Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep. 77 Pembantaian



"Benarkah.......?! baiklah kalau begitu, ikuti aku...." ucap manusia setengah ular itu. "Oh ya, siapa kau.....? kau bahkan sampai tau dimana letak harta di simpan" ucap Hito. "Perkenalkan, aku adalah pemimpin dari para manusia setengah ular" ucap manusia setengah ular itu.


"Semuanya...... kepung dia, di atas kita takkan bisa menang tapi saat ini kita berada di tanah suci kita, kita tak mungkin kalah di tanah suci ini.......!!" ucap pemimpin manusia setengah ular. Dan Hito pun dikelilingi oleh para manusia setengah ular. "Kukukuku...... menarik, di atas kalian berlagak lemah, tapi di sini kalian berlagak sok keras" ucap Hito.


"Di tanah suci kami, semua selain klan kami akan melemah, tak terkecuali kau......" ucap pemimpin manusia setengah ular. "Hmm..... begitukah, jadi itu yang membuat mu sangat pede......" ucap Hito yang kemudian sambil mengambil pedang kayu miliknya. "Hah....?! pedang kayu......? kau merendahkan kami.....?" ucap pemimpin manusia setengah ular.


"Bukan aku, justru kau yang meremehkan diriku, ini bukan pedang kayu biasa kalau kau tau" ucap Hito. "Halah..... banyak bacot kau, manusia rendahan......!!! mati saja......!!!" ucap pemimpin manusia setengah ular. "Shaaaashh.......!!" para manusia ular pun melesat ke arah Hito. "Hup..... Huft........" Hito menarik nafas dalam.


"Style, Tied to Anything" Hito pun mengangkat pedang ke atas. Dan Seketika para manusia setengah ular itu tak bisa bergerak dan diam di tempat. "Eh.....?! kenapa ini.....? aku tak bisa bergerak......" ucap pemimpin manusia setengah. "Aku juga tak bisa bergerak....." ucap para manusia setengah ular. "Hahahaha..... kekuatan cuma sebesar upil saja sok keras kau....." ucap Hito.


"Argh...... berani sekali kau meremehkan kami.....!!" ucap pemimpin manusia setengah ular. "Cih..... kalian lah yang tak sadar ada di mana posisi kalian jika berhadapan dengan ku, kalian sama saja seperti kotoran...." ucap Hito. "Sialan kau manusia......!!" teriak pemimpin manusia setengah ular yang sudah sangat marah.


"Kotoran harus segara di bersihkan agar tak menimbulkan bau yang menyengat" ucap Hito. "Swash.......!!" Hito menebas sambil berputar. "Cruuuat.......!!!" para manusia setengah ular itu pun langsung hancur saat terkana pedang Hito. "Hmm..... bagaimana......? apakah kalian sudah tau dimana posisi kalian.......?" ucap Hito dengan senyuman di mukanya.


"Ugh... argh........" pemimpin manusia setengah ular tak bisa berkata kata dan melihat ke arah Hito dengan tatapan penuh ketakutan dan putus asa. "Ah.... sudah begini, hanya akan ada trauma, sebaiknya aku bunuh kalian daripada kalian merasakan trauma yang berat, jadi berterima kasihlah....." ucap Hito. "Cruuatt......!! cruuatt......!! cruuatt.......!! cruuat......!!" dan saat itu adalah hari di mana Hito membantai semua klan manusia setengah ular yang ada di gurun.


"Ugh..... seharusnya aku tak terlalu terbawa arus seperti ini, karena sudah terjadi mau bagaimana lagi, sekarang waktunya mencari harta....." ucap Hito. Dan Hito pun berkeliling ke sana kemari untuk mencari harta milik manusia setengah ular.


***


Sedangkan, Katla sedang berlatih sihir, ia sudah bisa mengumpulkan mana di telapak tangannya. "Sihir, Fire" Katla pun membuat api di telapak tangannya. "Yeah......!! aku berhasil......!!" ucap Katla yang sangat senang. "Wooppss......" api tangan ada di tangan Katla pun pun padam. "Oh tidak.... aku masih belum bisa mempertahankan sihir api ini" ucap Katla.


"Ouhg..... apa yang terjadi.....?" ucap Sierra yang baru bangun. "Oh.... aku sudah bangun......? tuan menyembuhkan mu dan kemudian mengalah monster yang di bilang cacing" ucap Katla. "Hah......?! apa .....? aku masih belum bisa mencerna. "Eh.....?! apa apaan itu......?!!!" ucap Sierra yang terkejut melihat mayat monster sand worm.


"Hmm.... begitukah, kira kira kalau kau ada di posisi ku, apa yang akan kau lakukan......?" ucap Sierra. "Hmm.... tentu saja pasrah, serangan sangat cepat seperti itu mana bisa menghindar, tapi sepertinya ada yang bisa menghindari, tapi ya pada akhirnya akan kalah" ucap Katla. "Kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu......?" ucap Sierra.


"Ya.... sama halnya seperti sekarang, aku bisa menggunakan sihir" ucap Katla. "Bohong......? aku bahkan tak bisa menggunakan sihir serangan, hanya bisa menggunakan sihir peningkatan, kau pasti sama" ucap Sierra. "Ga, aku bisa menggunakan sihir serangan setelah di berikan buah oleh tuan" ucap Katla. "Sekarang buktikan biar aku bisa percaya" ucap Sierra.


"Sihir, Fire Ball" Katla menembakkan bola api ke arah depan. "Ba-bagaimana bisa......? dan sekarang ada di mana Hito.....?" ucap Sierra. "Tuan pergi dengan mahkluk aneh, dan masih belum kembali, kalau kau ingin menemui nya, tunggu di sini aja" ucap Katla. "Yah.... kau ada benarnya juga, aku juga bisa sambil memikirkan dan berlatih bagaimana cara agar bisa menyerang ke arah Hito" ucap Sierra.


"Ya..... aku juga masih latihan" ucap Katla. "Ya.... ayo lakukan yang terbaik......!!" ucap Sierra. "Ya......" ucap mereka dan mereka pun berlatih sendiri sendiri.


***


Sedangkan Hito yang berkeliling berkali kali, pada akhirnya menemukan sebuah tempat yang menjadi tempat penyimpanan harta para manusia setengah ular. "Hmm.... pintu ini seperti seperti tempat penyimpanan, aku coba hancurkan saja" ucap Hito. "Wush.... duuaarrr......!!" Hito memukul pintu itu dengan satu pukulan dan pintu itu langsung hancur lebur.


"Woah......!! sudah ku duga, aku menemukan tempat ini,....." ucap Hito yang cukup senang menemukan penyimpanan harta milik manusia setengah ular. Hito pun mengambil semua koin emas yang ada di sana dan beberapa pakaian dan lain sebagainya. "Hmm..... lumayan tapi tak ada barang hebat yang bisa ku temukan di sini" ucap Hito.


Dan Hito pun kembali ke tempat ia pertama kali datang ke tempat itu. "Hmm .... di atas kah, baiklah....." ucap Hito. "Tap....." Hito langsung melompat ke atas dan setelah melompat ia menembus pasir dan pada akhir sampai di gurun pasir. "Yeah..... aku kembali, aku juga sudah mendapatkan beberapa hal" ucap Hito. Dan Hito pun berjalan ke arah pinggiran sungai.


Sierra berlatih dengan mengayunkan pedangnya berkali kali. Sedangkan Katla sedang berlatih sihir. "Hmm.... hebat, aku kira kalian akan malas malasan" ucap Hito. "Jangan meremehkan diriku Hito..... aku pasti akan mengalahkan dirimu" ucap Sierra. "Hmm..... ya, berlatihlah dengan giat" ucap Hito.


"Tanpa kau suruh aku akan melakukan itu....." ucap Sierra. "Bagaimana dengan mu, Katla.... apakah kau sudah bisa mengendalikan sihir dengan mudah.....?" ucap Hito. "Masih belum terlalu bisa tuan" ucap Katla. "Hmm.... kalau begitu besok pagi kau akan aku latih, apakah kau juga ikut Sierra......?" ucap Hito.