
Hito yang berenang pun sampai di tepi pantai, setelah sampai ia kemukakan menggunakan kembali bajunya dan ia menyiapkan api unggun untuk memasak.
Setelah menyiapkan api unggun ia kemudian meletakkan tempurung kura kura di atas api unggun dan ia pun memasak air di dalam. tempurung kura kura tersebut. Sambil menunggu air yang ada di tempurung kura kura itu mendidih, Hito mengeluarkan seekor ubur ubur yang ia dapat di laut.
Ia kemudian membuang tentakel yang ada ubur ubur itu dan juga ia membuang saraf ubur ubur. Setelah itu Hito memotong kecil kecil persegi panjang dan menaruhnya di atas piring yang ia miliki. "Yup.... sudah mantap, sekarang tinggal aku cuci dan memasukkan ke dalam air yang mendidih itu.
Hito pun pergi untuk membersihkan ubur ubur yang sudah ia potong potong itu, dan setelah membersihkan ubur ubur itu, Hito pun memasukkan semua potongan ubur ubur itu ke dalam air mendidih. Tak lama Hito pun menyaring semua potongan ubur ubur itu dan meletakkan di atas piring bersih.
Setelah meletakkan di atas piring, hito mengangkat tempurung kura kura itu dan membuang air yang ada di tempurung kura kura itu. Setelah membuang air yang ada di tempurung, Hito pun meletakkan kembali tempurung kura kura itu atas api unggun yang tetap menyala. Hito memasukkan sedikit air ke dalam tempurung kura kura itu.
"Sekarang tinggal membuat saus untuk ubur ubur ini" ucap Hito. Hito kemudian memasukkan beberapa tanaman rempah yang ia temukan di hutan, ia meremas dan memasukkan rempah itu ke dalam tempurung kura kura itu sambil ia aduk berkali kali. Setelah itu Hito memotong jamur dengan ukuran yang kecil kecil.
Setelah memasukkan jamur, Hito pun mengaduk dua sampai empat kali dan kemudian Hito tambahkan garam, air dan saus tiram yang ia buat kemarin. Setelah memasukkan garam, air dan saus tiram, Hito pun mengaduk hingga saus itu sedikit mengental. Beberapa saat kemudian, saus pun sedikit mengental, Hito pun mematikan api.
Setelah mematikan api, Hito menaruh saus itu di sebuah mangkok. "Hmm.... sepertinya sudah jadi, sekarang akan aku coba" ucap Hito yang sambil mengambil satu potong ubur ubur dan mencelupkan ke saus itu. Setelah itu Hito memakan ubur ubur yang sudah di celupkan ke saus. "Hmm.... nyam... nyam..... gleg...." Hito memakan ubur ubur itu.
"Rasanya ubur ubur tidak ada sama sekali hanya ada tekstur kenyal yang enak, di tambah saus menjadi lebih nikmat, mantap kali" ucap Hito. "Woy.....!! curang kau Hito..... kau makan duluan, bagi bagi dong.....!!" ucap melisa yang baru bangun tidur dan berteriak ke arah Hito. "Bersihkan dulu mukamu itu, baru kau ke sini" ucap Hito.
"Apa masalahnya, aku tidak peduli, untuk sekarang aku ingin makan......" ucap Melisa. "Sialan, kau cuci muka dulu atau kau ingin mati berkali kali di tanganku......?!" ucap hito yang akan meluncurkan sihir ke arah Melisa. "Tunggu.... tunggu.... tunggu dulu..... jangan tembak dulu, aku akan mencuci muka dulu" ucap Melisa yang kembali ke dalam goa.
"Huh.... seharusnya kau pergi kemarin dan menghilang, tau taunya mati di makan monster dan hanya menyisakan beberapa anggota tubuh" ucap Hito. "Ogah.... ga sudi aku mati, aku masih ingin hidup dan melakukan berbagai hal" ucap Melisa. "Ya.... ya.... baiklah, terserah kau saja" ucap hito. Dan Hito pun menyiapkan empat piring tambahan dan membagi potongan ubur ubur dengan seterusnya di lima piring itu.
Setelah itu Hito menuangkan saus di atas potongan ubur ubur di kelima piring itu. "Wah.... apa ini Hito,.....? warnanya putih dan coklat, baunya sangat enak membuat nafsu makan bertambah" ucap Melisa. "Sudahlah jangan banyak bicara, langsung makan saja" ucap Hito. "Ya.... padahal aku berbicara begitu dengan niat baik, tapi niat baik tidak di terima oleh Hito....." ucap Melisa.
Dan mereka pun makan potongan ubur ubur dengan saus itu bersama. "Hmm.... kenyal dan enak sekali, kau pakai daging apa ini Hito,.....?" ucap Melisa. "Ya.... anda pakai daging apa tuan....?" ucap Illuya. "Aku pakai daging ubur ubur, kalau tidak tau ubur ubur, itu hewan yang di laut lembek dan bisa menyengat" ucap Hito.
"Apakah hewan itu.....?! tapi kenapa ini tidak menyengat sama sekali....?" ucap Melisa. "Ya tentu saja, Aku sudah menghilangkan itu jadi bisa enak di di makan, aku juga dapat belut laut yang cukup besar, itu buat makan nanti saja" ucap Hito. Dan beberapa saat kemudian, mereka selesai makan.
"Hah..... enak sekali, aku tidak menyangka hewan lembek itu bisa di makan dan menjadi sangat enak seperti ini....." ucap Melisa. "Setelah itu makan ini" ucap Hito yang memberikan buah yang di dapat dari pohon asal mula Shannara. "Eh.....?buah ini lagi.....? seberapa banyak yang kau punya Hito,.....?" ucap Melisa. "Ngapain tanya.....? kau mau minta.....? gak akan aku berikan" ucap Hito.
"Sial..... aku kira bisa dapat, dan aku akan gunakan untuk meningkatkan aliran mana ku, Hito bagaimana cara mendapatkannya.....?" ucap Melisa. "Gak akan aku kasih tau, dan kalau mau tau kau juga tidak akan mampu mengambil mengambil buahnya" ucap hito. "Eh...... kasih tau lah Hito, karena berbagai itu adalah hal yang indah" ucap Melisa.
"Gak, aku gak akan memberikan tanpa mendapatkan keuntungan, bagaimana kalau dengan give n take.....? aku akan memberi dan aku juga akan menerima yang sepadan.....?" ucap hito. "Cih....apa yang aku punya....? pedang ini.....? tubuh.....? atau jiwa....?" ucap Melisa. "Hmm.... jiwa, cukup menarik" ucap Hito.
"Benarkah, kalau begitu aku akan memberikan jiwaku" ucap Melisa. "Jangan melakukan hal bodoh, ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa, jangan pernah memberikan jiwa mu pada iblis" ucap Hito. "Apakah kau itu Iblis,.....? kalau kau iblis, bagaimana bisa kau berada di tempat ini.....?" ucap Melisa. "Apakah kau bodoh,.....? mana mungkin aku ini iblis bodoh....." ucap hito yang sama sambil menjentikkan jarinya ke dahi Melisa.
"Aaarrrgggg.......!! sial.....!!! sakit sekali bangsat, kenapa kau melakukan itu.....? apakah kau tidak takut menghancurkan kepalaku.....?" ucap Melisa. "Kalau kepala mu pecah, berarti ilmu mu belum matang dan kau masih lemah, kalau hanya meninggalkan bekas merah dan benjol itu berarti kau sudah lebih kuat" ucap Hito.