
"Tunggu dulu, sebelum kalian mandi aku bawa ini ke dalam dan gunakan" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan sabun yang baru saja ia buat. Setelah itu Hito mengeluarkan sebuah pisau.
"Sriing.... sring.... sring.... sring ...." hito memotong motong sabun yang baru saja ia buat dengan ukuran yang lebih kecil dan mudah di genggam. "Nih.... nanti pakai juga" ucap Hito. "Apa ini, Hito.....?" ucap Melisa. "Sabun, apakah kau tidak tau.....? kau gunakan ini untuk membersihkan diri" ucap Hito.
"Baunya enak, terbuat dari apa ini.....?" ucap Melisa. "Buruan pergi sana, dan gantian" ucap Hito. "Ya.... baiklah, kalau begitu ayo Illuka dan Illuya" ucap Melisa. Kemudian mereka bertiga pun pergi ke pemandian yang di buat Hito. "Hey.... hito ini bagaimana membukanya.....? ini gak bisa di dorong" ucap Melisa.
"Cih.... menganggu saja, padahal aku ingin memasak" ucap Hito yang kemudian berjalan ke arah mereka bertiga. "Ini di dorong ke samping" ucap Hito yang kemudian mendorong pintu masuk ke samping kanan dan pintu itu pun terbuka. "Wah.... ternyata ada yang begini, aku baru tau" ucap Melisa.
"Aku membuatnya begini agar tidak terlalu menganggu" ucap Hito. Illuka, Illuya dan Melisa pun masuk ke dalam pemandian, sementara itu Hito berjalan ke arah tungku. Hito mengeluarkan sebuah batang pohon yang cukup besar. "Hmm.... pohon ini masih basah, dan tidak akan bisa di gunakan untuk membuat api" ucap Hito. "Sihir, Blaze Temperature" Hito menggunakan sihir untuk mengeringkan batang kayu yang cukup besar itu.
Dalam beberapa detik batang kayu yang basah itu pun kering. "Yosh.... sudah lebih ringan berarti sudah kering, dan tinggal memotong agar bisa di gunakan" ucap Hito. "Wush...." hito langsung melempar batang kayu itu ke atas. "Sriing.... sring.... sring.....sring....sring... sriing...." saat batang kayu itu berada di udara Hito langsung memotongnya hingga cukup kecil dengan pisau yang ia pegang.
"Tak..... tak.... tak.... tak.... tak...." batang kayu yang hito potong kecil kecil itu jatuh ke lantai, setelah semuanya jatuh Hito mengambil semua kayu itu dan membawanya. Hito membawa kayu bakar itu dan menaruh di samping tungku yang ia buat. "Yosh.... tinggal memasak" ucap Hito yang mengambil beberapa kayu dan menyalakan tungku.
Setelah api menyala, Hito menaruh tempurung kura kura di atas tungku. Hito kemudian mengambil daging yang memiliki lemak yang cukup banyak. "Hmm.... pertama pisahkan lemaknya dan goreng lemaknya" ucap Hito yang memisahkan lemak dari daging dan kemudian menggoreng lemak itu di tempurung kura kura.
Lemak dari daging itu menjadi minyak yang mengeluarkan aroma cukup enak. "Hmm.... bajunya cukup enak" ucap Hito dan kemudian hito memotong motong beberapa daging berbetuk kubus dan menggorengnya dengan lemak yang ia goreng. Hito menggoreng daging itu hingga berwarna kecoklatan, setelah itu ia memasukkan bawang yang sudah ia cincang.
Setelah memasukkan bawang ia juga memasukkan garam yang sudah ia haluskan. Setelah menggoreng beberapa saat hito menambahkan air ke dalam tempurung kura kura itu hingga hampir penuh. "Yosh.... sudah hampir jadi, Sekarang tunggal memasukkan sayuran dan jamur" ucap Hito yang mengeluarkan sayuran dan jamur kemudian memasukkannya ke tempurung kura kura itu.
"Sruup...." hito mencicipi sedikit kuah dari masakan yang ia buat. "Hmm.... sudah enak, tinggal di tambah garam sedikit" ucap Hito yang memasukkan sedikit garam. "Yosh.... tinggal menunggu mendidih, setelah mendidih sudah siap, Shannara..... apakah kau mendengar ku.....?" ucap Hito. Dan seketika Shannara muncul di belakang Hito.
"Baik, saya akan berikan kepada mereka...." ucap Shannara. Hito pun memberikan beberapa pakaian dan beberapa kain sebagai handuk ke Shannara. "Tolong berikan pada mereka...." ucap Hito. Dan Shannara pun pergi ke tempat Illuka, Illuya dan Melisa. Sementara itu di tempat Laidly.
"Apa ini.....? ini terlihat sama seperti gerbang portal yang di buat Shannara.....? apakah Hito yang menyuruhnya membuka gerbang ke tempatku.....?" ucap Laidly yang kemudian melewati portal tersebut. "Yo.... bagaimana kabarmu....?" ucap Hito. "Ada apa kau menyuruh Shannara untuk membuka gerbang.....? bukankah tadi juga sudah bertemu" ucap Laidly.
"Ya..... aku membukanya karena aku memasak makanan yang berbeda daripada biasanya, apakah kau mau mencobanya....?" ucap Hito. "Ya.... tentu saja, apakah yang sedang mau buat itu....?" ucap Laidly. "Ya.... ini, dan tugasmu adalah membersihkan peralatan makan" ucap Rei yang mengambil beberapa mangkuk, sendok dan garpu yang ia dapat dari harta milik Illuka dan Illuya.
"Mau di apakan ini....?" ucap Laidly. "Kau cuci hingga bersih" ucap Hito. "Kenapa aku.....? masih ada yang lain, bukankah lebih baik yang lain....." ucap Laidly. "Hmm.... kalau begitu apakah kau mau mencoba beberapa tanaman beracun atau menjadi samsak serangan ku.....?" ucap Hito. "Baiklah.... baiklah, aku akan mencucinya jangan lakukan itu" ucap Laidly yang membawa alat makan itu dan mencucinya.
Hito mematikan api tungku dan hanya menyisakan bara api yang tetap menyala. "Seperti sudah siap" ucap Hito dan tak lama Laidly kembali sambil membawa alat makan yang sudah ia bersihkan. Setelah itu Illuka, Illuya dan Melisa pun selesai membersihkan diri dan menuju ke tempat Hito. "Jadi bagaimana rasanya.....?" ucap Hito.
"Mantap banget...... baunya enak dan juga kulitku seperti lebih bersih" ucap Melisa. "Begitukah, dan aku sudah memasak" ucap Hito yang kemudian mengambil seorang satu mangkuk dan memberikan kepada mereka. "Hangat......" ucap Laidly. "Ada apa....? apakah kau tidak menyukainya....?" ucap Hito. "Tidak masalah, mari kita makan...." ucap Laidly yang langsung makan.
"Sruuup...." hito meminum kuah sup yang ia buat. "Hmm.... apakah aku harus buat kecap ikan....? tapi rasanya sudah cukup enak" ucap Hito. Dalam sekejap Laidly sudah menghabiskan satu mangkuk. "Hito nambah lagi....." ucap Laidly. "Ambil sendiri saja, kau punya tangan itu buat apa....?" ucap Hito. "Baiklah..... baiklah....." ucap Laidly yang mengambil sup lagi.
"Enak..... apa yang kau tambahkan di sini....?" ucap Melisa. "Hanya bahan yang aku temukan, dan juga jangan sungkan sungkan nambah" ucap Hito. Laidly, Illuka, Illuya dan Melisa pun makan dengan lahap, mereka menambah berkali kali. Sedangkan Hito dan Shannara hanya menghabiskan satu mangkuk. Laidly, Illuka, Illuya dan Melisa yang selesai makan langsung tertidur di atas tanah. "Huh.... setelah makan langsung tidur sesuka hati" ucap Hito yang menyelimuti mereka dengan kulit berbulu yang hangat. Setelah itu Hito berdiri dan akan keluar. "Tuan.... anda mau kemana....?" ucap Shannara.
[Note: Melisa adalah putri bungsu dari kerajaan Saderaan. Ia memiliki tiga kakak, mereka semua laki laki. Melisa di buang dan di anggap sudah mati karena ia tidak berbakat dalam hal sihir maupun pedang, keluarga Saderaan yang akan mewarisi tahta hanya pangeran atau putri yang terkuat].