
"Arrggg.....!! kalian sangat berisik, membuat kepalaku pusing, langsung saja ku sembahkan kalian kada dewa tanah" ucap kepala desa yang kemudian papan yang di gunakan mereka duduk itu pun hancur.
"Uuwwwaaa.......!!" ucap Sierra dan Katla. Mereka bertiga pun terjatuh ke dalam tanah, lubang mereka jatuh sangatlah dalam. "Wah.... hebat, kayu itu bisa langsung hancur, aku ingin tau bagaimana cara kerjanya" ucap Hito. "Kau gila ya......!! kalau jatuh kita bisa mati.....!! kau tau......!!" ucap Sierra. "Iya.... benar sekali kata dia tuan.....!!" ucap Katla.
"Ga akan mati, kalau kau jatuh dengan kaki dulu, kalau kepala atau yang lainnya kau bisa mati" ucap Hito. "Aaarrrggg......!! apakah kau memang menyebalkan seperti ini, Hito.....!!" ucap Sierra. "Ya ga tau juga, tapi kita tak akan mati cuma terjatuh saja" ucap Hito. "Terserah saja lah, aku akan mengikuti takdir....." ucap sierra.
Dan saat mereka sudah mencapai jarak setengah meter dari tanah, Hito menggunakan sihir yang membuat mereka berhenti terjatuh. "Eh.....? kita terbang.....?" ucap Sierra yang terkejut kerena mereka tak jatuh. "Iya, iya lah.... aku tadi bilang tak akan mati kan...." ucap Hito. Dan Hito pun menghilangkan sihir itu. "Tap....." Hito mendarat dengan dua kaki.
"Buuakk.......!!" Sierra dan Katla mendarat menggunakan bokong mereka. "Aduh.....!! bokongku....." ucap Sierra. "Halah, Diam saja kau, bokong mu saja tak berisi" ucap Hito. "Sialan kau Hito....!!" ucap sierra. "tu-tuan...... sepertinya ada yang aneh" ucap Katla dengan sedikit ketakutan. "Ada apa Katla.....?" ucap Sierra.
"Hoho.... sudah datang kah....." ucap Hito. "Apa.....? apa yang datang.....?" ucap Sierra yang tak tau apa apa. "Sudah, kalian duduk sambil melihat saja...." ucap Hito yang kemudian mengeluarkan pedang kayu milik nya. "
"Ssshhhhaaaa.......!!" sesosok monster yang hidup di bawah tanah itu dan juga monster itu adalah sosok yang di sembah oleh warga desa. "Yosh.... waktunya bertarung dengan dewa yang di sembah oleh desa ini" ucap Hito. "Wush.....!!" dengan sangat cepat, monster itu langsung melesat ke arah Hito.
"Sriiing.....!!" dengan satu tebasan, monster itu langsung mati seketika. "Ugh......!! monster itu langsung mati hanya dengan satu tebasan saja" ucap Hito. "Eh......?! apa apa itu barusan.....? apakah itu masuk akal.....?" ucap Sierra. "Buktinya aku mengalahkannya hanya dengan satu tebasan saja" ucap Hito.
"Ya.... aku juga lihat, tau bagaimana caranya.....?" ucap Sierra. "Jadilah kuat, tapi kekuatan manusia itu ada batasnya, kalau bisa melewati batas hanya ada dua hal" ucap Hito. "Dua hal....? apa saja itu.....?" ucap Sierra. "Yang pertama kematian, dan yang kedua keberhasilan" ucap Hito. "Hmm..... jadi kalau gagal akan mendapatkan konsekuensinya" ucap Sierra. "Ya.... sekarang kita kembali ke atas" ucap Hito.
"Tapi bagaimana caranya....?" ucap sierra. "Ya, tentu saja pakai ledakan....." ucap Hito. "Hah.....?! bisa bilang lagi, pakai apa.....?" ucap Sierra. "Kita akan pakai ledakan untuk kembali ke atas" ucap Hito. "Aku ga mau menantang maut lagi......" ucap Sierra. "Sudahlah, jangan kau bicarakan seperti itu, kita ke atas kemudian memberikan hewan ini pada warga desa, dan setelah itu kabur" ycao Hito.
"Ya.... hidup untuk kepala desa yang memilki ide yang cemerlang" ucap para warga. "Duaaarr.....!!" sebuah ledakan terdengar dari dalam lubang juga. Hito pun terbang keluar dari lubang itu sambil memanggul Sierra dan Katla. "Tap....!!" Hito mendarat dengan aman di atas tanah. "Kuahahaha....... sangat menyenangkan sekali, aku berterima kasih kada kalian" ucap Hito.
"Eh......?! kenapa kau kembali......!! bukankah kau sudah mati di makan dewa tanah.....?!!" ucap kepala desa. "Hahahaha..... kau kira aku akan mati hanya dengan hewan kecil seperti itu.....?" ucap Hito yang sambil menurunkan Katla dan Sierra. "Hup.... Hoeekk.....!!" Katla dan Sierra muntah secara bersamaan "Ugh.... kepala ku pusing....." ucap Sierra. "Iya.... kepala ku juga sama...." ucap Katla.
"Aku memiliki hadiah untuk kalian karena kalian menghibur ku" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan bangkai monster yang barusan ia kalahkan. "Tak perlu berterima kasih, ini adalah ucapan terima kasih ku" ucap hito. "Eh......?!" ucap semua orang yang di sana terkejut.
"Baiklah, kalian berdua.... kita akan pergi" ucap Hito. "Ya.... tapi jalan pelan pelan saja" ucap Sierra. "Ya.... aku sedikit pusing dan mual....." ucap Katla. "Ya.... ayo kita pergi...." ucap Hito, dan mereka pun pergi dari desa itu. "Hito kita akan ke mana sebenarnya.....?" ucap Sierra. "Aku ingin ke suatu tempat yang ada di sana" ucap Hito.
"Kalau lurus akan sampai di sebuah kerajaan dan di samping kerajaan ada sebuah tempat gurun yang mematikan yang di sebut Sand of apalah itu, dan di sampingnya ada sebuah tempat bagi para monster yang di sebut dengan city of death" ucap Sierra. "Kau tau banyak juga ya..... aku ingin ke city of death" ucap Hito.
"Hah.....?!! apakah kau tak salah dengar......!! kau ingin pergi ke tempat surga para monster.....?!" ucap sierra. "Ya.... ada sesuatu yang harus ku lakukan di sana" ucap Hito. "Tidak tidak.... aku tak ingin mati, dan kau juga jangan ikut ikut dia Katla, kalau kau ingin hidup lama" ucap Sierra. "Heh..... kalau kau ingin hidup lama sebaiknya kau ikuti kataku......" ucap Hito dengan tatapan tajam ke arah Sierra.
"Ikkhh..... Ya.... ya, Baiklah aku akan ikut...." ucap Sierra yang terpaksa. "Kau juga akan ikut bukan, Katla.....?" ucap Hito. "Ya.... aku akan mengikuti kemana pun tuan berada...." ucap Katla. "Ya.... baguslah kalau begitu, ayo kita menjelajah dunia ini" ucap hito. Dan mereka pun berjalan sambil beristirahat di sebuah pohon, waktu pun berlalu dan mereka pun sampai di desa lainnya pada sore hari.
"Stop..... tunjukkan identitas kalian....." ucap penjaga desa itu. "Ini..... aku seorang petualang tingkat tinggi....." ucap Sierra sambil menunjukkan kartu identitas petualang. "Hmm.... Ini asli, kau boleh masuk" ucap para penjaga. Dan Sierra pun masuk, dan menunggu di balik gerbang.
"Ini, kartu identitas ku" ucap Katla yang sambil menunjukkan kartu identitas petualang. "Baiklah, masuklah....." ucap para penjaga yang kemudian Katla pun masuk melewati gerbang. "Sekarang kau, tunjukkan kartu identitas mu....." ucap penjaga itu. "Iya, ini.... aku seorang pedagang....." ucap Hito yang sambil menunjukkan kartu identitasnya.
"Kalau kau pedagang mana barang bawaan mu.....?" ucap para penjaga. "Kalian ini bagaimana, sekarang sudah lebih modern udah ga jadul lagi..... aku menggunakan sihir untuk menyimpan barang dagangan ku, kalian mau beli....?" ucap Hito.