Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.69 Desa Misterius



Hito dan yang lainnya pun pergi ke area city of death. "Hito, kita akan ke mana sekarang.....?" ucap Katla. "Hmm.... kita akan pergi ke sebuah tempat untuk menambang dan membuat kalian berdua menjadi lebih kuat" ucap Hito. Dan mereka pun berjalan di hutan.


Tak lama mereka berjalan mereka langsung bertemu seekor goblin yang menghadang mereka. "Kalian bereskan" ucap Hito. "Iya iya.... tanpa kau suruh aku juga tau" ucap Sierra. "Sriiing......!!" dalam sekali serangan Sierra pun langsung memotong goblin itu menjadi dua bagian.


"Hmm.... lumayan tapi masih belum bisa sebanding dengan murid ku" ucap Hito. "Kau punya murid.....?" ucap Sierra. "Ya....dia lumayan meski kekuatan nya kurang matang" ucap Hito. "Hmm..... kau itu seorang yang menggunakan kekuatan berpedang atau kekuatan pedang.....?" ucap Sierra.


[Note: Kekuatan berpedang adalah kekuatan atau cara bertarung menggunakan pedang, meski menggunakan pedang apapun kekuatan nya tetap hebat. Berbeda dengan menggunakan kekuatan pedang, orang yang menggunakan kekuatan pedang akan menjadi lebih kuat dengan pedang yang dia pakai].


"Hmm..... aku ke dua duanya" ucap Hito. "Bagaimana bisa, kau tadi menggunakan kekuatan pedang, bukan kekuatan berpedang" ucap Sierra. "Ya, aku cuma mengalah agar kau tak terbunuh dengan mudah" ucap Hito. "Apa.....!? menahan diri.....?" ucap Sierra. "Ya..... sebenarnya aku ini kuat loh, dan juga Katla dia juga kuat" ucap Hito.


"Bagaimana bisa.....? kekuatan ku saja di bawah Sierra" ucap Katla. "Kau salah, kau hanya belum bisa mengeluarkan potensi mu, sedangkan diriku aku menahan kekuatan ku" ucap Hito. "Baiklah, kalau ada monster lagi, kau yang bunuh, jangan menggunakan pedang tadi" ucap Sierra. "Ya.... aku bisa menggunakan berbagai senjata" ucap Hito.


Dan tak lama langsung muncul sebuah Monster yang cukup kuat. Monster berbetuk seperti kadal dengan delapan kaki dan dengan ukuran seratus delapan puluh centimeter, kadal itu menatap tajam mereka.



"Mon-Monster apa apaan itu.....? jangan jangan itu monster yang sering membunuh para petualang yang berjalan di hutan....?" ucap Sierra. "Cuma kadal, bukan ancaman yang harus di waspadai" ucap Hito yang sambil mengambil pedang kayu miliknya.


"Cuma kadal pala kau.....!! dia itu sangat kuat.....!! sebaiknya lari selagi bisa......" ucap Sierra yang panik, sedangkan Katla tak bisa bergerak karena saking takutnya. "Huft....." Hito menghela nafas. "Sriiing..... Sreeettt......" Hito mengeluarkan pedangnya dan kemudian mengembalikan pedangnya ke dalam sarung.


"Cruuuat......!!" Monster itu langsung terpotong menjadi beberapa bagian. "A-aapa apaan barusan.....?! aku tak bisa melihat apa yang terjadi barusan" ucap Sierra. "Aku membunuhnya, cuma kadal mudah mengalahkan nya" ucap Hito. "Ugh.... ya baiklah, aku percaya....." ucap Sierra. Hito pun mengambil daging dan berbagai hal yang ada di tubuh kadal itu.


Setelah itu, Hito memasukkan semua yang ia dapatkan ke dalam sihir penyimpanan nya. "Yosh.... sudah selesai, sekarang kita kembali jalan" ucap Hito. "Hmm..... ya, ayo lanjutkan perjalanan" ucap Sierra dan Katla. Mereka pun melanjutkan perjalanan, dan tak lama mereka pun sampai di kaki gunung Cottysh.


Dan sore hatinya mereka sudah turun dari gunung Cottysh. Setelah turun mereka pun mencari desa untuk menginap sementara waktu. Mereka pun berjalan mencari sebuah desa terdekat hingga matahari terbenam. "Ugh.... kenapa jauh sekali" ucap Sierra. "Ya mau bagaimana lagi, kau bangunlah tempat tempat seperti ini" ucap Hito.


"Ogah, mengurangi kerajaan itu adalah hal yang paling merepotkan" ucap sierra. 'Hmm.... benar juga, aku saja tak kan mau kalau menjadi raja atau presiden" ucap Hito. Dan mereka pun sampai di sebuah desa. Dan saat mereka mencapai gerbang desa, mereka langsung bertemu dengan seseorang yang sambil membawa lentera.


"Halo pak, selamat malam...." ucap Hito yang menyapa orang itu. "Oh.... selamat malam, ada apa malam malam begini" ucap orang itu. "Hmm.... saya ingin bermalam di desa ini bisa.....?" ucap Hiot. "Hmm.... ya, kalau begitu ikutlah denganku, aku akan menerima tamu dengan lapang dada" ucap orang itu. Dan mereka pun masuk ke dalam desa.


Desa itu adalah desa yang cukup aneh, malah hari di desa tak ada seorang pun yang berani keluar. "Pak kenapa desa ini sangat sepi, padahal baru saja matahari tenggelam" ucap Hito. "Oh, itu adat tradisi sini, kalau matahari sudah tenggelam tak boleh ada yang keluar, atau mereka akan di culik oleh ular raksasa" ucap orang itu.


"Hmm..... begitukah, baiklah....." ucap Hito. Dan mereka pun sampai di rumah orang itu. "Ini rumah ku, walau tak terlalu bagus, ini lumayan untuk beristirahat" ucap orang itu. "Ya..... terima kasih" ucap Hito. "Ya... kalau begitu aku akan pergi ke rumah ku untuk berisitirahat" ucap orang itu yang kemudian keluar dari rumah itu.


"Hmm.... banyak sekali hal yang mencurigakan" ucap Hito. "Mencurigakan seperti apa.....?" ucap Sierra. "Bukankah kau sudah lihat, semua orang tak berani keluar, cuma dia saja yang keluar apalagi menyambut kita dengan baik" ucap Hito. "Hmm.... seperti ada sesuatu di balik ini semua, tuan...." ucap Katla. "Ya.... kalian istirahat saja, aku mau keluar sebentar sambil mengecek" ucap Hito.


"Ya...... baiklah, hati hati di jalan....." ucap Sierra. "Hmm.... kenapa kau mengatakan itu.....?" ucap Hito. "Apakah tak boleh, baiklah, terserah kau saja, pergi sana hus.... hus....." ucap Sierra. Dan Hito pun keluar dari rumah itu dan langsung melompat ke arah salah satu atap rumah warga. "Hmm.... kemana dia pergi.....?" ucap Hito sambil melihat ke sekeliling. Dan ia pun menemukan orang yang barusan sedang berjalan ke sebuah gang.


"Hah......? apa yang akan dia lakukan.....? apakah dia akan bertemu dengan seseorang.....?" ucap Hito. Dan Hito pun menghampiri orang itu yang bertempat dengan seseorang di sebuah gang. Hito bersembunyi di atas atap sambil mendengarkan percakapan mereka.


"Jadi bagaimana.....? apakah kita akan mengorbankan mereka bertiga ke tempat dewa ular, pak RT" ucap orang yang di temui oleh orang yang menyambut Hiot dan yang lainnya. "Hmm.... ya tentu saja, besok kita langsung serahkan mereka setelah memberikan mereka makanan yang sudah di taburi racun pelumpuh" ucap pak RT.


"Ya..... baiklah kalau begitu, dengan begitu dewa ular tidak akan marah mencari makanan" ucap warga. "Hmm..... ya, tapi kita harus berhati hati....." ucap pak RT dan setelah itu pak RT dan warga pergi kembali ke ruang mereka. Sedangkan Hito masih tetap berada di atap.