
"Apakah aku boleh tau apa hubungan kalian berdua.....?" ucap Katla. "Hahaha..... aku dan dia adalah guru dan murid, dia adalah murid yang sangat menyebalkan dan juga sering berniat untuk mengalahkan gurunya" ucap Hito.
"Itu karena aku merasa bisa mengalahkan dirimu, Hito....?" ucap Melisa. "Halah, kekuatan mu masih kecil dan berada di rata rata orang biasa, begitu sok kuat, kalau kau ingin mengalahkan ku, kalahkan dulu beberapa naga baru kau bisa berhadapan dengan ku" ucap Hito. "Naga.....? aku seperti tak asing dengan kata itu, apa naga itu......?" ucap Katla.
"Naga adalah makhluk besar dan memiliki kekuatan yang cukup dahsyat" ucap Hito. "Ya.... ya.... mereka sangat kuat, bahkan aku sepertinya tak bisa mengalahkan mereka" ucap Melisa. Hito pun melihat ke arah Katla untuk mengintip status milik Katla.
"Hmm.... jadi begitu, status yabg sangat rendah sekali, bahkan bisa langsung mati hanya terkena satu pukulan ku" batin Hito. "Baiklah, ayo kita ke bawah dan sarapan dulu, setelah itu kita pergi" ucap Hito. "Ya.....!! ayo kita sarapan" ucap Melisa. "Kau juga ayo ikut Katla......" ucap Hito. "Ya.... baiklah" ucap Katla.
Dan mereka pun turun dan sarapan. Setelah sarapan mereka bertiga keluar dari penginapan. "Hito.... aku mau pergi untuk mendaftar menjadi petualang" ucap Melisa. "Ya.... pergi sana, aku akan pergi berkeliling untuk mencari hal yang ku butuhkan" ucap Hito. "Kau tak ikut Hito.....?" ucap Melisa.
"Ogah.... kalau mau pergi pergi sendiri, kau kan sudah besar dan aku bukan orang tua mu bodoh...." ucap Hito. "Ya.... iya.... baiklah, aku akan pergi sendiri....." ucap melisa yang kemudian pergi ke guild petualangan untuk mendaftarkan diri. Sedangkan Hito dan Katla pergi ke suatu tempat. Saat Hito dan Katla berjalan mereka bertemu dengan penjual permen yang Hito temui kemaren.
"Yo.... bagaimana kabar mu......?" ucap Hito pada penjual permen itu. "Oh.... orang yang kemaren, ya baik.... barang yang kau berikan itu sangat bagus, aku sangat menyukainya, kalau bisa apakah kita boleh kenalan.....?" ucap penjual permen itu. "Ya.... namaku Kasha Hitohito, panggil Hito aja" ucap Hito.
"Wah.... baru aja kemarin bersama perempuan cantik sekarang udah ganti cewe, hebat kamu....." ucap penjual permen itu. "Yang kemaren sedang mendaftar ke guild petulangan, dan juga siapa namamu......?" ucap Hito. "Oh ya.... aku lupa, namaku Orson" ucap penjual permen itu. "Salam kenal, Orson, dia Katla" ucap Hito yang sambil menunjuk pada Katla dan Katla hanya mengangguk.
"Salam kenal....." ucap Orson. "Oh ya..... aku mau beli permen mu, aku seperti kemaren dan untuk Katla yang biasa saja" ucap Hito. "Baik, tunggu sebentar" ucap Orson yang mengambilkan permen. "Baiklah ini permen kalian......" ucap Orson. "Ya.... ini Katla" ucap Hito yang mengambil permen yang di pegang Orson dan Hito memberikan pada Katla satu.
"Informasi.....? informasi apa yang kau inginkan.....?" ucap Orson. "Ya.... katakan dimana tempat aku bisa mendapatkan kuda dan peralatan memasak......?" ucap Hito. "Oh.... kalau itu, kau lurus saja ke sana tak tau ada sebuah toko yang menjual peralatan dapur dan juga mereka menjual kuda, dan di sampingnya terdapat toko sayuran" ucap Orson.
"Hmm..... begitukah, terima kasih infonya, kalau begitu aku akan ke sana" ucap Hito. "Ya..... di sana orang yang jual baik kok, tenang aja" ucap Orson. Kemudian Hito dan katla pun pergi ke tempat yang di katakan oleh Orson. Tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di tempat yang di maksud.
"Hmm.... di sini bukan tempatnya Katla.....?" ucap Hito. "Sepertinya begitu, ini tempatnya tuan Hito" ucap Katla. "Hey... Katla bisa kau hilangkan kata tuan saat memanggil ku,....?" ucap Hito. "Maaf, aku tak bisa melakukan itu, sekarang kamu adalah tuan ku" ucap Katla. "Hmm..... baiklah kalau begitu, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam" ucap Hito.
Mereka berdua pun masuk ke dalam. "Permisi....." ucap Hito sambil memasuki tempat itu. "Ya.... selamat datang, mau mencari apa.....?" ucap pemilik toko. "Aku mau mencari alat alat memasak" ucap hito. "Oh.... alat memasak, kalau begitu anda bisa pergi ke sana" ucap pemilik toko. Dan Hito pun melihat lihat alat memasak dari yang kualitas biasa sampai yang kualitas yang lumayan.
Dan Hito pun membeli beberapa alat memasak dari berbagai macam. "Yosh.... seperti sudah cukup" ucap hito yang selesai memilih dan pergi membawa semua peralatan yang ia pilih itu. "Wah.... banyak sekali dan juga kamu memiliki penglihatan yang hebat" ucap pemilik toko. "Hahaha..... biasa saja, itu paling cuma kebetulan, dan berapa total semua.....?" ucap Hito.
"Tujuh puluh koin perunggu....." ucap pemilik toko. "Hmm.... aku juga mau membeli seekor kuda, apakah bisa....?" ucap Hito. "Oh..... kau dengar dari siapa kalau aku juga menjual kuda......?" ucap pemilik toko. "Hahaha.... aku punya kenalan yang bilang padaku, dan juga dengan satu ekor kuda" ucap Hito. "Ya..... delapan puluh koin perunggu" ucap pemilik toko. "Ya.... deal" ucap Hito dan Hito memberikan satu koin emas pada pemilik toko.
"Hey.... ini kebanyakan, mana punya uang kembali, ini masih pagi....." ucap pemilik toko. "Ya.... ambil saja uang kembalian, sekarang ambilkan kuda" ucap Hito. "Terus peralatan itu.....?" ucap pemilik toko. Hito pun memasukkan semua peralatan masak yang ia beli ke dalam sihir penyimpanan miliknya. Setelah itu Hito, Katla dan pemilik toko pergi untuk melihat kuda yang ada di kandang belakang toko itu.
"Jadi silahkan pilih, kuda mana yang ingin di beli.....?" ucap penjual. Beneran saat kemudian, Hito pun memilih satu kuda yang ingin dia beli, setelah itu Hito berjalan dari kandang belakang sambil menarik sebuah kuda dan katla mengikuti Hito dari belakang. Saat Hito sudah pinggir jalan dan mau pergi ke gerbang desa, penjual sayuran yang berjualan di samping toko peralatan memanggil Hito.
"Hey.... anak muda....." ucap seorang bapak bapak yang memanggil Hito. "Ya.... ada apa pak......?" ucap Hito yang sambil menoleh ke arah penjual itu. "Sudah ku duga, kau anak yang kemarin" ucap bapak bapak itu. "Ah.... kalau di ingat ingat lagi, bapak adalah orang kemarin..... ada apa pak....?" ucap Hito. "Ini nak, ambilah beberapa sayuran ini" ucap bapak itu sambil memberikan satu kantong berisi dengan sayuran.