
"Aku akan keluar sebentar, kau istirahat saja" ucap Hito yang sambil berjalan keluar dari goa. "Baik, hati hati di jalan tuan....." ucap Shannara, dan Hito pun keluar dari goa. "Hmm.... di laut ada banyak ikan, bagaimana kalau aku buat makanan dari ikan..... sepertinya enak...." ucap Hito yang kemudian duduk di atas pasir.
Ia mengeluarkan Beberapa bambu, jaring laba laba yang ia dapat dari ratu laba laba dan sebuah kayu gabungan dari bambu dan kayu. "Yosh.... aku akan membuat pancingan, kemudian membuat tempat untuk mengeringkan ikan dan juga untuk fermentasi ikan" ucap Hito. Hito mengkilat tali di ujung kayu gabungan dan terlihat seperti sebuah pancingan.
"Hmm.... aku kurang kail untuk memancing, kalau kail itu urusan nanti dan sekarang aku akan membuat keranjang dari bambu ini" ucap Hito yang kemudian memotong bambu tipis dan lebar agar bisa mudah di bentuk. Setelah memotong Hito merajut bambu itu hingga membentuk sebuah keranjang.
Satu jam pun berlalu Hito telah membuat beberapa keranjang dengan bambu yang tersisa. "Yosh..... sudah selesai, aku tinggal membuat kail pancing" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan sebuah besi sebesar jari kelingkingnya dan berbentuk runcing. "Seperti ini bisa di gunakan, aku menemukan bambu ini di tempat Laidly" ucap Hito yang sambil membengkokkan basi itu hingga berbentuk seperti kail pancing.
Setelah itu Hito mengikat kail yang ia buat itu dengan tali pancing dengan erat. "Yosh..... saatnya memancing, tapi tunggu dulu aku ingat memiliki ubi" ucap Hito yang mengeluarkan ubi yang ia dapat tadi saat mencari jamur dan sayuran. "Yosh..... memancing sambil membakar ubi, cukup mendebarkan karena ini pertama kali kau melakukan sendiri" ucap Hito.
Ia pun kemudian membuat api unggun kecil, dan setelah menyalakan api, ia menusuk ubi itu dan di bakar ke api unggun itu. "Yosh..... Sekarang tinggal memancing" ucap Hito yang sambil berjalan mendekat ke arah laut. "Hmm..... meski ini pinggiran, tapi terasa sangat dalam" ucap Hito yang kemudian mengambil batu yang ada di atas pasir sampingnya.
"Wush....." hito melempar batu itu ke tengah tengah perairan. "Pluk....." batu itu jatuh tepat di tengah tengah dan turun ke bawah secara pelan. "Hmm..... sepertinya di dalam di tengah tengah kurang lebih lima ratus centimeter, dan panjang tali pancingku sekitar tiga ratus centimeter lebih" ucap Hito yang sambil berpikir dan kemudian ia pun duduk membelakangi api unggun dengan jarak sekitar satu meter.
"Yosh.... waktunya memancing" ucap hito yang kemudian mengambil satu potong daging cukup besar dan kemudian ia potong dadu kecil kecil, setelah memotong daging menjadi dadu kecil ia menggunakan daging itu untuk memancing ikan. "Wush....." hito yang sudah memasang umpan pun langsung melemparkannya ke laut. "Pluk....." umpan Hito pun jatuh ke laut dan secara perlahan turun ke bawah.
"Jleb...." hito menancapkan pancingannya ke pasir di sana. "Yey..... tinggal menunggu, aku akan makan umbi bakar" ucap Hito yang sambil membalik ubi agar matang merata. Ia mengambil satu ubi yang sudah matang di bakar dan memakannya sambil menunggu umpannya di makan ikan. Tak lama setelah ia mengambil ubi, ada ikan yang menggigit umpan miliknya.
"Hup...." hito langsung mengambil pancing miliknya dan kemudian menarik pancingannya. Dalam sekali tarik Hito langsung membuat ikan yang menggigit umpannya langsung terbang ke atas. Setelah ikan terlihat terbang Hito pun langsung menarik pancingnya ke belakang dan ikan tersebut pun ikut tertarik. "Tap....." hito menangkap ikan yang ia pancing dengan tangan kiri. "Hmm.... cukup besar, sekitar tiga puluh centimeter" ucap Hito yang memegang ikan tersebut.
Hito memancing sekitar setengah jam dan yang ia dapat hanya ikan yang sama sampai satu keranjang penuh dengan ikan yang sama. "Huh..... banyak sekali ikan ini, apakah aku bakar saja setengahnya dan yang lain bisa di olah, siapa tau aku mendapatkan ikan yang lain" ucap Hito yang mengambil setengah dari ikan yang ada di keranjang dan membakarnya.
Setelah itu Hito memasang kembali umpan dan melemparkannya ke laut. Setelah umpan di lempar Hito menunggu umpannya di makan ikan. Tak lama umpannya pun di makan ikan, Hito menarik seperti biasa akan tetapi kailnya tidak bergerak. "Cih.... sepertinya aku mendapatkan ikan yang cukup besar. Hito pun menarik dengan kekuatan lebih kuat.
Dan pada akhirnya ikan pun terlempar ke udara dan Hito pun menariknya ke arahnya. "Wow.... ini cukup besar, lumayan..... kesabaran memang tidak akan mengecewakan" ucap Hito. "Bruuuak....." ikan yang hito pancing itu langsung menghantam pasir di depan hito dengan cukup keras. "Hmm..... dua meter kah.... sudah bagus ini dan juga pastinya dagingnya sangat banyak" ucap hito.
"Yosh..... ikan yang sangat besar sudah ku dapatkan, apakah aku akan mendapatkan ikan yang lebih besar nanti....?" ucap Hito yang sambil memasukkan ikan itu ke dalam sihir penyimpanannya. Setelah itu ia membalikkan ikan yang ia bakar. Setelah itu Hito memasang umpan lagi, setelah memasang umpan ia melemparnya ke laut.
Saat hito memancing muncul suara semak semak yang berada di hutan. "Kresek.... kresek...." suara semak semak karena gesekan dengan suatu makhluk. "Hmm.... ada sesosok yang tidak terduga datang" ucap Hito yang mengetahui makhluk itu dengan penciumannya. "Keluarlah laba laba kecil, ada apa kau mencari ku.....?" ucap Hito.
Dan ratu laba laba pun keluar dari hutan. "Anu.... ada hal yang ingin aku bicarakan dengan anda...." ucap ratu laba laba tersebut. "Ke sinilah..... kau mau apa.....? ubi bakar kah....? aku kira kau tidak suka ubi bakar, kalau begitu ikan bakar ini" ucap Hito yang sambil memberikan satu ikan bakar yang sudah matang ke ratu laba laba.
"Nih..... duduk, makan kemudian katakan apa yang ingin kau katakan" ucap Hito. "Baik" ucap ratu laba laba yang menerima ikan bakar yang di berikan Hito dan kemudian ia duduk di samping Hito. "Apakah tidak apa apa, saya memakan ini....?" ucap ratu laba laba. "Tenang saja ikan itu tidak memiliki racun apapun, dan juga itu makan sempurna, aku juga menambahkan secukup garam, katanya kau ingin katakan apa.....?" ucap Hito.
[Note: Hito atau Void God saat berada di dalam tubuh Kane, ia seperti kekuatan yang tertidur. Meski ia memiliki ingatan saat berada dalam tubuh Kane, itu hanya sebatas seperti video].