
Mereka pun berjalan ke arah kota, tak lama mereka pun sampai di kota. Mereka pun langsung di hentikan oleh penjaga kota itu.
"Siapa kalian.....?! tunjukkan identitas kalian" ucap penjaga itu. "Santai saja jangan jutek jutek gitu lah, aku hito aku seorang pedagang" ucap Hito. "Mana identitas mu dan barang jualan mu.....?" ucap penjaga itu. "Kalau itu gara gara mereka, mereka perampok menghentikan ku dan membuat kuda yang ku tunggangi kabur bersama dengan barang barang yang ku miliki, untungnya aku, dia dan dia yang aku panggul ini selamat dan aku mengalahkan mereka" ucap Hito.
"Oh.... jadi begitu, baiklah silahkan masuk aku akan menindak lanjuti mereka" ucap penjaga itu. "Ya.... terima kasih pak, aku kehilangan banyak uang gara gara mereka" ucap Hito. "Ya.... tenang saja, di kota ini kau bisa aman dan nanti kami akan mencari mu dan memberikan uang imbalan" ucap penjaga itu.
"Ya...... terima kasih, baiklah kalau begitu aku akan ke dalam" ucap Hito. Hito, Katla dan orang yang di panggung Hito pun masuk ke dalam kota. Dan setelah itu Hito mencari sebuah penginapan, tak lama Hito pun menemukan sebuah penginapan dan tanpa lama lama Hito pun masuk ke dalam penginapan itu.
"Permisi......" ucap Hito sambil masuk ke dalam penginapan itu. "Ya..... selamat datang....." ucap pemilik penginapan itu. "Bu, apakah ada kamar yang tersisa......?" ucap Hito. "Ya.... masih ada, tapi cuma ada dua kamar saja" ucap pemilik penginapan itu. "Oh.... begitukah, baiklah aku pesan dua kamar untuk lima hari" ucap Hito.
"Apakah tak apa cuma dua kamar.....?" ucap pemilik penginapan. "Ya.... tidak apa, yang penting sudah mendapatkan tempat" ucap Hito. "Baiklah kalau begitu, untuk lima hari satu koin perak" ucap pemilik penginapan itu. "Ya.... ini" ucap Hito sambil memberikan satu koin emas dan menaruhnya di atas meja kasir. Dan di saat Hito meletakkan uang, semua orang yang ada di dalam sana melihat ke arah Hito.
"Ini kebanyakan, aku tak memiliki uang kembalian dengan yang sebanyak ini" ucap pemilik penginapan itu. "Ya.... kalau begitu, uang kembalian aku traktiran pada mereka" ucap Hito. "Apakah benar kau mau mentraktir mereka.....?" ucap pemilik penginapan. "Ya.... dan sekarang berikan kunci kamar" ucap Hito. Dan pemilik penginapan pun memberikan dua kunci kamar.
Setelah itu Hito dan katla pun pergi ke kamar yang sudah dipesan. "Ini Katla, kau ambil satu kamar" ucap Hito yang memberikan kunci kamar. "Bagaimana dengan tuan.....? apakah anda mau tidur dengan dia.....?" ucap Katla. "Ga..... aku akan pikir nanti, untuk sekarang kau ambil saja dan istirahat sana" ucap Hito. "Baiklah, saya akan beristirahat" ucap Katla.
Dan Katla pun mengambil kunci yang di berikan Hito dan masuk ke dalam kamar itu. Dan Hito pun masuk ke dalam kamar yang satunya di pesan. Setelah Hito masuk, Hito membaringkan orang yang ia panggul itu di atas tempat tidur. "Hmm..... tak ku sangka padahal aku hanya memberikan fear sedikit tak ku sangka itu membuat nya langsung tak sadarkan diri cukup lama" ucap Hito.
"Sihir, Negative Effect Remove" Hito menggunakan sihir pada orang yang berbaring di tempat tidur itu. Tak lama orang itu langsung terbangun. "Hah.... aku ada di mana.....? terakhir kali yang ku ingat adalah menghentikan seseorang naik kuda" ucap orang itu. "Yo.... kau sudah bangun" ucap Hito sambil berdiri dengan santai.
"Tap....." orang itu langsung berdiri dan membuat sikap yang siap untuk menyerang kapan saja. "Sudahlah, hentikan kau takkan bisa menang melawan ku....." ucap Hito. "Sialan kau.... di mana anak buah ku.....?" ucap orang itu.
"Mereka sudah tak ada, mulai sekarang kau ikutlah denganku" ucap Hito. "Untuk apa.....? apa yang aku dapatkan dengan mengikuti mu.....?" ucap orang itu. "Hah.... banyak, dan juga aku akan mengalahkan bos mu, jadi setelah itu kau ikut dengan ku" ucap Hito.
"Jangan bercanda.....!! bos adalah orang terkuat yang pernah aku tau" ucap orang itu. "Hahaha.... akan aku kalahkan orang itu, dan siapa namamu.....? namaku Hito" ucap Hito yang memperkenalkan diri. "Sierra..... Sierra Sellu" ucap Sierra yang memperkenalkan diri. "Oh..... baiklah Sierra, mulai sekarang kau akan ikut dengan ku" ucap Hito.
"Yang benar saja...... kalau begitu, kita tunjukkan seberapa kuat kau" ucap Sierra. "Ya ... tapi nanti saja, sekarang kita buat identitas dulu" ucap Hito. "Hmm..... identitas kah, tapi aku sudah membuang punyaku" ucap Sierra. "Kan bisa buat lagi, aku dan katla juga mau buat" ucap Hito. "Ya.... baiklah kalau itu mau mu, aku akan menuruti mu dan kalau kau lebih lemah dariku kau akan ku bunuh" ucap Sierra.
"Ya.... terserah saja, sekarang kita pergi" ucap Hito yang kemudian berjalan ke arah pintu sambil diikuti oleh Sierra. Setelah mereka keluar, Katla juga keluar dari kamarnya dan mereka pun bertemu. "Tuan..... Anda mau ke Mana.....? dan juga itu adalah cewe tadi.....?" ucap Katla. "Ya..... namanya Sierra Sellu" ucap Hito. "Oh..... salam kenal, namaku Norberta Katla" ucap Katla. "Salam kenal" ucap Sierra.
"Baiklah, sekarang waktunya pergi" ucap Hito. "Mau pergi ke mana lagi tuan,......?" ucap Katla. "Daftar identitas, aku akan mendaftarkan diri sebagai pedagang sedangkan kalian berdua menjadi petualang" ucap Hito. Dan mereka pun pun pergi ke sebuah guild yang ada di kota itu.
Tak lama mereka berjalan, mereka pun sampai di guild. Tanpa basa basi mereka pun masuk ke dalam guild. Setelah mereka masuk, mereka menuju ke tempat seorang resepsionis yang ada di guild itu. "Ya.... apakah ada yang bisa aku bantu.....?" ucap resepsionis itu. "Mereka berdua mau menjadi petualang dan aku ingin mendaftar diri menjadi pedagang" ucap Hito.
"Baiklah, kalian berdua ikut dengan ku dan untuk kau, kau ikuti dia" ucap resepsionis itu yang sambil menunjuk resepsionis lain. Dan mereka pun berpencar dan mengikuti resepsionis. Sierra dan Katla pun di bawa ke sebuah lapangan yang terdapat sebuah boneka yang di gunakan untuk target serangan.
"Baiklah.... saya akan menilai kalian dari kekuatan tempur kalian, jadi seranglah boneka di sana sekuat kalian" ucap resepsionis itu. "Baiklah, aku akan duluan" ucap Katla yang kemudian mengambil sebuah pedang. Katla memegang pedang itu dengan erat dan kemudian berlari ke arah Boneka itu.
"Tap......" Katla mengehentikan gerakan saat berada di depan boneka itu. "Sriiing....." Katla menyerang boneka itu hingga terpotong hingga menjadi dua. "Hmm.... baiklah, cukup sekarang gantian dengan mu" ucap resepsionis itu. dan kemudian Sierra pun mempersiapkan diri.