
"Apakah kau serius bertanya seperti itu.....?!!" ucap Sierra yang terkejut. "Ya.... aku serius, apakah kau mau ikut.....?" ucap Hito. "Tapi aku akan mengalahkan mu loh" ucap Sierra. "Jangan terakhir pede, nanti kau kalah dengan mudah lagi" ucap Hito. "Ugh.... baiklah aku akan ikut besok pagi" ucap Sierra.
"Yosh..... menu makan malam hari ini kalian mau apa......?" ucap Hito. "Hmm.... karena di dekat sungai, bagaimana kalau ikan......?" ucap Sierra. "Hmm.... boleh juga ikan, ikan bakar" ucap Hito. "Ya.... ikan bakar, aku belum pernah mencobanya" ucap Sierra. "Kau belum pernah mencobanya.....?!! berada di mana kau selama ini.....?" ucap Sierra.
"Aku sebelum bertemu dengan tuan, aku menjadi budak yang tak laku dan di bawa ke sana kemari, untuk makanan aku cuma di kasih roti yang keras" ucap Katla. "Maaf..... aku tak bermaksud mengingatkan mu tentang hal seperti itu....." ucap Sierra. "Tak apa, aku sekarang sudah lebih bahagia dengan tuan dan kau Sierra" ucap Katla. "Hmm.... kapan kapan akan aku buatkan roti yang enak, bagaimana......?" ucap Hito.
"Roti enak.....? roti seperti apa tuan......?" ucap Katla. "Roti yang lembut dan tak membuat mulut kering, dan juga rasanya sedikit manis, bagaimana,.......?" ucap Hito. "Bagaimana bisa......? kau itu siapa sih.....? hebat bertarung kemudian juga menjadi pedagang, kemudian sekarang menjadi tukang masak....." ucap Sierra. "Aku Hito, Kasha Hitohito..... orang yang akan berkeliling dunia dan membuat namaku terkenal di mana mana" ucap Hito.
"Kenapa kau tak membawa bangkai monster terkuat dan bawa ke guild, setelah itu kau pasti akan terkenal dengan mudah....." ucap Sierra. "Kau pikir aku ingin terkenal seperti itu.....? sayang sekali tidak, aku ingin di kenal sebagai orang yang hebat...." ucap Hito. "Huh,
....?! aku tak bisa memahami apa yang kau katakan Hito....." ucap Sierra.
"Hmm.... begitu kah, ya baiklah.... aku akan pergi memancing saja......" ucap Hito. "Tuan aku boleh ikut,.......?" ucap Katla. "Ya.... ayo kalau mau ikut, bagaimana dengan mu,.......?" ucap Hito. "Aku di sini saja, aku akan berlatih" ucap Sierra. "Ayo ikut saja, tak ada salahnya, di sini panas dan sedikit mendinginkan kepala, tubuh di sungai sana" ucap Hito.
"Hmm..... ya baiklah, seperti tak ada masalah kalau sesekali" ucap Sierra. "Hidup itu cuma sekali di dunia ini, kau harus bisa menikmati meski hanya sementara daripada kau menyesal di akhir" ucap Hito. "Kata katamu seperti kau pernah mengalaminya saja....." ucap Sierra. "Ya, memang aku pernah merasakan itu" ucap Hito.
"Hah....?! yang benar......?!!" ucap Sierra yang terkejut. "Ya mana mungkin, kau bisa saja percaya dengan mudah, katla saja sudah tau kalau aku tak serius" ucap Hito. "Eh.....?! aku juga terkejut tuan......" ucap Katla. "Eh,.......?!!! aku kira kau diam saja itu karena kau sudah tau" ucap Hito. "Hahaha..... apa apaan itu, tidak ada yang bisa mengerti satu sama lain....." ucap Sierra.
"Di party ini bukan tidak ada yang mengerti satu sama lain, tapi satu sama lain saling melengkapi kekurangan" ucap Hito. "Ya.... benar sekali tuan...." ucap Katla. "Tapi apa kekurangan Hito......?" ucap Sierra. "Suka makan......?" ucap Katla. "Nah..... itu dia, Hito suka makan bahkan sampai melebihi porsi orang biasa, hahahah......" ucap Sierra. "Hahahaha.... bisa saja kalian ini...." ucap Hito. Mereka berjalan menjauh tempat yang enak buat mancing sambil tertawa lepas.
Dan Hito pun menemukan tempat yang enak buat memancing. "Hmm..... sepertinya ini bagus buat mancing" ucap Hito. "Hmm.... sepertinya sama saja, apa bedanya......?" ucap Sierra. "Tempatnya, tadi di sana sekarang di sini....." ucap Hito. "Jangan bercanda...... aku tanya benar benar" ucap Sierra. "Hmm..... aku cuma memakai insting dan sesuai insting ku ini adalah tempat yang bagus" ucap Hito.
"Wah.... anda membawa sebuah pancingan" ucap Katla. "Pancingan apa itu.....? bentuknya sedikit aneh" ucap Sierra. "Aneh pala kau......? ku pukul kau pake ini, kau bisa sekarat" ucap Hito. "Mana mungkin, aku tak percaya" ucap Sierra. "Wush....... Duuuarrr.....!!!" Hito memukulkan tongkat pancing itu ke tanah dan membuat sebuah cekungan yang cukup dalam.
"Eh...... apa apaan itu......? bagaimana sebuah tongkat pancing bisa sekuat itu......" ucap Sierra yang sambil terbelalak melihat barusan. "Yosh..... waktunya mancing....." ucap Hito. Dan Hito pun mancing, Hito mancing dan di temani oleh Sierra dan Katla. Menit demi menit pun berlalu dan Hito sudah mendapatkan cukup banyak ikan.
"Sepertinya sudah cukup, sekarang waktunya masak......" ucap Hito yang sambil berdiri. "Yey..... waktunya makan....." ucap Sierra yang senang karena sudah waktunya makan. Dan mereka bertiga pun membakar ikan setelah menyalakan api unggun. Tak lama, ikan yang di bakar pun matang, setelah ikan matang Hito menaburkan sedikit garam di atas iklan.
"Hito apa bubuk putih barusan......? apakah narkoba......? atau bisa jadi sabu sabu......" ucap Sierra. "Sabu sabu gundul mu......!! ini garam, coba saja nanti menjadi lebih enak" ucap Hito. "Hmm...... apakah benar.....? aku kurang percaya padamu" ucap Sierra. "Ya sudah kalau tak percaya" ucap Hito.
Dan Sierra pun menaburkan sedikit garam pada ikan bakar nya. "Kau tak ikut juga, Katla.......?" ucap Hito. "Apakah saya juga boleh......?" ucap Katla. "Ya..... boleh saja, aku gak melarang, kalau dengan ku santai saja jangan terlalu serius kalau ada yang kau inginkan, tinggal bilang saja" ucap Hito.
"Kalau aku......?! bagaimana dengan ku,........" ucap Sierra. "Kalau untuk mu ada pengecualian, hehehe......" ucap Hito. "Oh.... tidak..... kenapa kau tak adil pada ku Hito......?" ucap Sierra. "Bukan tak adil, tapi kau sudah lebih baik dari Katla, kalau aku juga ada yang kau inginkan katakan saja" ucap Hito. "Terima kasih, Hito,......." ucap Sierra.
"Ya.... ya..... sekarang kau makan, ikan bakar itu....." ucap Hito yang kemudian makan ikan bakar. "Ya.... baiklah kita makan ikan hasil masakan ku" ucap Sierra. "Halah..... ga ikut mancing saja, cuma ikut membakar itu aku yang buat api" ucap Hito. "Hehehe..... tapi rasanya enak, sedikit asin karena bubuk yang kau berikan itu Hito....." ucap Sierra.
"Bukan bubuk itu, tapi namanya garam" ucap Hito. "Hmm..... enak, aku belum pernah makan seperti ini" ucap Katla. "Hmm...... baguslah kalau kau menyukainya" ucap Hito. "Ya..... tambah lagi, Jangan sungkan untuk menambah" Ucap Sierra. "Halah..... kau bilang seperti itu agar jua juga bisa makan banyak, tapi aku tak mempermasalahkan hal itu" ucap Hito. "Hahaha.....betul sekali Hito...." ucap Sierra.