
"Blee..... uegh...... rasa apa ini.....? rasanya sangat tidak enak" ucap Melisa sambil menjulurkan lidahnya. "Ya..... tentu saja, ini murni saus tiram tidak ada tambahan garam atau apapun" ucap Hito.
"Kalau begitu kenapa kau tadi tidak mengetakan lebih awal, sialan....." ucap Melisa. "Hahahaaha..... aku cukup puas dengan yang terjadi barusan" ucap Hito. "Kau jahat Hito, kenapa kau melakukan ini,.....? bukankah kau itu guru ku.....?" ucap Melisa.
"Kalau kau menganggap diriku sebagai guru mu maka hormati aku dan bersikaplah seperti murid yang teladan" ucap Hito. "Ck, sekarang aku malah kena ceramah dari guru Hito" ucap Melisa. "Hah..... terserah saja" ucap Hito yang pasrah. Dan beberapa jam kemudian Melisa pun tidur.
Sedangkan Hito berada di pinggiran pantai dan sedang menikmati udara semilir. "Hah.... ternyata melakukan hal seperti ini tidak terlalu buruk, daripada di tempat itu" ucap Hito. "Tempat itu.....? apakah tempat tinggal anda dulu.....?" ucap Illuya. "Hmm.... entahlah, tempat itu tidak bisa di bilang sebagai tempat tinggal" ucap Hito.
"Hmm..... kalau begitu anda menyebut tempat itu dengan apa.....?" ucap Illuya. "Hmm.... aku tidak menyebutkan tempat itu dengan nama" ucap Hito. "Hmm..... saya jadi sedikit bingung, tapi kalau begitu kata anda saya tidak akan bertanya lebih lanjut" ucap Illuya. "Hey.....!! Illuya dan tuan Hito......!!" ucap Illuka dari kejauhan dan sedang mengarah ke tempat mereka.
"Tap....." Illuka pun sampai di tempat Hito dan Illuya berada. "Ada apa Illuka.....? kenapa kau berteriak tadi.....? apakah ada yang ingin kau katakan....?" ucap hito. "Hmm.... tidak ada, hanya ingin memanggil kalian saja, apakah salah.....?" ucap Illuka. "Oh.... begitukah, baiklah kalau begitu" ucap Hito.
"Oh ya.... aku dengar dengar kalau anda akan pergi, kemana anda akan pergi, tuan Hito.....?" ucap Illuya. "Hmm....untuk pertama aku akan pergi ke desa terdekat dan membuat sebuah beliung" ucap Hito. "Beliung......? buat apa anda ingin membuat beliung......?" ucap Illuka. "Makanya dengarkan dulu aku kalau berkata kata'' ucap Hito.
"Ya.... maaf tadi, tuan Hito......" ucap Illuka. "Ya.... tidak apa, semua makhluk pasti akan melakukan satu atau dua kesalahan yang akan terulang kembali atau memalukan kesalahan lagi, aku juga paham tentang hal seperti itu" ucap Hito. "Dan setelah anda membuat beliung anda akan melakukan apa.....?" ucap Illuka.
"Untuk mencongkel sisik dan bola mata mu itu" ucap Hito. "Hahaha.... tuan Hito bisa saja, padahal beliung berguna untuk menambang" ucap Illuka. "Sepertinya kata kata tuan Hito barusan tidak bercanda, seperti bisa saja di gunakan untuk mencongkel sisik dan bola mata" batin Illuya. "Illuka, bukankah kau sudah tau kalau beliung berguna untuk menambang, kenapa masih bertanya" ucap Hito.
"Iya... ya.... dan kemana anda akan pergi......? apakah anda sudah mendapatkan spot yang bagus untuk menambang......? apakah spot anda itu tambang emas.....? atau tambang kristal......? atau bisa jadi tambang yang lebih berharga......?" ucap Illuka. "Hmm....aku masih belum menemukan tempat menambang" ucap Hito.
"Eh......?!! anda belum menemukan tempat menambang......?!" ucap Illuka dan Illuya yang terkejut mendengar hal itu. "Yup..... benar sekali seperti apa yang kalian katakan" ucap Hito dengan nada santai. "Anu.... tuan Hito apakah saya boleh menyarankan tempat yang bagus untuk menambang.....?" ucap Illuka.
"Apa saja yang tumbuh di sana.....? karakteristik pohon atau tanaman nya bagaimana......?" ucap hito. "Maaf tuan Hito, kami berdua, tidak..... bahkan kami yang berada di pulau ini tidak terlalu dekat dengan naga yang tinggal di sana" ucap Illuya. "Kenapa......? bukankah karena kalian sama sama naga bisa berhubungan dengan baik.....?" ucap hito.
"Tuan Hito, apakah anda juga pernah melihat semua manusia bisa akur tanpa memandang status, kekayaan, kekuatan atau hal hal seperti itu......?" ucap Illuka. "Tidak, manusia memiliki sifat yang buruk akan tetapi ada juga yang sangat baik" ucap Hito. "Ya..... kami ras naga juga sama seperti itu, ada yang baik dan buruk, jadi anda pasti bisa paham" ucap Hito.
"Ya.... sangat paham sekali, tapi naga apa yang tinggal di sana.....?" ucap hito. "Kalau tidak salah, naga yang sudah bisa mencapai wujud Dragonoid" ucap Illuka. "Dan elemen nya apa.....? dan seberapa kuat.....?" ucap hito. "Kalau elemennya kalau tidak salah adalah elemen api biru, dan untuk kekuatan masih belum di ketahui karena jarang muncul bahkan hampir tak pernah muncul" ucap Illuka.
"Ya.... benar sekali kata kakak, tuan Hito....." ucap Illuya. "Jadi bisa di bilang dia adalah naga yang no life atau nolep begitu, aku paham......." ucap hito. "Yah......" ucap Illuka dan Illuya. "No life......? apa itu dan juga apa itu nolep.....? aku sama sekali tidak paham" batin Illuka dan Illuya.
"Yosh..... daripada tidak melakukan apapun, sebaiknya aku menyelam untuk beberapa saat" ucap Hito. "Anda akan menyelam di laut saat malam malam begini.....? apakah anda tidak takut monster laut.....?" ucap Illuya. "Halah.... mau itu monster laut atau hantu laut aku tidak takut , aku akan lempar kerikil langsung kelar hidup mereka" ucap Hito.
"Ugh.... anda sangat menganggap remeh semua mahkluk hidup, ya tuan....." ucap Illuka. "Tidak, aku tidak menganggap remeh, akan tetapi aku paham seberapa lemah mahkluk hidup itu" ucap hito. "Hmm..... baiklah, lakukan sesuka anda tuan Hito" ucap Illuka dan Illuya. "Ya..... kalian bisa beristirahat, dan aku akan menyelam" ucap Hito.
Hito pun kemudian melepaskan bajunya dan hanya mengenakan celana. "Ya... aku akan menyelam dulu....." ucap hito yang sambil berlari ke arah laut. "Ya.... hati hati, tuan Hito..... kalau begitu kami berdua akan istirahat" ucap Illuka dan Illuya. Hito pun berlari ke laut sedangkan Illuka dan Illuya pergi untuk tidur.
Hito pun kemudian menyelam untuk mencapai dasar laut. Sebelum di dasar laut, ia melihat berbagai mahkluk laut yang tidak ada di saat pagi hari. "Waw..... makhluk malam hari cukup bervariasi dan sangat berbeda dengan saat pagi hari....." batin Hito. Dan Hito pun menyelam lebih dalam dan hingga ia bertemu dengan seekor monster.
Monster yang di temui Hito adalah monster yang berbetuk seperti ubur ubur akan tetapi ukurannya sangat besar dengan panjang sekitar enam sampai tujuh meter. "Wah.... ada ubur ubur, apakah enak kalau ubur ubur di masak.....?" batin Hito.