
Hito melesat dengan cepat dan kembali ke tempat ia memanggang daging naga. "Bruuuk......" Hito menjatuhkan tulang dan para keong itu ke atas pasir. "Baiklah, sebentar lagi lagi aku akan memasak makanan untuk sarapan" ucap Hito.
Hito kemudian mengeluarkan beberapa Monster cumi yang ia dapat di laut di Episode lalu. "Hmm.... cumi cumi ini aku gunakan untuk sup, dengan kuah dari rumput laut" ucap Hito. Hito kemudian memotong motong cumi cumi itu, Hito hanya mengambil tentakel cumi cumi dan untuk kepalanya ia kembalikan ke dimensi penyimpanan. Setelah itu, Hito memasak air dan sambil menunggu air mendidih, Hito memotong cumi cumi itu agar bisa dengan mudah untuk di makan.
Setelah air mendidih dan cumi juga sudah di potong potong, Hito memasak cumi itu tak lama agar daging cumi itu tidak terlalu keras. Setelah memasukkan beberapa saat, Hito mengangkat cumi cumi dan menaruhnya ke sebuah mangkok besar. "Byuur......." Hito membuang air sisa memasak cumi cumi itu, setelah membuang itu Hito mengganti dengan air yang baru. Kemudian ia memasak keong yang ia dapat barusan, Hito memasak setengah dari keong yang ada dan yang lainnya dia simpan. setelah matang Hito mengangkat dan mengganti air kembali.
Setelah mengganti air, Hito kemudian memasukkan garam dan saus tiram yang ia buat. Dan sambil menunggu, Hito mengupas keong itu dari cangkang kulit dan rumah keong. Tak lupa Hito juga mengaduk kuah itu sesaat. Setelah mendidih, Hito memasukkan cumi yang sudah di potong dan keong yang sudah di kupas dan di potong potong. Hito mengaduk beberapa saat dan kemudian mematikan api, meski begitu Hito membiarkan bara api tetap menyala.
Sementara itu, di saat Sierra mencium bau masakan Hito, ia langsung terbangun dari tidur. Setelah itu Katla, kemudian Alef juga ikut terbangun. "Hmm.... bau ini enak sekali" ucap Sierra. "Ya..... sepertinya tuan sudah selesai memasak sesuatu" ucap Katla. "Hmm.... hmm...." ucap Alef yang sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Katla, Sierra dan Alef pun mencuci muka dengan air yang di hasilkan dengan sihir. Setelah mereka mencuci muka, mereka menghampiri Hito yang sedang duduk dan sambil mencicipi masakannya.
"Hmm.... mantap, sudah sangat enak" ucap Hito. "Wah.... aku juga mau" ucap Sierra. "Ya....." ucap Hito yang kemudian mengeluarkan beberapa mangkuk dan alat makan. Setelah itu Hito mengambilkan mereka masing masing satu mangkok. "Sruup..... ahhh....." mereka meminum kuah yang hangat di pagi hari yang lumayan dingin di pinggir pantai. "Hey..... daripada mengintip, sini ikut makan juga....." ucap Hito.
"Eh.....?!! ka-kami tak berniat mengintip......" ucap seorang perempuan yang hito keluarkan dari segel. "Sudah sini, duduk dan ikut makan" ucap hito. Perempuan itu dan juga dengan Lich itu pun berjalan dan duduk di samping mereka. "Ini..... makan" ucap Hito yang sambil memberikan semangkuk sup pada masing masing mereka. "Ya.... terima kasih" ucap mereka berdua. "Ada apa....? sudah makan saja, apakah kalian takut ku racuni.....? mana ada, aku juga tak segabud itu untuk meracuni seseorang" ucap Hito. "Ah.... tidak bukan itu....." ucap perempuan itu yang kemudian meminum kuah sup itu.
"Ah..... enak sekali, aku baru pertama kali makan makanan seenak ini......" ucap perempuan itu. Dan Lich juga ikut makan dan juga merasakan hal yang sama. "Makanan enak itu di buat karena cinta, dan juga makanan yang dimakan bersama sangat nikmat dan tak bisa di bandingkan dengan apapun, meski yang dimakan cuma makanan biasa, rasanya pasti berbeda" ucap Hito. "Hito.... nambah lagi...." ucap Sierra. "Baiklah....." ucap Hito yang mengambilkan satu mangkok kepada Sierra.
"Di geprek......? apa yang dia lakukan saat kita tidur......?" ucap Sierra dan Alef. "Fufufufu...... tuan memang penuh kejutan" ucap Katla yang sambil tertawa kecil. "Namaku Felicia, aku putri raja Iblis sebelumnya" ucap perempuan itu yang bernama Felicia dan seorang putri raja Iblis. "Huh....?! pu-putri raja iblis......?!!!" ucap Sierra dan Alef yang dengan teriak histeris. "Ah.... pelankan suara kalian, kuping ku sakit mendengar nya......" ucap Hito.
"Putri raja iblis kah..... membuat ku nostalgia di mana saat aku menjadi raja iblis dulu....." ucap Hito yang sambil mengingat saat ia menghancurkan sebuah negara dengan mudah. "Kau pernah menjadi raja iblis.....? tapi aku kok tak cerita tantang dirimu.....?" ucap Sierra. "Hmm.... kalau di pikir pikir aku tak pernah mendengar sebuah cerita raja iblis berambut putih..... tapi kalau dilihat saat aku bertarung dengannya dulu di padang pasir, bisa di pastikan kalau itu sihir kegelapan" ucap Alef.
"Ya.... bisa di bilang aku dari benua lain atau ya semacamnya" ucap Hito. "Dan sekarang apakah kau akan menjadi raja iblis kembali......?" ucap sierra. "Ya tergantung, aku berani melawan satu dunia kalau mereka berani macam macam dengan orang ku" ucap Hito. "Jadi sekarang kau tidak ada niatan, kan.....?" ucap Felicia. "Tidak, sekarang aku malas untuk melakukan itu, mending berjalan jalan mencari makanan enak" ucap Hito. "Eh.....?! hanya karena makanan.....?" ucap Lich itu.
"Ya.... aku juga bisa mengetahui kenapa seperti itu, makanan di sini tidak enak kalau di bandingkan dengan masakan, tuan....." ucap Katla. "Hahahaha..... sudah ku duga, aku memang sangat memahami ku, Katla....." ucap Hito. "Huh..... ya seperti itulah dia, masa lalu kami itu tak perlu di permasalahkan" ucap Sierra. "Yeah, aku setuju dengan itu" ucap Alef. "Anu.... apakah aku boleh ikut kalian juga.....?" ucap Felicia. "Ah.... putri anda ingin bersama dengan mereka......?" ucap Lich itu. "Ada apa memangnya....? ini adalah keputusan ku" ucap Felicia.
"Baiklah, kau bisa ikut...." ucap Hito dengan mudah. "Ya.... tidak apa kalau aku tidak boleh ikut, bisa saja aku jadi beban.... eh, bentar..... tadi kau bilang apa....?" ucap Felicia. "Kau boleh ikut, aku tak mempermasalahkan apapun" ucap Hito yang sambil membersihkan peralatan makan. "Terima kasih banyak....." ucap Felicia yang terlihat sangat senang. "Hmm.... di sini ada pohon kelapa, aku buat minyak dan minuman" ucap Hito. "Minuman.....? minuman seperti apa yang akan kau buat.....?" ucap Sierra.
"Es kelapa muda...... sangat bagus buat udara panas dan bagus buat kulit juga....." ucap Hito. "Hmm.... baiklah buatkan" ucap Sierra. "Pantat kau, kau ambil buah pohon tinggi itu, kau bisa memanjat atau memotong pohon aku tak masalah" ucap Hito.