Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.84 Pergi



"Apa tak apa menceritakan tentang diri mu.....?" ucap Hito. "Tidak apa apa.... karena yang mendengarkan adalah anda" ucap Katla. "Ya.... terserah saja, aku akan mendengarkan cerita mu" ucap Hito. "Saat saya kecil, saya hanya hidup bersama dengan ibu, saat aku bertanya pada ibu kemana ayah.... ibu hanya menjawab kalau ayah itu sudah tiada" ucap Katla.


"Karena hal itu, saya tak pernah bertanya atau membahas tentang ayah sejak hari itu, dan saat saya berumur dua belas tahun terjadi penyerangan di desa, penyerangan itu di lakukan oleh bandit dan para perempuan dan anak anak di culik dan sisanya di bunuh serta desa di bakar" ucap Katla yang melanjutkan ceritanya. "Tak ku sangka kau memiliki kisah yang sangat tragis seperti itu, Katla....." ucap Sierra. "Dan sekarang berapa umur mu......?" ucap Alef. "Lef...... kalau bertanya umur pada perempuan itu adalah hal yang tabu, kau tau.....?" ucap Hito.


"Eh.....? iya kah.....?!! aku tak tau kalau itu adalah hal yang tabu...." ucap Alef yang terkejut. "Wow..... kau tau dari mana.....? hebat sekali kau bisa tau itu Hito" ucap Sierra. "Ya..... cuma sedikit pengetahuan tentang mendekati perempuan dan hal yang tabu untuk di tanyakan, oh ya.... sekarang kau mau bagaimana, Katla......?" ucap Hito. "Bagaimana apanya, tuan.....?" ucap Katla yang tak tau maksud kata Hito barusan.


"Kau mau balas dendam atau mau apa......? meski begitu semua jalan yang akan kau pilih akan memiliki konsekuensinya sendiri" ucap Hito. "Bagaimana maksud mu Hito......?" ucap Sierra. "Sebagai contoh kalau kau hidup demi balas dendam kau, setelah kau balas dendam kau akan kehilangan tujuan hidup mu, sementara itu kalau kau tak belas dendam dan mengabaikan semua itu kau bisa saja di hantui oleh masa lalu mu sendiri....." ucap Hito.


"Hmm..... seperti aku mengerti sedikit maksud mu, Hito....." ucap Sierra. "Hmm..... saya tidak akan belasan dendam, saya sekarang sudah bahagia dengan kalian semua, dan kita adalah keluarga......" ucap katla. "Eh.....?!! bukan yang seperti itu maksud ku....." ucap Katla yang langsung menundukkan kepalanya dan dengan muka yang memerah. "Hahahaha..... ya aku paham, kau sekarang lebih berekspresi, semakin lucu saja seperti ini...." ucap Hito.


"Eh.....? apa yang lucu......?" ucap Katla. "Bukan apa apa, baiklah..... kita kembali melakukan perjalanan" ucap Hito. "Oh ya.... aku baru bergabung, ini mau pergi ke mana.....?" ucap Alef. "Kita akan pergi berkeliling dunia sambil menjual barang, dan tujuan sekarang adalah dead city....." ucap Hito dengan penuh semangat. "Huh.....?!! De-Dead City......!!! bukankah itu tempat paling berbahaya.....? bahkan di sana banyak monster dan juga banyak rumor beredar kalau di sana ada tempat raja iblis yang di segel dan tempat tinggal para bawahan raja iblis....." ucap Alef.


"Wow..... keren, kalau bisa ke sana kita bisa bertemu dengan raja iblis, mantap....." ucap Hito yang bukannya ketakutan malah senang. "Ah..... ada apa dengan dia.....? sepertinya dia memang tak normal...." ucap Alef. "Hah.... hah.... hah.... bawahan raja iblis.....?!! kalau aku bisa mengalahkan mereka aku bisa menjadi lebih kuat dan bahkan menjadi yang terkuat......" ucap Sierra yang tak bisa menahan rasa senangnya. "Ah.....dia juga tak normal, tapi bagaimana dengan katla....." ucap Alef yang kemudian memperhatikan Katla.


"Hmm.... raja iblis.....? aku taunya cuma dari dongeng, aku ingin tau seperti apa bentuk aslinya, katanya mereka sangat kuat, keren serta menakutkan" ucap Katla yang penasaran dengan raja iblis. "Ah..... tiada yang normal pada tim ini..... apakah aku bisa bertahan.....?" ucap Alef yang pasrah dengan keadaan. "Oh ya.... Hito aku dengan kalau beberapa bawahan raja iblis itu cewe, dan cantik cantik gitu katanya....." Sierra. "Fufufu..... cewe cantik......" ucap Alef sambil tangannya mengelus elus dagunya.


"Golem yang atasnya lebar dan cukup panjang, kaki empat" ucap Hito. "Hmm.... seperti meja.....?" ucap Alef yang hanya ada bentuk seperti meja. "Yah.... seperti itu, kau bisa buat....?" ucap Hito. "Mana bisa, di sini hanya ada pasir" ucap Alef. "Ya terserah saja" ucap Hito dan kemudian Hito melebarkan sebuah kain yang digunakan untuk tenda. "Untuk apa itu hito.......?" ucap Sierra. "Aku punya ide yang lumayan seru untuk di lakukan" ucap Hito.


"Alef, buat pasir yang ada di bawah kain itu bergerak, dan nanti kita berada di atasnya" ucap Hito. "Wow.... aku baru mengetahui itu, anda memiliki banyak ide yang sangat menarik...." ucap Alef. "Hahaha..... cepatlah jangan lama lama, kalau kelamaan nanti jadi ikan asin" ucap Hito. "Ikan asin....? apa itu" ucap Katla, Sierra dan Alef yang sambil naik ke atas. "Ikan asin itu adalah ikan yang di keringkan dan setelah kering rasanya asin" ucap Hito. Dan kain yang di duduki mereka itu pun bergerak dengan sedikit tinggi karena pasir mengangkat kain itu.


[Author: Kalau terbang mirip karpet Aladin cuy].


"Wow..... apakah rasanya enak.....? aku ingin mencobanya...." ucap Sierra. "Hahaha...... baiklah, kalau kita sampai di tujuan aku akan buat" ucap Hito. "Benarkah.....? yey.... terima kasih Hito...." ucap Sierra. "Hahahaha.... biasa saja, itu cuma hal kecil..." ucap Hito. "Anda memang banyak kejutan, oh ya.... di sana kita akan mencari apa.....?" ucap Alef. "Ya.... mencari apa yang ada di sana, aku ingin melihat ada apa saja di sana" ucap Hito. "Hmm..... baiklah, perjalanan tak akan lama sepertinya....." ucap Alef.


Beberapa jam kemudian, waktu pun terlewati dari hampir siang dan menjadi malam hari. "Tak lama matamu..... ini sudah malam hari...." ucap Hito. "Hehe..... maaf, karena kurangnya pengetahuan tentang tempat ini jadi jalannya sedikit lebih lama" ucap Alef. "Ya...... baiklah, akan aku gantikan, kau tidur saja, manusia membutuhkan tidur" ucap Hito. "Tidak perlu repot-repot, aku masih kuat...." ucap Alef. "Sudahlah, ikuti apa yang aku katakan...." ucap Hito.


"Ya.... baiklah, anda jangan memaksakan diri" ucap Alef. Kemudian hito pun mengganti kemudi pasir itu sedangkan Alef pergi tidur. Setelah Hito mengembalikan, tak berselang lama mereka pun sampai di tempat yang di tuju. "Hmm..... di malam hari lumayan gelap, tunggu pagi saja nanti mengeksplor dengan mereka" ucap Hito.