitar dua puluh kilogram ke atas. "Yosh.....!!!" ucap Hito sambil mengangkat baru itu. Kemudian ia membuat batu itu menjadi alat angkat berat. Beberapa jam kemudian, hito mencapai seribu angkat beban menggunakan sebua batu.
Setelah memakai jubahnya, Hito pun berjalan lurus. Akan tetapi dia tetap tidak bisa keluar dari hutan itu, ia sudah mencoba puluhan bahkan hinggap ratusan kali. Kalau di hitung hitung ia sudah seperti berjalan puluhan kilometer hanya dengan mondar mandir di hutan. "Arg..... bagaimana kalau aku tidak bisa keluar dari sini.....?" ucap Hito yang terlihat kesal.
"Sialan.....!!!" ucap Hito. "Buakk......" Hito yang kesal itu pun memukul sebuah pohon dan membuat yang ia pukul memiliki cap pukulannya. "Hmm..... kalau fisikku bisa mengajurkan satu pohon dengan mudah, aku bisa keluar tanpa nyasar dengan lurus menerobos pohon" ucap Hito. "Buakk.... buakkk.... buak.... buaakkk..... buakkk... buakk... buuaaakkk.... buaakkk....." Hito melakukan pukulan berkali kali ke pohon sebagai latihan tambahan.
Hito melakukan pukulan menggunakan pohon itu dari siang hari sampai sore hari. "Terakhir untuk hari ini.....!!" ucap Hito yang sambil melesatkan pukulan. "Buakkk......!!!" pukulan terakhir yang di lancarkan Hito itu sangat kuat. "Kratak...... Bruaakkkk.....!!!!" pohon yang Hito pukuli dari tadi itu pun tumbang. "Hah.... hah.... hah.... aku bisa menjatuhkan sebuah pohon untuk pertama kalinya" ucap Hito.
"Sepertinya sudah cukup untuk hari ini, aku harus istirahat dan akan melakukannya lagi besok" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan ke arah danau, ia menyiapkan api unggun dan tempat ia beristirahat. Setelah membuat api unggun, hito pun langsung tumbang karena kelelahan. Hito langsung tertidur dengan sangat lelap. Malam pun berlalu dan pagi pun tiba. Hito yang tertidur pun bangun dan segera mencuci mukanya.
Setelah mencuci muka ia bersiap untuk melakukan hal yang sama sepertinya kemarin yaitu melakukan push up, sit up, squat. "Yosh, untuk hari ini harus bisa naik di kali lipat dari kemarin, dua ribu push up, dua ribu sit up dan dua ribu squat" ucap Hito, kemudian ia melakukan push up, sit up dan squat masing masing dua ribu kali. Setelah melakukan push up, sit up dan squat ia melakukan angkat beban menggunakan batu yang lebih besar dari kemarin.
Setelah melakukan itu, Hito melepas bajunya dan jubahnya, ia hanya menyisakan celananya. Setelah itu ia menyelam ke danau untuk mencari ikan untuk di makan. Setelah itu Hito yang sudah mendapatkan ikan pun ia langsung membuat api unggun, dan kemudian membakar ikan hasil tangkapan. Setelah ikan matang hito pun memakan ikan bakar tersebut, setelah makan ia kemudian melakukan pukulan ke pohon dan berhasil menumbangkan satu pohon dengan waktu yang hampir sama seperti kemarin.
"Hah.... hah.... hah.... ini belum cukup, aku harus berlatih dengan keras" ucap Hito. Kemudian ia membuat api unggun dan tidur. Besok harinya Hito melakukan hal yang sama akan tetapi dua kali dari kemarin. Dan Hito melakukan rutinitas itu setiap hari dan setiap harinya dua kali lipat dari kemarin yang ia lakukan. Hito melakukan rutinitas tersebut selama sebulan penuh tanpa ada jeda sama sekali.